Tampilkan postingan dengan label CERITA SEKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA SEKS. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

5 Keuntungan Latihan Yoga bagi Kualitas Seks Anda & Pasangan

img Latihan yoga tidak hanya menambah kebugaran tubuh dan menciptakan ketenangan pikiran. Jika dilakukan secara rutin, yoga juga bisa meningkatkan kulitas kehidupan seks Anda dan pasangan.

Menurut penulis buku 'Sexy Yoga' Ellen Barret, yoga bisa meningkatkan fleksibilitas organ genital yang membantu Anda lebih bebas dan ekspresif saat bercinta. Selain itu masih ada keuntungan lain yang didapatkan dari latihan yoga bagi kesehatan seks. Ini dia, seperti dikutip dari Womenshealthmag. 

1. Menambah Gairah Seksual
Yoga meningkatkan kelancaran peredaran darah di seluruh tubuh. Saat darah mengalir ke area intim, akan menghantarkan hawa panas ke seluruh tubuh termasuk tulang panggul dan Miss V. Panas yang terhantar jika dikombinasikan dengan stimulasi seks akan meningkatkan sensitivitas Anda dan akhirnya menambah gairah seksual.

2. Otot Miss V Lebih Kuat
Gerakan-gerakan yoga membentuk dan menguatkan otot-otot tubuh, termasuk tulang panggul Anda yang merupakan bagian terpenting dalam aktivitas bercinta. Yoga bisa memberikan Anda kontraksi yang lebih kuat, kemudian melepaskannya. Cara ini bisa membantu Anda dapatkan orgasme yang lebih intens.

"Semakin sering melatih otot-otot di area reproduksi, akan semakin memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi posisi seks yang belum pernah dicoba," jelas pengarah fitnes Becky Jeffers dari Berman Center untuk kesehatan seksual wanita dan menopause, Chicago.

3. Seks Lebih Memuaskan
Fokus pada pernapasan saat bercinta, membantu Anda 'berkomunikasi' dengan suami saat bercinta, tanpa harus berkata-kata. Sangat penting memberitahu pasangan apa yang kita inginkan saat bercinta. Namun tidak mungkin Anda harus berbicara selama penetrasi seks. Oleh karena itu, buatlah pasangan tahu apa yang Anda inginkan lewat desahan atau permainan napas. Mengatur napas bisa dipelajari dengan latihan yoga.

4. Mengurangi Rasa Sakit karena Bercinta
Bagi wanita aktif, terutama yang suka olahraga lari, otot pinggul dan paha biasanya menjadi tegang. Hal ini dapat menghambat kegiatan seks. Otot yang tegang dapat mempengaruhi panggul berkontraksi yang berakibat orgasme tidak mencapai titik maksimal. Latihan yoga mampu mengatasi hal tersebut dengan membuat kondisi badan jauh lebih relaks.

5. Percaya Diri Meningkat
Terbiasa konsentrasi pada setiap gerakan yoga membuat Anda fokus dengan apa yang sedang Anda lakukan. "Ketika Anda menerima diri sendiri, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa menikmati aktivitas seksual bersama pasangan," tambah Jeffers.

Rabu, 11 April 2012

Mitos Tentang Seks Setelah Pesta Pernikahan

imgBanyak anggapan bahwa setiap pasangan pasti akan merasakan seks yang luar biasa di malam pernikahan. Alhasil timbul mitos yang menyebutkan bahwa pasangan menikah harus bercinta segera setelah perayaan pernikahan demi kesempurnaan hari bahagia tersebut. Nyatanya, malam pertama tidak harus terjadi hari itu juga.
 
"Asumsi ini sangat kuno," ujar Pepper Schwartz, Ph.D., seorang profesor sosiologi di University of Washington, seperti dilansir Shape.

Pepper menuturkan, banyak pasangan justru terlalu lelah dan tidak punya energi untuk bercinta setelah pesta perayaan pernikahan mereka. Stamina mereka telah terkuras untuk menyalami para tamu dan memastikan acara berjalan dengan sempurna. 

Hal terakhir yang mereka pikirkan setelah seharian melangsungkan pernikahan adalah berhubungan seks. Biasanya mereka lebih memilih melepas baju pengantin, membersihkan make-up, mandi dan terlelap tidur. Meskipun terbilang jarang, beberapa pasangan bahkan ada yang menunda berhubungan seks beberapa hari setelah menikah. 

"Anda belum tahu banyak mengenai bentuk tubuh pasangan masing-masing, Anda pun jadi sedikit canggung (saat berhubungan seks pertama kali)," tutur penulis buku 'Everything You Know About Love and Sex Is Wrong'.

Ditambah lagi, kelelahan fisik maupun mental yang dialami pasangan selama gelaran pesta pernikahan, bisa membuat malam pertama yang harusnya menyenangkan justru jadi berkurang kenikmatannya. Sebenarnya tidak ada keharusan apakah pasangan harus bercinta di malam setelah pernikahannya, demi membuat hari istimewa itu jadi semakin sempurna. Pepper menambahkan, hari pernikahan seharusnya fokus kepada upacara atau akad nikah dan komitmen yang telah Anda berdua buat.

"Anda tidak harus langsung melakukan hubungan seks untuk membuatnya (hari pernikahan) lebih berkesan," tambah Pepper.

Tapi bila Anda ingin seks menjadi bagian di momen penting tersebut, maka rencanakan sejak jauh-jauh hari agar semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan yang diinginkan. Sama seperti ketika Anda menentukan hari pernikahan, berapa jumlah undangan, katering, musik dan bulan madu, Anda dan pasangan harus membicarakan apa saja yang diharapkan akan terjadi di malam pengantin.

"Buat kesepakatan kalau Anda berdua tak akan berpesta sampai malam atau minum alkohol terlalu banyak," saran Rita DeMaria, Ph.D., direktur edukasi percintaan di The Council for Relationships di Philadelphia.

Jadi, bila Anda merencanakan 'malam pertama' tepat di hari pernikahan, jagalah stamina dengan baik. Hindari bergadang di hari sebelum pernikahan dan persiapkan mood dengan baik. Yang perlu diingat, seks bukanlah hal utama di hari pernikahan, tapi lebih kepada komitmen seumur hidup untuk menjaga rumah tangga langgeng dan harmonis seterusnya.

Rabu, 15 Februari 2012

Berahi Putih Abu-abu

Cinta pertama itu sangat menantang
Try…
if  u dare…
***
“Ara!!! Cepetan entar telat pergi sekolah lho…” Pekik Mamaku sayang dari luar pintu kamar mandi.
“Iya, Ma…” Jawabku dan hampir saja menelan sikat gigi yang sedang kupakai. “Uh, si Mama…” Omelku sambil melanjutkan sikat gigiku.
Pagi itu adalah pagi yang sangat gempar. Mamaku, Papaku dan adikku, kubuat repot semua karena hari itu adalah hari pertamaku untuk memakai seragam putih abu-abu.
“Papa!!! Kaus kaki polkadotku kemana…” Jeritku dari kamar.
“Tika!!! Jepitan rambutku yang kamu pakek kemana???” Jeritku lagi.
“Mama…!!! Sarapanku mana, nih? Duh, udah telat lagi…” Kataku sambil manyun duduk di meja makan.
Huft… Jam 6.45 AM… Aku pun berjalan meninggalkan rumah dan kemudian memasuki sebuah bajaj dan melambai-lambaikan tanganku dari dalam bajaj pada keluargaku yang berjejer rapih di taman depan rumahku.
“SMA Kasih Ibu, Pak…” Kataku sama si supir bajaj.
“Oke, non. Eh, masuk SMA itu? Wah, keren…” Puji si tukang bajaj.
“Iya, dong… Jawabku bangga…”
***
Tarraaa!!! Sekarang aku SMA dan aku sangat senang sekali. Memakai putih abu-abu menjadi kebanggaan sendiri bagiku. Kutelusuri sekolah baruku yang mewah yang ternyata bisa kutembus karena memang otakku encer. Hei! Ini sekolah favorite banget, tauuu… Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah artikel yang terpampang di mading berjudul, “62 % Pelaku Aborsi adalah Pelajar”
Edannn…” Pekikku sambil menutupi mulutku yang menganga karena terkejut. Huft, baru masuk sekolah langsung disuguhi bacaan seperti itu. Aku segera berlalu lalu mencari kelas baruku yang mana.
Tapi…
Bruuukkk!!! Aku menabrak tubuh seseorang dan aku pun terjatuh ke lantai. Aku meringis kesakitan dan mengangkat wajahku ingin tahu siapa yang menubruk aku. Tapi belum sempat aku memaki-makinya, aku terhenti saat melihat wajah nan tampan sedang tersenyum menatap aku.
“Maaf… Kamu ga kenapa-napa?” Tanyanya lembut.
“Eh, enggak… enggak…” Jawabku bohong. Tangannya yang kekar menolong aku berdiri dengan lembut.
“Nama kamu siapa?” Tanyanya.
“Tiara…” Jawabku. “Panggilannya Ara…”
“Ara… Oh, aku Donie…” Dia menjabat tanganku erat. “Maaf, yah.”
Dan dunia makin begitu indah begitu aku tahu dia menjadi teman satu kelasku. Walau tidak sebangku namun aku duduk di bangku yang setidaknya bisa memandang sudut indahnya dengan jelas. Oh…
***
Hei, kalian tahu cinta pertama itu? Maksudku, aku belum pernah merasakannya. Baik itu saat aku masih memakai rok biru tua yang menyebalkan. Aku belum pernah pacaran dan itu sangat menyiksa, secara aku ini anak yang selalu ingin tahu, lebih dan lebih.
Sudah empat bulan lamanya aku memakai seragam putih abu-abu. Dan akhirnya ada juga yang menyatakan cintanya padaku. Oh, my God! Rasanya seperti cokelat. Manis sekali.
“Ara… Aku suka sama kamu…”
Dia bilang begitu, dan kau tahu? Yang omong seperti itu adalah Donie. Cowok keren yang tubrukan sama aku di hari pertamaku pergi ke sekolah. Dan akhirnya kami berpacaran. Ahay! Baru kali aku merasakan dibonceng sama orang yang kita cintai. Biasanya juga sama bajaj doang. Hiks… Menyedihkan.
“Pokoknya pacaran harus jaga diri…” Omel Mama suatu ketika.
“Maksudnya, Ma? Duduk aja gitu?” Tanyaku bodoh.
“Engga… Jaga diri dari kelakuan maksiat.”
“What!!!” Aku terkejut mendengar perkataan Mama waktu itu.
***
Inilah maka kusebut bahwa cinta pertama itu adalah menantang. Jika kamu hebat maka kamu akan menang dari sesuatu yang terlalu menantang itu. Tetapi ternyata aku kalah. Karena aku adalah orang yang selalu ingin tahu.
“Kalian kompak banget. Udah jadi kayak suami istri aja.” Sindir sahabatku Mira.
“Biarin…” Jawabku dengan penuh emosi.
Cara berpacaranku dengan Donnie memang terlalu intim. Sampai-sampai satu kelas mengejek kami, suami-istri. Kemana-mana selalu sama, pergi ke kantin, pergi ke pesta ulangtahun teman, pergi ke toko buku dan bla bla bla.
Sampai suatu ketika sesuatu yang tak bisa aku sesali lagi terjadi. Habisnya, aku dipaksa tapi aku juga mau…
“Buktikan cinta kamu sama aku! Kalau kamu cinta sama aku maka kamunya itu harusnya rela mengorbankan jiwa raga kamu ke aku…” Katanya menantangku.
“Apa?”
“Apa kamu cinta aku?”
“Iya… Iya…”
Akhirnya terjadilah sesuatu yang belum pantas dilakukan oleh manusia yang manusia berseragam putih abu-abu seperti kami berdua.
***
“Donn… Aku hamil…” Tangisku suatu ketika.
“Apa?” Donni terkejut dan itu aku katakan saat kami berada di kamar kostnya sedang melakukan hubungan suami istri. Dia berdiri lalu memakai lagi seragamnya, sementara aku menangis.
“Gugurin saja…” Kata Donnie.
“Aku takut…” Jawabku pelan.
“Jadi mau bagaimana lagi? Masa biarin lahir gitu aja? Aku masih sekolah, kamu juga. Masa depan kita hancur…” Katanya penuh emosi.
Lama aku menimang-nimang segalanya namun aku masih ragu. Aborsi??? Itu menyakitkan bukan? Akhirnya entah dari mana jalannya Donnie mengantar aku pada seorang bidan yang membuka praktek illegal.
“Rasanya gimana, Bu?” Tanyaku pelan.
“Sakit sekali…”
“Efeknya…”
“Banyak, nak. Kamu harus berfikir ulang melakukannya. Nanti kamu menyesal. Pendarahan, infeksi bahkan kanker payudara. Apa kamu mau? Ibu memang bisa saja melakukan itu sama kamu. Tapi ibu harap kamu fikirkan matang-matang.”
Ngilu sekali saat membayangkan aborsi itu bagaimana. Namun apa mau dikata ini harus kulakukan. Aku tidak boleh membiarkan orangtuaku menangisi masa depanku yang tidak cemerlang.
“Biayanya?”
“Tujuh juta…” Jawab Bu bidan singkat.
“APA???” Aku dan Donnie membelalakkan mata dan mana mungkinlah kami punya uang sebanyak itu. Ternyata biaya aborsi mahal sekali. Hiks…
Kami pun pulang dari tempat praktek illegal itu dengan kegalauan di hati. Jika didiamkan makin lama tentu akan menjadi bumerang bagi kami berdua. Semangat belajar kami turun drastis dan bahkan kami sering bolos sekolah hanya karena sibuk memikirkan bagaimana caranya mengumpulkan uang untuk aborsi.
“Ra, aku udah jual handphone blackberry-ku…” Kata Donnie sambil menunduk dan menunjukkan uang hasil penjualan blackberrynya.
“Maafin aku yah Mas…” Kataku.
“Ga apa-apa… Tapi uang ini belum cukup.”
“Ya, udah… Aku jual netbook-ku, Mas… Nanti kalo ditanya Papa aku bilang aja hilang.”
Ternyata uang hasil penjualan keduanya tidak cukup. Kau tahu jalan terakhirnya apa? Akhirnya aku pergi untuk mencari oom-oom untuk meniduri aku. Pedih rasanya, namun ini harus kulakukan kalau tidak mungkin aku akan melahirkana anak yang nantinya akan menghancurkan masa depanku.
“Mas… Hiks… Aku tidur sama Oom-oom… Aku ga rela sebenarnya, tapi… Hiks…”
“Mau gimana lagi…” Donnie menunduk.
Akhirnya kami kembali lagi ke tempat praktek aborsi illegal itu dan menggugurkan si bayi mungil. Aku menyesal sungguh menyesal. Anak bayi yang ingin hidup aku bunuh seketika. Tuhan, maafkan aku… Tangisku dalam malam yang beku.
***
Cinta pertama bodoh. Setelah aborsi, aku dan Donnie masih melakukannya walau sekarang kami tau cara mencegahnya. Stok pil KB selalu ada di dalam tasku, stok kondom juga selalu ada di dalam tas Donnie. Aku sangat kotor. Dan aku bukan perempuan yang baik.
Jelang tamat SMA, Donnie menghilang begitu saja. SMS dan Teleponku tak digubris, aku menangis sejadinya. Selalu kutanyakan pada teman-temanku dimana keberadaannya tetapi tak ada yang mengetahui. Sama sekali. Bahkan pertemanan di akun-akun jejaring sosialnya, aku dihapus. Dia pergi begitu saja, cinta pertamaku menguap begitu saja. Setelah dia bosan menyedot kemanisan yang ada padaku.

Sabtu, 24 Desember 2011

Pesan PSK, Yang Datang Putri Sendiri


Seorang pria yang telah berusia setengah baya Titus Ncube di hari itu pergi ke sebuah hotel dan tak lupa dia pun memesan seorang wanita PSK ( pekerja seks komersial ). Niat hati ingin melampiaskan nafsu yang sedang membelenggu, pria asal Zimbabwe ini dikejutkan oleh sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ternyata wanita PSK yang menyambangi kamar hotelnya adalah putri kandungnya sendiri.



Seketika itu juga Titus Ncube pingsan setelah mengetahui putrinya yang kini berusia 20 tahun keluar dari sekolahnya dan beralih profesi sebagai seorang PSK. Titus Ncube mengakui rumah tangganya saat ini sedang mengalami keretakan, ia pun berusaha mencari wanita lain untuk melampiaskan semua beban yang sedang dirasakannya dengan melepas lelah bersama, kebetulan waktu itu pilihan Titus Ncube jatuh kepada wanita PSK yang dapat diajak berbagi bersama dengan mudah asal ada uang.

Peristiwa ini ternyata membuat Titus Ncube dan istrinya sadar, bahwa atas kejadian yang menimpa keluarga ini akhirnya anaklah yang menjadi korban. Mereka sepakat dan berjanji ingin membuat rumah tangganya kembali bahagia dan utuh seperti dahulu. Putrinya kini juga ingin kembali dalam pelukan kedua orang tua dan menjalani kembali sekolahnya. Terkadang hal yang paling buruk sekalipun dapat memberi makna dan menyadarkan mereka orang - orang yang sedang tersesat.

Kamis, 08 Desember 2011

Teller Bank

Rida adalah seorang gadis 20
tahunan yang bekerja di sebuah
bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal
di rumah kos bersama seorang
rekan wanitanya, Ita, yang juga
bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang
berbeda. Ia memiliki tubuh yang
kencang. Wajahnya cukup manis
dengan bibir yang penuh, yang
selalu dipoles dengan lipstik
warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank
penampilannya harus selalu
dijaga. Ia selalu tampil manis dan
harum. Suatu hari di sore hari Rida
terkejut melihat kantornya telah
gelap. Berarti pintu telah dikunci
oleh Pak Warto dan Diman, satpam
mereka. Dia tadi pergi ke WC
terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia
sudah pulang. Baru saja ia akan
menggedor pintu, biasanya para
satpam duduk di pintu luar. Ada
kabar para satpam di kantor bank
tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan,
Rida merasa kasihan tapi tak bisa
berbuat apa-apa. Seingatnya ada
kurang lebih 6 orang satpam
disana. Berarti banyak juga
korban PHK kali ini. “Mau kemana Rida ?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari
kegelapan meja teller.
Rida terkejut, ada Warto dan
Diman. Mereka menyeringai.
“Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu.. ”, Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.
“Rida, kami bakal diberhentikan besok..”, Warto berkata. “Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Rida menjawab. Di luar hujan mulai turun.
“Kalau begitu.. kami minta kenang- kenangan saja Mbak ”, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab
sambil menatapnya tajam.
“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan.. ”, Rida menjawab. Tiba-tiba ia merasa gugup dan
cemas. Warto mencekal lengan Rida.
Sebelum Rida tersadar, kedua
tangannya telah dicekal ke
belakang oleh mereka.
“Aah! Jangan Pak !”. Diman menarik blus warna ungu
milik Rida. Gadis itu terkejut dan
tersentak ketika kancing blusnya
berhamburan. “Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur
hidup!”. Warto menyeringai melihat Diman
merobek kaos dalam katun Rida
yang berwarna putih berenda.
Rida berusaha meronta. Namun tak
berdaya, dadanya yang kencang
yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.
“Jangann! Lepaskann !”, Rida berusaha meronta. Hujan turun dengan derasnya.
Diman sekarang berusaha
menurunkan celana panjang ungu
Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak
lama memperhatikan Rida. Gadis
yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam
mereka sering mengintipnya ketika
ke kamar mandi. Saat ini mereka
sudah tak tahan lagi. Rida
menyepak Diman dengan keras.
“Eit, melawan juga si Mbak ini.. ”, Diman hanya menyeringai.
Rida di seret ke meja Head Teller.
Dengan sekali kibas semua
peralatan di meja itu
berhamburan bersih.
“Aahh! Jangan Pak! Jangann !”, Rida mulai menangis ketika ia
ditelungkupkan di atas meja itu.
Sementara kedua tangannya terus
dicekal Warto, Diman sekarang
lebih leluasa menurunkan celana
panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas. Diperlakukan seperti itu, Rida
juga mulai merasa terangsang. Ia
dapat merasakan angin dingin
menerpa kulit pahanya.
Menunjukkan celananya telah
terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini menguntungkan kedua
penyiksanya. Dengan mudah mereka
menanggalkan blus dan celana
panjang ungu Rida. Rida
mengenakan setelan pakaian
dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah
pemerkosaan itu. Pantat Rida yang
kencang mulai ditepuk oleh Warto
bertubi-tubi, “Plak! Plak !”. Tubuh Rida memang kencang
menggairahkan. Payudaranya
besar dan kencang. Seluruh
tubuhnya pejal kenyal. Dalam
keadaan menungging di meja
seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak
rambut Rida sehingga dapat
melihat wajahnya. Bibirnya yang
penuh berlipstik merah menyala
membentuk huruf O. Matanya basah,
air mata mengalir di pipinya. “Sret!”, Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik
robek.
Menyusul branya ditarik dengan
kasar. Rida benar-benar merasa
terhina. Ia dibiarkan hanya
dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya.
Sementara penis Warto yang besar
dan keras mulai melesak di
vaginanya.
“Ouuhh! Adduhh.. !”, Rida merintih. Seperti anjing, Warto mulai
menyodok nyodok Rida dari
belakang. Sementara tangannya
meremas-remas dadanya yang
kencang. Rida hanya mampu
menangis tak berdaya. Tiba-tiba Diman mengangkat
wajahnya, kemudian menyodorkan
penisnya yang keras panjang.
Memaksa Rida membuka mulutnya.
Rida memegang pinggiran meja
menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman
memperkosa mulutnya. Meja itu
berderit derit mengikuti
sentakan-sentakan tubuh mereka.
Warto mendesak dari belakang,
Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka
lebar-lebar menampung kemaluan
Diman yang terus keluar masuk di
mulutnya. Tiba-tiba Warto
mencabut kemaluannya dan
menarik Rida. “Ampuunn.., hentikan Pak.. ”, Rida menangis tersengal-sengal.
Warto duduk di atas sofa tamu.
Kemudian dengan dibantu Diman,
Rida dinaikkan ke pangkuannya,
berhadapan dengan pahanya yang
terbuka. “Slebb!”, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah
basah.
Rida menggelinjang ngilu,
melenguh dan merintih. Warto
kembali memeluk Rida sambil
memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk
vagina gadis itu. Rida masih
tersengal-sengal melayani
serangan mulut Warto ketika
dirasakannya sesuatu yang keras
dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman
mulai memaksa menyodominya.
“Nghhmm..! Nghh! Jahannaamm.. !”, Rida berusaha meronta, tapi tak
berdaya. Warto terus melumat mulutnya.
Sementara Diman memperkosa
anusnya. Rida lemas tak berdaya
sementara kedua lubang di
tubuhnya disodok bergantian.
Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang
basah oleh peluh semakin membuat
dirinya tampak erotis dan
merangsang. Juga rintihannya.
Tiba-tiba gerakan kedua
pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam mendadak berhenti.
Rida ditelentangkan dengan
tergesa kemudian Warto
menyodokkan kemaluannya ke
mulut gadis itu. Rida gelagapan
ketika Warto mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Rida
dipegang erat dan..
“Crrt! Crrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya,
bertubi-tubi.
Rida merasa akan muntah. Tapi
Warto terus menekan hidung Rida
hingga ia terpaksa menelan cairan
kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida
hingga bersih. Rida tersengal
sengal berusaha menelan semua
cairan lengket yang masih tersisa
di langit-langit mulutnya. Mendadak Diman ikut memasukkan
batang kemaluannya ke mulut
Rida. Kembali mulut gadis itu
diperkosa. Rida terlalu lemah
untuk berontak. Ia pasrah hingga
kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke
tenggorokannya. Rida menangis
sesenggukan. Diman memakai celana
dalam Rida untuk membersihkan
sisa spermanya.
“Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk.. ”, ujar Warto sambil membuka pintu belakang.
Tak lama kemudian 3 orang satpam
lain masuk.
“Ayo, sekarang giliran kalian !”, Rida terkejut melihat ke-3 satpam
bertubuh kekar itu.
Ia akan diperkosa bergiliran
semalaman. Celakanya, ia sudah
pamit dengan teman sekamarnya
Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya
hingga tentu tak akan ada yang
mencarinya. Rida ditarik ke tengah lobby bank
itu. Dikelilingi 6 orang lelaki
kekar yang sudah membuka
pakaiannya masing-masing hingga
Rida dapat melihat batang
kemaluan mereka yang telah mengeras.
“Ayo Rida, kulum punyaku !”, Rida yang hanya mengenakan stocking
itu dipaksa mengoral mereka
bergiliran.
Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam
keadaan seperti merangkak. Dan
sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.
“Akhh.., mmhh.., mhh..”, Rida menangis tak berdaya.
Sementara mulutnya dijejali
batang kemaluan, anusnya
disodok-sodok dengan kasar.
Pinggulnya yang kencang
dicengkeram. “Akkghh! Isep teruss..!, Ayoo”. Satpam yang tengah menyetubuhi
mulutnya mengerang ketika cairan
spermanya muncrat mengisi mulut
Rida. Gadis itu gelagapan
menelannya hingga habis.
Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Dan lelaki lain
langsung menyodokkan batang
kemaluannya menggantikan
rekannya. Rida dipaksa menelan
sperma semua satpam itu
bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi dan memperkosa semua
lubang di tubuh Rida bergiliran. Tubuh Rida yang sintal itu basah
berbanjir peluh dan sperma.
Stockingnya telah penuh noda-
noda sperma kering. Akhirnya Rida
ditelentangkan di sofa, kemudian
para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di
wajahnya, sesekali mereka
memasukkannya ke mulut Rida dan
mengocoknya disana, hingga secara
bergiliran sperma mereka muncrat
di seluruh wajah Rida. Ketika telah selesai Rida
telentang dan tersengal-sengal
lemas. Tubuh dan wajahnya
belepotan cairan sperma, keringat
dan air matanya sendiri. Rida
pingsan. Tapi para satpam itu ternyata belum puas.
“Belum pagi nih”, ujar salah seorang dari satpam itu.
“Iya, aku masih belum puas.. ”. Akhirnya muncul ide mereka yang
lain. Tubuh telanjang Rida diikat erat.
Kemudian mereka membawanya ke
belakang kantornya. Bagian
belakang bank itu memang masih
sepi dan banyak semak belukar.
Rida yang masih dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di
sebuah pondok tua tempat para
pemuda berkumpul saat malam.
Hujan telah berhenti tetapi udara
masih begitu dinginnya. Mulut
Rida disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin
larut baru Rida tersadar. Ia
tersentak menyadari tubuhnya
masih dalam keadaan telanjang
bulat dan terikat tak berdaya. Ia
benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih
terpasang. Tiba-tiba saja terdengar suara
beberapa laki-laki. Dan mereka
terkejut ketika masuk.
“Wah! Ada hadiah nih !”, aroma alkohol kental keluar dari mulut
mereka.
Rida berusaha meronta ketika
mereka mulai menggerayangi tubuh
sintal telanjangnya. Tapi ia tak
berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu
listrik yang remang-remang. Tubuh
Rida mulai dijadikan bulan-
bulanan. Rida hanya bisa menangis
pasrah dan merintih tertahan. Ia ditunggingkan di atas lantai
bambu kemudian para lelaki itu
bergiliran memperkosanya. Semua
lubang di tubuhnya secara
bergiliran dan bersamaan
disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Rida bermandi
sperma. Mereka menyemprotkannya
di punggung, di pantat, dada dan
wajahnya. Setiap kali akan
pingsan, seseorang akan menampar
wajahnya hingga ia kembali tersadar.
“Ini kan teller di bank depan ?” Mereka tertawa-tawa sambil terus
memperkosa Rida dengan berbagai
posisi. Rida yang masih terikat
dan terbungkam hanya dapat
pasrah menuruti perlakuan
mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari
lubang pantat dan vaginanya
yang telah memerah akibat
dipaksa menerima begitu banyak
batang penis. Ketika seseorang
sedang sibuk menyodominya, Rida tak tahan lagi dan akhirnya
pingsan. Entah sudah berapa kali
para pemabuk itu menyemprotkan
sperma mereka ke seluruh tubuh
Rida sebelum akhirnya
meninggalkannya begitu saja setelah mereka puas.