Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Di Tengah Kemacetan, Pria Ini 'Tertelan Bumi' Bersama Mobilnya

 Sial betul nasib sopir minibus ini. Di saat harus berhadapan dengan macetnya kota Guilin, China, mobil yang dikendarainya mendadak masuk ke dalam tanah. Tertelan bumi mentah-mentah dan hilang dari permukaan.
 
Kejadian itu terjadi di salah satu jalan raya di kota Guilin, wilayah Guangxi Zhuang, China pada Kamis pekan lalu. Saat itu supir yang tidak diketahui namanya ini, tengah terjebak kemacetan dan berada persis di bawah traffic light. 

Tiba-tiba saja, dia yang pada saat itu tidak begitu memperhatikan apa yang ada di depannya, mendadak merasakan getaran hebat. Dalam sekejap, terdengar suara keras dan pemandangan yang ada di depannya hilang dan berubah menjadi gelap.

"Aku pikir ada gempa bumi," ujar si sopir seperti dikutip dari ABC News, Senin (11/6/2012).

Ternyata, tanah yang ada di bawah minibusnya ambles. Anehnya, luas tanah yang ambles itu sepanjang enam kaki, dan lebarnya delapan kaki -- sedikit lebih besar dari ukuran minibus itu. Tanah ambles sedalam enam kaki. (1 kaki= 0,3048 meter).

Minibus terperosok dalam posisi terguling. Untungnya sopir itu hanya sendirian. Dia tidak membawa penumpang. Sang sopir menderita luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

"Tanah tiba-tiba menghilang dari bawah mobil saya dan ada retak yang luar biasa disertai gemuruh," ujar si sopir ketika diambil keterangannya di kantor kepolisian.

Polisi menduga kejadian ini dipicu oleh hujan lebat selama dua pekan terakir yang melanda kawasan Guilin. Akibat guyuran hujan itu tanah menjadi tidak stabil.
sumber:detiknews

Selasa, 27 Maret 2012

Dokter Keluarkan Gunting dari Kepala Balita

Vera Farah Bararah

img
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Shanghai, Anak-anak terutama balita memang sebaiknya tidak bermain-main dengan benda tajam seperti gunting. Seperti halnya yang terjadi di China, dokter harus mengeluarkan gunting dari kepala anak yang masih berusia 3 tahun.

Bocah berusia 3 tahun ini menjalani operasi darurat selama 4 jam setelah ia dilarikan ke rumah sakit di Shanghai dari rumahnya yang berada di daerah Jiaxing, Provinsi Zhejiang pada minggu malam 25 Maret 2012.

"Sejauh ini ia dalam kondisi stabil dan tidak ada konsekuensi patologis dari cedera kepala yang dialaminya," ujar Yang Xiaodong, pejabat rumah sakit, seperti dikutip dari ShanghaiDaily, Selasa (27/3/2012).

Diketahui anak ini bermain-main sendiri dengan menggunakan gunting saat anggota keluarga lain tengah sibuk berada di ruangan yang berbeda. Namun semua anggota keluarga langsung bergegas menuju ruangan ketika mendengar suara tangisan si anak yang jatuh dari kursi dan guntingnya menusuk sisi kanan wajahnya.

Keluarganya pun langsung membawa si bocah ke rumah sakit terdekat di Jiashan, tapi kemudian dirujuk ke Jiaxing No 2 Hospital yang mana hasil CT scan menunjukkan gunting tersebut masuk ke otak anak ini. Dokter pun menyarankan anak ini dikirim ke Shanghai karena rumah sakit disana mampu melakukan operasi yang kompleks.

"Kami terkejut ketika melihat anak ini, sekitar 20 cm dari bagian gunting masuk tepat di samping mata bagian kanan. Untungnya ia masih sadar dan hanya mengeluhkan sakit kepala," ujar Yang.

Dr Chen Ruoping, direktur dari departemen saraf di Shanghai Children's Hospital mengatakan gunting tersebut tidak melukai pembuluh darah besar atau melukai jaringan otak yang terlalu banyak, sehingga anak ini tidak memiliki komplikasi yang serius.

"Ada banyak kecelakaan seperti ini yang terjadi pada anak-anak, karena itu orang dewasa harus menjaga benda-benda tajam seperti pisau dan gunting di rumah dari jangkauan anak-anak untuk mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan anak-anak," ujar Dr Rouping.

Jumat, 13 Januari 2012

Kecelakaan, Artis Valia Rahma Meninggal


"Setelah mengalami kecelakaan sepeda motor, Valia sempat koma tujuh hari,"


Lutfi Dwi Puji Astuti, Winda Yanti
Valia Rahma (www.indonesianfilmcenter.com)

Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan tanah air. Presenter sekaligus bintang  FTV, Valia Rahma tewas akibat  kecelakaan  yang terjadi di Bali, pekan lalu. Berita duka  ini disampaikan sahabatnya, Faradila.
Setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, Faradila mengatakan, Valia sempat di rawat di rumah sakit karena kecelakaan yang dia alami menyebabkan terjadinya pendarahan otak.

"Memang ada pendarahan di otak, tapi sudah dioperasi. Tiga hari ini sedang menunggu pemulihan, tapi ternyata di batang otak sudah terlalu fatal,"ujar Faradila melalui ponselnya, Jumat 13 Januari 2012.

Faradila menjelaskan, Valia mengalami kecelakaan sepeda motor di Bali.
"Dari hari kecelakaan terjadi, ini sudah hari ke sembilan. Koma selama tujuh hari. Rencananya besok pagi dimakamkan di Tanah Kusir,"ujarnya.

Valia Rahma tutup usia pada pukul 17.00 WITA diusia ke 26 tahun. Ia sempat membintangi beberapa judul film seperti 'Hantu Jeruk Purut' dan pernah membawakan acara 'Planet Remaja.' (eh)
• VIVAnews

Minggu, 18 Desember 2011

Pendidikan Istri Lebih Tinggi, Jari Dipotong

"Dia marah karena tak suka melihat istrinya belajar di perguruan tinggi."


Pipiet Tri Noorastuti
Hawa Akhter (telegraph)

Rafiqul Islam mengikat tangan istrinya. Setelah melakban mulut, ia segera memotong lima jari tangan kanan wanita 21 tahun yang menjadi pendamping hidupnya. Pria asal Uni Emirat Arab yang tinggal di Bangladesh itu marah melihat istrinya kuliah tanpa izin.

"Dia marah karena tak suka melihat istrinya belajar di perguruan tinggi. Dia tak terima karena dia hanya berpendidikan rendah, sementara istrinya memiliki pendidikan lebih tinggi," kata Mohammad Salauddin, pejabat kepolisian di Bangladesh, seperti dikutipTelegraph. 
Saladuddin menambahkan, Islam melakukan tindakan keji itu sesaat sekembali dari kampung halamannya.

Pria berusia 30 tahun itu mengakui perbuatan jahatnya setelah ditangkap aparat kepolisian di Dhaka, Bangladesh. Ia terancam pasal melakukan perbuatan jahat yang mengakibatkan korban cacat, dengan hukuman penjara seumur hidup.

Sang istri, Hawa Akhter, yang kembali ke rumah orangtuanya usai menjalani perawatan medis di rumah sakit, masih memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan studinya. "Tangan kanan saya telah dipotong, tapi aku masih bisa menggunakan tangan yang lain," katanya kepada The Daily Star.

Peristiwa ini merupakan kisah teranyar dari serangkaian peristiwa sadis di ranah domestik, yang menyasar wanita berpendidikan di Bangladesh.

Juni lalu, seorang pria pengangguran mencungkil mata istrinya yang bekerja sebagai asisten profesor di sebuah universitas bergengsi di Dhaka. Pria ini marah ketika mendengar niat istrinya yang ingin melanjutkan studi ke sebuah universitas di Kanada.

Sejumlah kelompok pejuang hak asasi manusia mengatakan bahwa kasus kekerasan domestik terhadap wanita yang berpendidikan tinggi di sebuah keluarga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah tren kasus ini sempat menurun, terjadi lonjakan kasus sejak 2010.
• VIVAnews

Ini Fakta Baru Video "Pembantaian Mesuji"



KOMPAS/LUCKY PRANSISKAKeluarga korban kekerasan dan perwakilan warga Kabupaten Mesuji, Lampung, Kamis (16/12/2011), mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta.

 Fakta baru terungkap, salah satu adegan sadis pemenggalan kepala warga yang ditampilkan dalam video "Pembantaian Mesuji" ternyata juga diambil dari konflik di Thailand selatan. Hal itu dilansir kantor berita CBSNews yang ditulis 16 Desember 2011.
Benar atau tidak benar akan jadi bagian yang akan diverifikasi. Kami belum sampai pada kesimpulan.
-- Denny Indrayana

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Mesuji Denny Indrayana menyatakan, timnya akan menelusuri kebenaran video tersebut. Dia mengatakan, tim bentukan pemerintah tersebut tak bisa langsung menyimpulkan kebenaran sejumlah gambar dalam video itu.
"Benar atau tidak benar akan jadi bagian yang akan diverifikasi. Kami belum sampai pada kesimpulan karena kami memang sama-sama membaca katanya ada beberapa bagian yang diambil dari video di Thailand. Kami akan lihat. Saya tidak bisa mengatakan itu benar atau salah. Akan kami verifikasi," ujar Denny saat akan menghadiri pertemuan TGPF di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Sabtu (17/12/2011).
Seperti diberitakan, di dalam berita yang menganalisis isi video pembantaian Mesuji yang tersebar luas di dunia maya ini terungkap bahwa salah satu adegan video ini diambil di Thailand selatan. Para pelaku pembantaian yang terlihat memakai celana loreng, bersenjata laras panjang, dan mengenakan penutup muka ini ternyata adalah para anggota separatis Pattani yang terkenal terlibat konflik SARA di negeri itu.
Dalam adegan video yang digabungkan pula dengan pembunuhan sadis di Sodong, Ogan Komering Ilir, ini, CBS meyakini bahwa itu terjadi di Thailand berdasarkan bahasa dan dialek yang digunakan, yaitu Melayu Pattani. Dalam video itu, para pelaku sengaja menunjukkan aksi membunuh sambil meneriakkan "Islamiyah Fathoni Darussalam", lalu muncul kata-kata "Merdeka". Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait di Indonesia mengenai hal ini.
sumber:kompas.com

Selasa, 13 Desember 2011

Janggal, Perampokan & Perkosaan Istri Polisi

Korban kerap menangis dan pingsan saat dimintai keterangan.


Eko Priliawito, Siti Ruqoyah
Ilustrasi perkosaan (VIVAnews/Adri Prastowo)
 Istri perwira polisi tingkat pertama yang bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, berinisial E,  mengaku telah menjadi korban pemerkosaan. Pelakunya adalah perampok yang masuk ke rumahnya di kawasan Sukmajaya, Depok, Minggu, 11 Desember 2011 dini hari.

Tidak hanya itu, tindakan bejad lain juga dialami guru SMA di wilayah Depok itu. Dalam keadaan terikat, tubuh E dipotret pelaku yang pergi sambil membawa telepon genggam miliknya.

Aksi perampokan dan pemerkosaan ini baru diketahui setelah suami korban, Ajun Komisaris TS, yang sedang dinas menghubungi Polsek Beji dan menginformasikan bahwa istrinya dalam keadaan bahaya. Dengan telepon genggam lain, korban menghubungi suaminya.

"Suami korban menghubungi Polsek Beji, karena dulu dia bertugas di situ. Suami bilang bahwa istrinya dalam bahaya, dan minta tolong didatangi ke lokasi kejadian, karena dia sedang dalam perjalanan pulang," kata Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar, Mulyadi Kaharni, Senin, 12 Desember 2011.

Menurut pengakuan E, pelaku perampokan itu hanya seorang diri, dan menyergap dirinya saat sedang pulas tidur. Pelaku mengikat tangan E dengan handuk, dan melakban mulut korban agar tidak berteriak. Di kamar, perampok lalu melakukan tindakan tidak senonoh.

Sayang pelaku tidak dapat dikenali karena menggunakan penutup wajah, tapi perawakan pelaku masih diingat korban. Tingginya sekitar 165 sampai 170 sentimeter. Melalui pintu di belakang rumah, pelaku masuk dan keluar.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik Polres Depok, disampaikan E, bahwa pelaku perampokan masuk rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Baru sekitar pukul 04.00 WIB, pelaku melarikan diri melalui jendela
Tapi dari hasil identifikasi diketahui bahwa korban sempat mengirim pesan pendek/SMS kepada suaminya dan memintanya cepat pulang, hanya beberapa menit dari pengakuan korban sebelumnya bahwa pelaku mulai masuk rumah.

Pesan itu dikirim sebanyak tiga kali, dan korban tidak mengabarkan adanya kejadian perampokan. "Pesan itu 'Cepatlah Pulang'," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar.
Saat kejadian, E memang di rumah seorang diri. Korban juga mengakui kalau pelaku melarikan diri melalui jendela, dan sempat membukakan ikatan korban, tapi lakban yang menutup wajah dan mulutnya tidak. Saat tiba di rumah, sang suami sendiri yang membantu membukakan lakban itu. Dan sekitar pukul 04.20 WIB, anggota Polres tiba di lokasi.

Sejak itu, korban kerap menangis dan pingsan saat dimintai keterangan. Juga mengenai kenapa korban tidak langsung membuka lakban di wajah dan mulutnya.

Tentu hal ini menimbulkan sejumlah kejanggalan, juga dugaan adanya perselingkuhan. Karena itu, Polres Depok akan mencocokan keterangan korban dengan temuan di lokasi kejadian. Hasil dari olah tempat kejadian tidak menunjukan adanya pemerkosaan yang dialami korban.

Dari hasil visum misalnya, tidak ditemukan adanya kekerasan di kemaluan korban. Namun Kapolres tidak berani memastikan bahwa korban mengarang cerita dan membuat laporan palsu. Karena bisa saja korban pasrah saat diperkosa, karena berada di bawah ancaman pelaku.

"Visum ulang dilakukan, karena keluhan korban harus dibuktikan secara medis, guna mencari kebenaran laporan itu. Proses pengembangan penyidikan akan disampaikan, dan kejanggalan itu yang sedang ditelusuri," katanya.

Kejanggalan lain tidak ditemukannya jejak pelaku di rumah korban. Padahal dari hasil identifikasi atau olah tempat kejadian, pelaku masuk secara paksa melalui jendela. Dan saat kejadian, kondisi di luar rumah sedang hujan.

Meksi demikian, Kapolres tidak mau menduga hal lain dalam kasus itu. Apalagi saat ditanyai indikasi perselingkuhan. Apalagi yang dibawa pelaku hanya HP Nokia C6 milik korban.

Guna memastikan hal ini, visum lanjutan dilakukan lagi terhadap korban. Polisi Jepang, yang sedang bekerjasama dengan Polres Bekasi juga membantu melakukan olah tempat kejadian. Sprei dan barang lain yang ada di kamar korban sudah dibawa untuk diteliti.

Rupanya kejadian ini sudah keempat kalinya. Dua laptop, uang gaji, dan HP milik korban raib selama kejadian itu. Apakah pelakunya sama, belum bisa dibuktikan. Karena korban tidak pernah melapor ke kantor polisi. Motif balas dendam dan konflik keluarga dalam kejadian ini juga belum bisa dibuktikan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan, sebagai atasan langsung suami korban mengakui sudah mendengar informasi yang menimpa istri anak buahnya itu. Mengenai ada kemungkinan kejahatan itu terkait dengan kasus yang ditangani suami korban, Budi Irawan tidak mau menghubungkan. Kasus terakhir yang sedang ditangani adalah kasus pom bensin bermasalah.

Kasus ini terus ditelusuri penyidik Polres Metro Depok. Perampokan atau sesuai dengan Pasal 365 KUHP menjadi acuan untuk melakukan pengembangan. Tapi motif dendam atau unsur lain dari kejadian ini ikut diselidiki.
Perampokan yang disertai pemerkosaan cukup sering terjadi setahun belakangan. Dan umumnya kasus pemerkosaan itu terjadi di perumahan.

Data Polda Metro Jaya mencatat bahwa kasus pemerkosaan memang banyak terjadi di perumahan. Dari 40 kasus pemerkosaan yang terjadi sepanjang periode Januari hingga September 2011 misalnya, 26 kasus pemerkosaan terjadi di rumah biasa alias bukan kompleks perumahan.

Sebanyak 8 kasus pemerkosaan  terjadi di komplek perumahan BTN, dan 1 kali terjadi di real estate. Tapi data ini diperkirakan hanya sebagian dari aksi pemerkosaan yang dilaporkan. Biasanya, korban pemerkosaan enggan melaporkan kasus yang dialaminya, dengan karena trauma dengan peristiwa buruk tersebut.

Selain di perumahan, kasus pemerkosaan juga terjadi di angkutan kota. Data Polda Metro Jaya mencatat, peristiwa pemerkosaan di dalam angkot dari periode Januari hingga September 2011 ada sebanyak tiga kasus.
• VIVAnews

Kamis, 08 Desember 2011

Pelaku Bakar Diri Siapkan Surat Wasiat


Ilustrasi bakar diri

Dari saku celana pelaku aksi bakar diri di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (7/12/2011), petugas menemukan sebuah surat wasiat. Namun, petugas belum mengetahui maksud dan isi surat wasiat dari pria berusia sekitar 40 tahun yang belum diketahui identitasnya itu.

Sebagaimana disampaikan humas Polda Metro Jaya, dari lokasi, petugas juga menemukan tiga botol minuman berisi bensin, satu botol kecil berisi bensin, satu potong celana warna biru dan baju warna biru bekas terbakar.

Kini, pria tanpa identitas yang mengalami luka bakar 95 persen itu masih koma di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta dan kasus ini ditangani Polsek Metro Gambir.

Saat ini, korban juga belum dapat dimintai keterangan karena masih belum sadarkan diri.

Sebagaimana diberitakan, aksi nekat pria yang dilakukan dengan membakar diri dilakukan di depan Istana Merdeka, Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, terjadi pada Rabu (7/12/2011) sore pukul 17.30 WIB.

Informasi dari Aiptu Wasiyanto, 49 tahun, anggota Polsek Metro Gambir, korban membakar dirinya sendiri. Oleh Aiptu Wasiyanto, korban yang luka bakar mencapai 95 persen itu dilarikan ke RSCM. Belum diketahui motif perbuatan nekat pria 40 tahun tersebut.

Penulis: Abdul Qodir
sumber:Tribunnews.com

Jumat, 25 November 2011

Kepala Bayi itu Penuh Belatung


image
ilustrasi/shutterstock
Nasib malang dialami Muhamad Faisal, bayi berusia 1,5 tahun, yang kini terbaring lemah di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, kepalanya dipenuhi belatung.
Ia menderita sakit pada jaringan saraf di kepalanya. Pada bagian yang luka itulah digerogoti ratusan belatung.

"Selama empat hari sudah 200 lebih belatung dikeluarkan dari kepala anak saya," kata Suryadi, ayah dari Muhamad Faisal kepada ANTARA, Kamis.
   
Muhammad Faisal adalah anak keenam dari pasangan Suryadi dan Ngaini. Suryadi merupakan buruh penjaga kebun kelapa sawit di daerah Simpang 5 Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Suryadi mengaku panik melihat keanehan di kepala Faisal pada pekan lalu. Bayi malang itu kini dirawat di ruang Cendrawasih 2 RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Menurut dia, dokter selama empat hari terakhir telah berhasil mengeluarkan sekitar 248 belatung dari kepalanya.

Ngaini, ibu dari bayi mengatakan, anaknya memang sering sakit-sakitan sejak lahir. Faisal tak pernah mau minum air susu ibunya, dan beratnya terus susut. Pada usia 1,5 tahun, bobot badan Faisal hanya 5,3 kilogram (kg), jauh dari bebat normal bayi seusianya yang rata-rata 9-12 kg.

"Saya baru mengetahui ada keanehan pada anak saya ketika dia bangun tidur ada lubang di bagian atas kepalanya dan ada ulatnya," kata Ngaini.

Faisal kini terbaring lemah dan memerlukan bantuan cairan infus untuk mendapatkan asupan makanan. Terkadang ia terlihat mengejang namun tidak menangis. Bagian atas kepalanya ditutup dengan kasa, karena dokter terpaksa membuat lubang lebih besar untuk mengeluarkan belatung.
   
"Kata dokter sarafnya sudah terkena ulat belatung," ujar Ngaini.

Ia mengakui penangananan medis untuk anaknya sangat kurang karena tempat tinggalnya di tengah kebun sawit sangat jauh dari Puskesmas. Selain itu, ia juga mengatakan tak memiliki dana pengobatan karena sebagai buruh penjaga kebun sawit ia hanya diupah Rp1 juta per bulan.

"Untuk berobat saja sekarang saya harus berhutang," katanya. Meski begitu, ia berharap anaknya bisa segera sembuh.
sumber:sehatnews.com

Selasa, 15 November 2011

Kerongkongan Balita Terbakar Karena Menelan Baterai Lithium


img
Emmet Rauch (dok: kpho.com)
Phoenix, Anak-anak kadang suka memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Tapi naas nasib balita Emmet Rauch, ia menelan baterai lithium yang mengandung nikel yang membuat kerongkongannya terbakar dan harus menjalani berkali-kali operasi.

Hal ini terjadi pada Oktober 2010, ketika tak ada seorang pun yang melihat Emmet menelan baterai lithium dari remote control hingga akhirnya ia mulai menunjukkan gejala dan hasil sinar X memperlihatkan adanya baterai dalam kerongkongannya.

"Baterai mulai membakar kerongkongannya dalam waktu 2 jam, tapi kami baru menyadarinya 3 hari kemudian," ujar Karla Rauch, ibu Emmet, seperti dikutip dari Foxnews, Selasa (15/11/2011).

Karla menuturkan saat itu Emmet berusia 12 bulan dan ia bangun pagi dengan kondisi demam dan bertindak tidak seperti biasanya. Karena kondisinya yang tidak juga mereda, kedua orangtua Emmet membawanya ke Urgent Care yang berlokasi dekat rumahnya.

Setelah diperiksa Emmet diperbolehkan pulang dan ia didiagnosis mengalami flu atau adanya reaksi terhadap vaksinasi yang diberikan pada Emmet beberapa hari sebelumnya.

Namun 2 hari kemudian, gejalanya semakin parah, ia terlihat lesu dan mengalami batuk-batuk yang mengeluarkan banyak lendir, tidak mau makan serta tidak bisa tidur. Malam harinya Karla tidur disamping Emmet dan berusaha menghibur anaknya yang terlihat sangat kesakitan.

Keesokan harinya Emmet langsung dibawa ke rumah sakit karena mulai mengalami muntah darah. Saat tiba di Unit Gawat Darurat, Emmet langsung mendapatkan perawatan pernapasan dan dokter melakukan pemeriksaan X-ray dada.

Dokter melihat ada sesuatu yang bersarang di kerongkongannya, saat itu Karla merasa terkejut karena ia tidak pernah melihat Emmet tersedak sesuatu. Hingga akhirnya ahli radiologi mengidentifikasi adanya baterai yang bersarang di kerongkongannya.

Kondisi ini membuat Emmet harus menjalani pengangkatan kerongkongan sebanyak 4 inci (10,16 cm) karena asam dari baterai menyebabkan 2 bolongan pada kerongkongan dan trakeanya serta adanya kerusakan pada paru-paru.

Emmet telah menjalani 14 kali operasi dan mendapatkan anestesi sebanyak 20 kali dengan pemeriksaan X-ray sebanyak 200 kali. Ia pun harus dirawat di PICU (Pediatric Intensive Care Unit) selama lebih dari 19 minggu.

"Prognosisnya tidak bisa diketahui, tapi kami berharap yang terbaik untuknya bahwa suatu hari nanti Emmet bisa hidup dan makan dengan aman lagi," ujar Karla.

Karla berharap kejadian Emmet ini bisa menyadarkan betapa bahayanya menelan sebuah baterai. Kejadian ini sudah setahun yang lalu tapi Emmet masih harus berjuang untuk bertahan hidup dan melakukan beberapa hal untuk menghapus kerusakan yang ada.

"Baterai ini begitu kecil dan bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, karena teknologi yang terus maju dan barang elektronik semakin kecil sehingga rentan untuk tertelan. Karena itu amankan anak-anak dari apapun yang membahayakannya," ungkap Karla.

Sementara itu Michelle Chacon, salah satu perawat Emmet menuturkan baterai kecil lithium memiliki bahaya yang lebih besar karena ia tidak memiliki casing (pelindung) seperti halnya baterai AA.

"Dan baterai ini digunakan untuk banyak hal seperti remote kontrol, kartu ucapan yang menggunakan suara hingga jam tangan. Untuk itu anak-anak perlu dilindungi agar tidak bermain-main dengan baterai ini," ujar Chacon.

sumber:detikHealth

Kamis, 10 November 2011

Pria Loncat dari Lantai 4 Mal Taman Anggrek

Diduga, pria itu nekat mengakhiri nyawanya. Dia sebelumnya berlari sambil berteriak.


Aries Setiawan, Luqman Rimadi
ilustrasi bunuh diri  

 - Seorang pria nekat loncat dari lantai 4 mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. Peristiwa terjadi Kamis malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Seorang saksi bernama Ira Ulfahayati (22 tahun) menuturkan sebelum meloncat, pria itu berlari sambil berteriak.

"Saya dengar ada teriakan dari lantai 4. Tahu-tahu ada bunyi seperti orang jatuh, saya lihat setelah itu dia sudah tergeletak tak jauh dari lokasi pameran "Indonesia Trend Education 2012 ," ujar Ira, Kamis 10 November 2011.

Kejadian itu membuat para pengunjung mal kaget. "Karena di lokasi tersebut cukup ramai," ujar Ira.

Pengunjung maupun petugas keamanan mal tidak ada yang berani mendekat. "Semua orang nggak ada yang berani mendekat karena semua bingung," ucapnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai adanya aksi bunuh diri di Mall taman Anggrek, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanjung Duren, Ajun Komisaris Tedy Rachesna, membenarkan adanya aksi bunuh diri tersebut.

"Saat jatuh korban masih bergerak. Namun menurut informasi di lapangan korban tewas, saat ini telah dibawa ke Rumah sakit Sumber Waras," ujar Tedy. (ren)
• VIVAnews

Selasa, 08 November 2011

Bayi Terperangkap di Mesin Boneka

Bukan kali ini saja ada balita terjebak dalam mesin pengambil boneka di Negeri Kanguru.

Ismoko Widjaya, Indrani Putri
Bayi berusia 15 bulan terjebak di mesin boneka (dailytelegraph.com.au)

Frustasi karena tak mendapat mainan yang diinginkannya dari mesin permainan robot pengambil boneka, seorang balita laki-laki berusia 15 bulan di kota Townsville, Australia nekat masuk ke dalam mesin itu. Akibatnya fatal, ia sendiri terperangkap dalam mesin itu.

Bocah yang tak disebutkan namanya ini pada awalnya tampak senang saat bermain-main sendirian dengan mesin pengambil boneka di sebuah hotel di Townsville, Kamis pekan lalu pukul 19 waktu setempat.

Seperti dimuat Daily Telegraph, Senin 7 November 2011, bocah imut itu tampak mengincar sebuah mainan berbulu dalam kotak mainan dengan capit dalam mesin.

Keceriaannya berangsur lenyap saat capit yang diarahkannya berkali-kali gagal menjepit si boneka. Si bocah lantas merangkak memasuki mesin, mungkin untuk mengambil sendiri mainan incarannya.

Menyadari dirinya terjebak dalam kotak dan tak bisa keluar, ia lantas menangis sambil memukul-mukul kaca mesin sementara orang tuanya yang panik menunggu di luar. Pertolongan baru datang saat si bocah sudah jadi pusat perhatian para pengunjung hotel yang mengabadikan momen itu dengan kamera.

Si bocah berhasil bebas dari mesin setengah jam kemudian, setelah si pemilik mesin datang dengan membawa kunci untuk membuka mesin. Menurut paramedis, tak ada luka yang diderita si bocah.

Bukan kali ini saja ada balita terjebak dalam mesin pengambil boneka di Negeri Kanguru. Februari lalu, seorang bocah tiga tahun mengalami kejadian serupa saat sang ibu sedang lengah di sebuah pusat perbelanjaan di Lake Haven, Central Coast. (ren)
• VIVAnews

Senin, 07 November 2011

Wajah Bengkak Usai Warnai Rambut

"Aku tampak seperti Gajah”.

Lutfi Dwi Puji Astuti
Chloe Robins sebelum dan setelah mengalami alergi (Daily Mail)

Berharap bisa memiliki penampilan bak model, gadis 14 tahun bernama Chloe Robins mencoba untuk mengubah penampilannya. Chloe pun mulai dengan mengubah warna rambutnya. Tapi, alih-alih ingin cantik, gadis ini justru mengalami alergi.

Setelah menggunakan produk pewarnaan rambut, ukuran kepala Chloe menjadi dua kali lebih besar dari ukuran normalnya. Ia merasa, wajahnya berubah seperti ukuran gajah.

Melihat reaksi alergi yang dialaminya, ibu Chloe, Joanna langsung melarikan anaknya ke rumah sakit.

Seperti dikutip laman Daily Mail, sebelum reaksi alergi menimbulkan ukuran kepala lebih besar, remaja dari Swaythling, Southampton, Hampshire, merasa kulit kepalanya gatal setelah menggunakan pewarna semi-permanen hitam, yang berisi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD).

Tetapi kurang dari 48 jam kemudian kepala dan lehernya membengkak, lebih besar dua kali dari  ukuran normal, dan dia merasa kesakitan juga mengalami kesulitan bernapas. Dia pun mulai berteriak dan muntah sebelum ambruk pingsan.

Saat itu Chloe, berniat ingin mewarnai rambutnya sebagai bagian dari pesta kostum Halloween zombie-nya. Dia berkata, "Aku membelinya karena aku berdandan sebagai zombie dan saya pikir itu akan baik-baik saja,” katanya.

"Tapi kepala saya mulai gatal dan seperti orang gila. Kemudian timbul ruam mengerikan di kepala saya kemudian mulai menyebar dan bengkak. Aku sakit dan saya sangat takut. Saya pikir saya akan mati karena pewarna rambut”.

Setelah mengalami reaksi alergi parah, Chole bercermin. Wajahnya terlihat begitu berbeda.  “Mukaku bulat seperti piring, dan mataku tampak seperti katak. Rasanya seperti gajah."

Chole memang sejak lama bercita-cita menjadi model. Ibunya pun sempat membantu Chloe menerapkan pewarna rambut di kepalanya Sabtu malam, dan Chloe mulai mendapatkan reaksi alergi pada hari Minggu pagi.

"Dia benar-benar ingin merubah penampilannya untuk Halloween. Tapi lihat , apa yang terjadi. Pori-pori di kepala seperti mengalir nanah kuning. Kami bahkan tidak mengenalinya. Kami tidak tahu kapan itu akan berhenti. Kami pikir kepalanya akan meledak,” ujar Joanna.

Akibat reaksi alergi ini, Chloe dan ibunya takut mimpi Chole menjadi model sirna gara-gara produk pewarna rambut. "Orang perlu tahu apa PPD. Para dokter yang merawat Chloe mengatakan ini adalah masalah yang sangat umum. "

Meski sudah mengalami reaksi alergi parah, sayangnya Joanne dan putrinya belum mau mengungkapkan merek pewarna rambut yang mereka gunakan. Katanya, ini demi menghindari proses hukum terhadap perusahaan. Ia hanya mengatakan, bahwa produk ini termasuk produk merek ternama.

Seorang pengacara asal Manchester Greg Almond pun telah meluncurkan kampanye melarang PPD dan mempertanyakan pada pemerintah soal masalah ini.

"Diperkirakan ada satu juta pengguna produk ini di Inggris. Ini bisa menjadi masalah karena PPD banyak digunakan di produk perawatan rambut. Harus ada tindakan yang diambil,” katanya. Ia mengatakan PPD bisa berbahaya, dan dapat menyebabkan dermatitis.

Ahli kulit kepala dan rambut Carol Walker, dari Birmingham Pusat Trichology  menambahkan, "Saya telah menyerukan larangan dan pembatasan pada produk mengandung PPD untuk beberapa tahun. Saya juga berharap kita bisa memaksa pemerintah menyelidiki masalah ini."

Sebelumnya, remaja 17 tahun, Tabatha McCourt mengalami kejadian tragis  saat  mewarnai rambutnya. 20 Menit setelah mengecat rambut, gadis ini menjerit-jerit kesakitan hingga menarik-narik rambut dan muntah sebelum pingsan di rumah seorang temannya.

Tabatha lalu dibawa ke rumah sakit di Lanarkshire untuk memperoleh perawatan. Namun dia tak tertolong, dan meninggal dunia hari itu juga. Para dokter tengah menyelidiki kemungkinan dia menderita reaksi alergi langka akibat bahan kimia hidrogen peroksida dalam pewarna rambut tersebut.
• VIVAnews

Jumat, 28 Oktober 2011

VIDEO: Diduga Mangsa Manusia, Buaya Diburu



Sebelumnya, satu anak dilaporkan hilang. Warga membedah perut dua buaya yang ditangkap itu

Eko Huda S

warga tangkap buaya (REUTERS/Sukree Sukplang)
 Warga di sekitar Sungai Bolali, Sulawesi Barat ramai-ramai melampiaskan kemarahan pada dua buaya yang mereka tangkap. Pasalnya, buaya-buaya itu diduga telah memangsa salah satu warga sekitar.

Sebelumnya, satu anak dinyatakan hilang dan diduga dimakan buaya sungai ini. Hingga kini, mayatnya belum ditemukan. Perburuan ini untuk memastikan tidak ada warga lagi yang menjadi korban buaya-buaya ini.

Dua buaya itu diseret ke daratan. Salah satu buaya yang ditangkap itu memiliki panjang mencapai 5 meter.

Untuk mencari anak yang hilang itu, warga membedah perut dua buaya tersebut. Namun, tidak ditemukan sisa tubuh korban. Tak hanya membedah perut sang buaya, warga juga beramai-ramai mengulitinya.

Warga sekitar menyatakan masih khawatir dengan keberadaan buaya-buaya di sungai itu. Sehingga mereka berniat melanjutkan perburuan ini agar tidak jatuh korban lagi.

untuk melihat vidionya klik di sini