Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Yang Sebaiknya Dilakukan Pada Malam Sebelum Pesta Pernikahan

img Sebagai pasangan yang akan menjalani pesta pernikahan, tentu saja ada banyak hal yang harus Anda persiapkan dengan matang. Tidak lagi mengurus gedung, katering, dan gaun pengantin, tetapi Anda harus menyiapkan fisik jelang hari bahagia keesokan harinya.

Anda tentu ingin tampil sempurna di hari pernikahan, bukan? Agar terlihat memukau dan tidak ambruk akibat kelelahan mempersiapkan ini-itu, ada baiknya Anda mengikuti beberapa tips yang dilakukan sebelum pesta pernikahan seperti yang dikutip Get Wed berikut ini.

Hindari Makan Padat
Jika Anda tidak ingin gaun pengantin yang sudah dipersiapkan beberapa bulan lalu mendadak sempit karena berat badan naik, hindarilah memakan makanan padat saat malam sebelum pesta pernikahan. Pilihlah nasi merah dan beberapa potong daging ayam atau ikan, lalu tutup dengan buah. Makanlah secukupnya dan jangan berlebihan.

Menyusuri Kenangan
Buka lagi album foto terdahulu. Lihat lagi kenangan Anda bersama pasangan sewaktu masih berpacaran dulu. Dengan 'berjalan' menyusuri kenangan itu, Anda akan menyadari seberapa jauh perjalanan yang sudah ditempuh. Anda pun akan bersemangat untuk melanjutkan tahap hidup selanjutnya bersama dengan pasangan.

Berlatih Pidato dan Sumpah Pernikahan
Berpidato saat hari pernikahan tentu sangat berbeda dengan pidato pada acara-acara lainnya. Meski Anda memegang sebuah catatan untuk dibaca, Anda akan merasa grogi jika Anda tidak berlatih sebelumnya. Hal lain yang harus Anda lakukan di malam sebelum pesta pernikahan adalah berlatih membaca pidato dengan baik dan benar di hadapan tamu undangan.

Cobalah untuk berimprovisasi agar tidak terkesan kaku dan sisipkanlah humor. Berlatihlah di depan cermin atau mintalah seorang teman merekamnya dengan video, lalu ulangi lagi sampai Anda benar-benar merasa cukup.

Memanjakan Diri
Kesibukan mempersipakan pernikahan yang melelahkan dapat mempengaruhi wajah Anda saat berdiri di pelaminan. Manjakan diri sejenak dengan pergi ke salon. Lakukanlah beberapa perawatan seperti creambath, pijat, dan treatment lainnya agar Anda dapat merasa relaks saat hari bahagia tiba.

Membuat Daftar
Sebagai seseorang yang akan memiliki ‘kehidupan’ baru, tentu saja ada beberapa hal baru yang harus dikerjakan. Sebelum mengerjakan semua hal baru itu, ada baiknya Anda membuat daftarnya terlebih dahulu. Buatlah daftar hal-hal apa saja yang ingin Anda lihat, lakukan, dan ingin dicapai bersama. Anda dapat membuat daftar seperti pergi liburan, anak-anak, hewan peliharaan, dan rencana membangun bisnis.

Tidur
Hal terpenting yang harus Anda lakukan di malam sebelum hari pernikahan adalah tidur. Meski beberapa pasangan yang akan menikah mengaku sulit tidur di malam jelang pernikahannya, namun Anda harus memaksakan diri untuk tetap tidur dengan cukup. Pastikan Anda tidak menggunakan obat tidur atau sejenisnya, karena hal tersebut akan berdampak tidak baik keesokan harinya.

Sabtu, 10 November 2012

Hal-hal yang Boleh & (Sebaiknya) Tidak Diceritakan kepada Suami

img Kejujuran adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap pasangan, terlebih jika sudah menikah. Namun meski berada dalam satu atap, tidak semua hal dapat diceritakan kepada pasangan. Ada beberapa hal yang memang harus didiskusikan, tetapi beberapa hal lainnya lebih baik disimpan sendiri.

Penting bagi Anda untuk mengetahui dan memastikan kapan waktu untuk berbicara dan kapan waktunya harus bersikap tenang, karena selain dapat menjaga hubungan Anda dengan pasangan, merahasiakan beberapa hal juga dapat membantu Anda untuk meminimalisir masalah rumah tangga. Seperti yang dikutip oleh Canadian Living, berikut adalah 10 hal yang boleh dan tidak boleh diceritakan kepada suami.

Hal yang boleh diceritakan kepada suami:

1. Rincian Keuangan
Membicarakan masalah keuangan adalah hal penting dalam sebuah pernikahan. Anda dan pasangan dapat berdiskusi mengenai pemasukan dan barang-barang apa saja yang boleh dibeli untuk kebutuhan rumah. Berdiskusi adalah hal penting untuk merekatkan hubungan Anda dengan pasangan.

Seperti yang dikatakan Terri Orbuch dalam bukunya 5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Great. "Ketika kedua pasangan terlibat dalam suatu diskusi untuk pembelian besar, masing-masing dari mereka akan merasa menjadi bagian dari suatu tim. Hal itu penting dilakukan untuk kebahagiaan pernikahan.”

2. Apa yang Anda Suka dan Tidak Saat di Tempat Tidur
Mungkin agak sulit bagi Anda untuk membicarakan kehidupan seks dengan pasangan, tetapi itu adalah hal penting yang harus dibicarakan berdua. Temukan waktu yang tepat untuk mengatakannya dan pastikan hal tersebut tidak akan menyakiti hatinya. Ingatlah, bahwa selalu ada beberapa cara untuk mengatakan sesuatu.

3. Pertemuan Keluarga yang Tidak Menyenangkan
Anda pasti ingin selalu menjaga perasaan pasangan Anda, tetapi jika setiap pertemuan keluarga membuat Anda tak nyaman, sampaikan kepadanya. Katakan bahwa salah seorang keluarganya ada yang mengganggu Anda. Mintalah ia untuk menyampaikan beberapa ide yang dapat membantu mengatasi hal tersebut, dan memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan saat berada di kondisi yang sama di kemudian hari.

4. Masalah Kesehatan
Hal lain yang perlu Anda bicarakan kepada pasangan adalah masalah kesehatan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, pasangan akan membantu Anda mencari beberapa alternatif dan membuat keputusan.

5. Rincian Pekerjaan dan Kehidupan Sosial
Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa 98% pasangan yang bahagia mengatakan bahwa mereka saling mengenal dan memahami pasangannya. Menceritakan tentang pekerjaan dan kehidupan sosial kepada pasangan merupakan salah satu indikator yang membuat hubungan menjadi lebih intim.

Hal yang Tidak Harus Diceritakan Kepada Suami:

1. Komentar Negatif
Pasangan Anda tidak perlu mendengar komentar-komentar negatif dari keluarga dan teman-teman Anda tentang dirinya. Anda tentu menginginkan keluarga dan teman-teman menyukai pasangan Anda dan sebaliknya, bukan? Jadi, simpanlah segala komentar tidak menyenangkan itu dan bersikaplah seperti biasa.

2. Mengatakan Hal-hal yang Tidak Bisa Diubah
Beberapa wanita ingin sekali pasangannya terlihat menarik di depan orang banyak, salah satunya dengan memberikan kritik. Jika hal itu yang Anda lakukan, berhentilah. Selalu mengomentari rambut yang mulai rontok dan membuat si dia tampak botak, serta mempermasalahkan tinggi badannya adalah sikap yang tidak baik. Bersikaplah terbuka dan menerima setiap kekurangan yang dimiliki pasangan Anda.

3. Menceritakan Rahasia Teman
Jika seorang teman menceritakan sesuatu dan meminta untuk merahasiakannya, simpanlah baik-baik rahasia tersebut, termasuk kepada suami. Anda sama sekali tidak berkewajiban untuk berbagi rahasia orang lain dengan pasangan, terlebih apabila yang diceritakan merupakan pengalaman pribadinya.

4. Perasaan Negatif Tentang Keluarganya
Anda mungkin tidak menyukai keluarganya, tapi sebaiknya simpanlah komentar-komentar negatif tentang mereka untuk diri Anda sendiri. Jika ternyata Anda memiliki masalah terhadap salah seorang anggota keluarganya, mintalah beberapa saran untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi, jangan terlalu berlebihan. Hindari mengungkapkan perasaan negatif yang berlebihan kepada pasangan.

5. Menyukai Seseorang
Tidak masalah jika Anda mengagumi seseorang, tetapi Anda tidak perlu memberi tahu pasangan, terlebih jika ia mengenal orang tersebut. Bukan hanya akan membuatnya cemburu, mengatakan bahwa ada seseorang yang telah membuat Anda tertarik juga akan membahayakan hubungan Anda dan pasangan. Lagipula bisa jadi itu adalah perasaan sesaat.

Sabtu, 20 Oktober 2012

12 Fakta Mengejutkan Tentang Perselingkuhan

img Pernikahan tidak bahagia umumnya menjadi pemicu suami untuk berselingkuh. Namun, tidak selamanya kondisi tersebut benar. Penelitian yang dilakukan oleh Rutgers University menemukan bahwa 56% pria yang berselingkuh mengaku memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia.

Berikut adalah 12 fakta mengejutkan tentang perselingkuhan seperti dikutip dari Woman's Day. Ini enam di antaranya. Sisanya? Tunggu di artikel selanjutnya!

1. Kebanyakan Pria Masih Mencintai Istrinya Saat Berselingkuh
Pria yang sedang berselingkuh bukan berarti tidak mencintai istrinya lagi. Menurut psikolog Andra Brosh, PhD, perselingkuhan umumnya terjadi saat keluarga sedang dibentuk dengan kehadiran buah hati yang mengurangi waktu berduaan Anda dan suami. Untuk menghindarinya, rencanakanlah kencan romantis, sediakan waktu untuk berhubungan intim, dan diskusikan impian dan mimpi Anda bersama suami.

2. Pria Umumnya Berselingkuh dengan Wanita yang Dikenal
Jika Anda berpikir bahwa pria cenderung berselingkuh dengan wanita yang tidak dikenalnya, maka anggapan Anda tersebut salah. Menurut pakar seks Mary Jo Rapini, hubungan asmara umumnya dimulai dari persahabatan terlebih dahulu. Faktanya, lebih dari 60% perselingkuhan dimulai dari kantor. Untuk itu, buatlah suami Anda merasa lebih dekat dengan Anda daripada rekan kerjanya.

3. Pria Berselingkuh untuk Menyelamatkan Pernikahannya
Menurut terapis pernikahan Susan Mandel, PhD, pria mencintai istrinya namun tidak tahu bagaimana cara untuk mengatasi masalah pernikahan mereka. Oleh karena itu pria kemudian mencari seseorang untuk mengisi kekosongan yang dirasakannya karena tidak ingin melibatkan istri. Setelah kekosongan tersebut terpenuhi karena pelarian bersama selingkuhan, pria cenderung merasa bahagia dengan kehidupan pernikahannya.

4. Pria Membenci Dirinya Sendiri Setelah Berselingkuh
Pria yang berselingkuh cenderung dianggap tidak berperasaan, namun ternyata anggapan itu tidaklah benar. Ahli percintaan Charles J. Orlando mengatakan kenyataannya pria merasa menyesal setelah mengecewakan istri yang dicintainya. Pelaku perselingkuhan tersebut juga merasa dirinya telah gagal sebagai seorang pria.

5. Pria Lebih Agresif Terhadap Istri Saat Perselingkuhan Dimulai
Saat baru memulai perselingkuhan, pria menjadi lebih aktif secara seksual karena gairahnya yang menjadi tinggi dan Anda masih menjadi pelampiasan satu-satunya. Jika Anda melihat perubahan suami yang menjadi lebih agresif saat bercinta, berhati-hatilah karena nantinya saat perselingkuhan sudah berjalan lebih jauh maka si dia bisa meninggalkan Anda.

6. Perselingkuhan yang Dilakukan Wanita Bisa Lebih Parah dari Pria
Penelitian yang dilakukan Indiana University menunjukkan bahwa persentase pria dan wanita yang berselingkuh adalah sama, namun alasannya berbeda. Jika pria berselingkuh karena alasan seksual, wanita cenderung selingkuh untuk mendapatkan kepuasan secara emosional. Menjadi dekat secara emosional lebih menghancurkan pernikahan dibandingkan dekat karena alasan seksual.

7. Istri Biasanya Tahu Suaminya Berselingkuh
Istri yang mengetahui bahwa suaminya berselingkuh cenderung menyangkal hal itu dalam hatinya sendiri. Alasan istri tidak ingin membesar-besarkan perselingkuhan yang dilakukan suami biasanya karena alasan kejiwaan anak, tidak mau dipermalukan, dan menghindari perceraian.

8. Pernikahan Tidak Akan Terselamatkan Jika Suami Berselingkuh
Wanita cenderung berubah sikapnya setelah menikah sehingga membuat suami merasa lelah dengan pertengkaran di rumah dan mencari energi positif dari selingkuhannya. Dalam kondisi seperti itu, umumnya pernikahan akan hancur kecuali jika Anda berhasil membuat si dia berpikir bahwa Anda adalah satu-satunya wanita yang dicintainya. Untuk itu, terapis pernikahan Susan Mendel, PhD., menyarankan janganlah bersikap negatif seperti sering memarahi suami dan sesekali berikanlah kejutan romantis kepadanya.

9. Perselingkuhan Dapat Memperbaiki Pernikahan
Menurut pakar percintaan yang juga penulis 'The Problem with Women...Is Men', Charles J. Orlando, tidak selamanya perselingkuhan dapat menghancurkan pernikahan, kadangkala hal itu justru dapat memperbaiki pernikahan. Saat berselingkuh, bisa saja suami merasa bahwa Anda adalah satu-satunya wanita yang dicintainya karena perselingkuhan yang dijalaninya tidak seindah harapannya. Namun pertimbangkanlah sebelum kembali ke pelukan suami yang telah berselingkuh, karena jika dia tidak bisa mengontrol dirinya maka bisa saja terjadi perselingkuhan lagi di kemudian hari.

10. Setelah Pernikahan Diperbaiki, Suami Masih Bisa Merindukan Selingkuhannya
Walaupun setelah perselingkuhan, pernikahan Anda bisa pulih kembali, tidak tertutup kemungkinan suami Anda masih merindukan selingkuhannya. "Kesenangan, tidak harus bertanggung jawab, dan seks adalah perasaan yang umumnya membuat suami merasa rindu dengan selingkuhannya," ujar Orlando.

11. Pria yang Berselingkuh Sadar Sedang Menyakiti Istri dan Keluarganya
Pria yang berselingkuh mungkin saja sadar bahwa tindakannya tersebut berpengaruh buruk bagi dirinya sendiri serta istri dan keluarganya. Namun, kenapa dia tetap meneruskan perselingkuhannya? "Jika dia merasa tidak diinginkan dan dihargai, kebutuhannya untuk merasakan diinginkan, dinilai dan dihargai itu lebih menguasainya," jelas Orlando.

12. Bukan Salah Istri Jika Suami Berselingkuh
Perselingkuhan dilakukan berdasarkan keputusan yang diambil seseorang. Pria yang berselingkuh cenderung lari dari kenyataan yang ada, misalnya komunikasi dengan istri yang tidak baik. Oleh karena itu, saran psikolog Andra Brosh, PhD, camkan bahwa bukanlah kesalahan Anda jika suami berselingkuh karena seharusnya permasalahan rumah tangga yang ada dapat diselesaikan bersama-sama.

Kamis, 18 Oktober 2012

10 Aturan Tidak Tertulis Soal Pernikahan yang Perlu Anda Ikuti (Bag. 2)

img Pasangan harus setia, jujur dan selalu ada di saat sulit maupun senang, itulah aturan tidak tertulis yang selama ini diketahui mengenai pernikahan. Selain tiga hal itu, masih ada aturan-aturan tidak tertulis lainnya yang terkesan sepele, namun perlu Anda ikuti. Setelah bagian pertamanya, berikut ini bagian kedua dari 10 aturan tersebut menurut pendapat para ahli seperti dipaparkan pada Womans Day:

6. Jangan Ributkan Semua Hal
Dalam keseharian, banyak hal yang bisa jadi bahan pertengkaran pasangan. Mulai dari kebiasaannya yang sering lupa menutup pasta gigi atau kealpaannya melakukan kewajiban membuang sampah. Kalau semuanya ingin Anda pertengkarkan sebenarnya bisa saja. Namun psikolog asal Florida, LeslieBeth Wish, EdD menyarankan sebaiknya pilih dengan baik mana hal penting yang perlu diperdebatkan dengan suami. "Anda harus bisa mengatakan ini tidak penting," ujarnya.

Meski tidak semua hal harus Anda ributkan, tapi sebaiknya Anda jangan juga serin memendam perasaan atau dendam. Jika memang ada masalah yang menurut Anda penting, katakan saja pada pasangan. "Katakan pada pasangan kenapa itu mengganggu Anda dan Anda butuh bekerjasama dengannya untuk mendapatkan solusi," jelas Dr. Wish.

7. Hindari Mengungkapkan Urusan Pribadi ke Publik
Di era sosial media yang makin digemari ini, mengungkapkan hal pribadi ke publik banyak dilakukan orang. Namun tidak semua orang senang melakukan hal itu, bisa jadi termasuk Anda atau pasangan. Jika memang salah satu dari Anda tidak suka membuka segala masalah ke publik, sebaiknya Anda menghormati pendapat tersebut. "Diskusikan aturan dasar mengenai hal ini," ujar Deb Castaldo, PhD, terapis pernikahan yang juga profesor di Rutgers University School of Social Work.

Ditambahkannya, sebaiknya pasangan juga menghindari mencurahkan kemarahan atau kesedihan mereka soal pernikahan di situs jejaring sosial. "Malah akan merusak ketika mengungkapkan pertengkaran di Facebook," jelas Dr. Castaldo.

8. Matikan atau Jauhkan Ponsel untuk Sementara Waktu
Usahakan Anda dan pasangan punya quality time di mana ketika hal itu dilakukan sebaiknya seluruh gadget tidak ada di antara kalian. Ketika perhatian Anda teralihkan sementara dia sedang bicara, pasangan tentunya akan merasa dirinya tidak penting.

"Pahami konsep perbandingan: berapa lama Anda menghabiskan waktu dengan gadget dan berapa lama Anda menghabiskan waktu dengan keluarga," jelas Dr. Wish. Ia menyarankan buat aturan yang memang disepakati bersama, misalnya tidak boleh ada ponsel di meja makan selama makan malam bersama.

9. Hindari Mengucapkan Kata 'Cerai'
Sepanas apapun pertengkaran Anda dengan pasangan, sebaiknya jangan mengancam untuk keluar dari rumah dan meminta cerai. Kata tersebut, selain bisa menyakiti pasangan, jika diucapkan terlalu sering juga bisa hanya dianggap sebagai gertakan. "Kita sering bertindak di mana kemarahan kita melegalkan kita melakukan atau mengucapkan apapun," ujar psikolog dan penulis buku 'Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up', Harriet Lerner, PhD. "Tapi mengancam cerai itu tidak akan berguna dan hanya membuat kemungkinan Anda berpisah dengan pasangan semakin besar," tambahnya.

10. Selalu Nomorsatukan Pasangan
Menomorsatukan pasangan pastinya ada dalam prinsip Anda. Namun dalam prakteknya seringkali hal itu sulit dilakukan. Ada banyak hal yang pada akhirnya membuat pasangan menjadi orang nomer dua, tiga dan seterusnya. Misalnya saja ketika Anda lebih mementingkan hobi, teman atau gadget. Semuanya itu bisa jadi saingan pasangan untuk mendapatkan perhatian Anda.

"Pasangan yang bahagia memiliki konflik yang sama banyaknya dengan pasangan yang cerai, tapi mereka tahu bagaimana melaluinya," jelas Dr. Castaldo. "Pasangan harus punya batasan kuat di sekeliling mereka dan mereka tidak seharusnya membiarkan apapun masuk di antara mereka," tambahnya.
sumber:wolipop.com

Rabu, 17 Oktober 2012

50% Orang Bisa Tahu Pasangannya Selingkuh dari Cara Tidurnya

img Cara atau gaya tidur seseorang bisa menggambarkan banyak hal. Survei terbaru di Inggris, 50% orang merasa bisa tahu pasangannya selingkuh atau tidak dari cara tidurnya. Ketika pasangan mereka tidur dengan posisi yang tidak biasanya, biasanya kecurigaan itu muncul.

Survei tersebut dibuat oleh grup bisnis perhotelan Travelodge bekerjasama dengan psikolog percintaan Inggris, Corrine Sweet. Dari riset itu terungkap hampir 2/3 wanita menjadi lebih waspada di tempat tidur ketika pasangan mereka berubah sikap ketika tidur.

Seperti dikutip dari Daily Mail, riset Travelodge ini juga memaparkan adanya tren baru yaitu pasangan kini lebih memilih tidur terpisah. Satu dari 10 pasangan mengakui mereka tidur terpisah agar bisa tidur lebih nyenyak di malam hari. Seperempat pasangan berusia 35 tahun ke bawah, yang sebenarnya sedang aktif secara seksual, juga berpikir untuk melakukan hal serupa. 

Tidur terpisah ini dilakukan karena satu dari empat pasangan sering bertengkar di kamar karena mereka jadi selalu terbangun akibat kebiasaan buruk pasangannya seperti mendengkur. Pasangan sekarang ini juga ingin punya area yang lebih luas ketika tidur. Lebih dari 1/2 pasangan membeli tempat tidur ukuran King Size untuk mendapatkan keinginan mereka itu.

Meski ingin tempat tidur yang lebih luas, lebih dari 50% orang mengaku mereka tetap senang untuk berpelukan. Setengah dari responden mengaku merasa kehidupan seks mereka lebih baik jika lebih sering tidur sambil berpelukan. 67% pria juga meyakini hal tersebut. 34% pria bahkan merasa tidak nyaman jika mereka tidak berpelukan dengan pasangan di tempat tidur. Sementara untuk wanita, hanya 26% yang merasakan hal itu.

Apapun gaya tidur Anda dan pasangan, menurut Corrine Sweet yang membuat riset ini, posisi saat seseorang tidur nyenyak menunjukkan bagaimana perasaan mereka sebenarnya. Hal itu karena saat tidur, seseorang tidak bisa memalsukan bahasa tubuhnya. Di waktu tidur itulah orang menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya. "Posisi tidur bisa menunjukkan banyak hal tentang hubungan Anda," kata Sweet.

10 Aturan Tidak Tertulis Soal Pernikahan yang Perlu Anda Ikuti (Bag. 1)

imgPasangan harus setia, jujur dan selalu ada di saat sulit maupun senang, itulah aturan tidak tertulis yang selama ini diketahui mengenai pernikahan. Selain tiga hal itu, masih ada aturan-aturan tidak tertulis lainnya yang terkesan sepele, namun perlu Anda ikuti. Berikut ini 10 aturan tersebut menurut pendapat para ahli seperti dipaparkan pada Womans Day:

1. Jangan Mengritik Langsung Orangtua Pasangan
Ketika mertua melakukan sesuatu yang membuat kesal, pastinya Anda ingin langsung menumpahkan kekesalan tersebut pada suami. Menurut psikolog asal Florida, LeslieBeth Wish, EdD, tindakan tersebut tidak sepenuhnya benar untuk dilakukan. Ketika Anda mengkritik tindakan mertua, biasanya suami akan bersikap defensif. "Ketika Anda berada dalam posisi A, pasangan pasti akan memilih berada di posisi B," ujarnya. Sebelum langsung marah-marah, coba tempatkan dulu posisi Anda pada posisinya.

2. Jujur Jika Anda Berteman Lagi dengan Mantan
Apapun yang berhubungan dengan mantan jika dirahasiakan bisa membawa masalah. "Kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan, kenapa harus disembunyikan," saran Deb Castaldo, PhD, terapis pernikahan yang juga profesor di Rutgers University School of Social Work.

Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang biasanya membangkitkan kembali kenangan dengan mantan. Meskipun Anda sudah tidak punya perasaan apapun, koneksi dengan mantan tersebut sebaiknya jangan disembunyikan dari pasangan. "Itu bisa memicu pada ketidakjujuran," ujar Castaldo.

3. Jangan Menashati Sekaligus Mengoreksi
Ketika pasangan mengajak Anda mengobrol mengenai masalahnya, biasanya hal itu karena dia butuh orang yang mau mendengarkan dan mendukungnya. Jadi sebaiknya jangan langsung memberikan nasihat yang tidak diminta atau malah mengoreksi tindakannya.

"Kita terkadang memberikan nasihat karena mencoba membantu, tapi itu bisa dianggap kritikan ketika Anda terlalu banyak memberikan koreksi," ujar psikolog dan penulis buku 'Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up', Harriet Lerner, PhD.

Harriet menyarankan biarkan pasangan memutuskan sendiri terlebih dulu. "Yang terpenting dalam sebuah hubungan bukan bagaimana semuanya menjadi 'benar', tapi bagaimana pasangan berdedikasi untuk berkontribusi memberikan kebahagiaan satu sama lain," jelasnya.

4. Stop Mengerjakan Semuanya Sendiri
Biasanya karena tidak suka hasil pekerjaan suami, Anda memilih mengerjakan seluruh urusan rumah tangga sendirian, mulai dari menyapu hingga menyetrika pakaian. Bukan hanya pekerjaan rumah saja, beberapa wanitamemilih mengambil alih urusan keuangan ketika tahu suami mereka teledor. Jika semua itu Anda lakukan, stop dari sekarang. "Pihak yang menjadi penyelamat bisa jadi kelelahan karena harus melakukan itu terus," ujar Dr. Wish.

Cobalah untuk mulai meminta bantuan pasangan. Kalau Anda tidak suka dengan hasil pekerjaannya, beritahu kesalahannya di mana agar dia bisa belajar. Anda juga bisa memberi contoh langsung. Ketika Anda meminta bantuan, ini akan membuat pasangan merasa kalian memang satu tim dalam menjalani rumah tangga.

5. Jangan Ungkit Pertengkaran yang Sudah Lewat
"Orang sering membahas lagi pertengkaran lama karena sebelumnya masalah itu belum selesai," ujar Dr. Castaldo. Jika memang Anda sering menumpuk masalah tanpa menyelesaikannya, ini bisa membahayakan pernikahan. Menurut Dr. Castaldo sangat penting untuk pasangan menyelesaikan perselisihan mereka saat itu juga. Jika memang pada akhirnya pasangan tetap saling tidak sepakat, akhiri di sana, dan hargai pendapat masing-masing.
sumber:wolipop.com

Sabtu, 28 Juli 2012

6 Hal yang Diinginkan Pria Saat Malam Pertama

imgBagi pasangan yang baru menikah, malam pertama menjadi momen yang paling penting dan mungkin tak akan dilupakan seumur hidup. Jadi ketika momen malam pertama akhirnya datang, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk menikmati keintiman bersama pasangan. Sebagai mempelai wanita, Anda perlu mengetahui hal-hal apa saja yang diinginkan pasangan di malam pertama, seperti yang dikutip dari Huffington Post.

1. Tatapan Penuh Hasrat dari Sang Wanita
Demi mewujudkan malam pertama yang spesial, pria biasanya akan menyiapkan champagne, menghias kamar dengan lilin dan kelopak bunga mawar serta menyetel musik romantis. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan: melihat tatapan penuh hasrat dari pasangan yang memberitahu bahwa dia tak bisa menolak sang pria. Jadi tunjukkanlah kalau usahanya itu membuahkan hasil dan berikan dia tatapan sensual yang menggoda. 

2. Lingerie
Pria suka melihat wanita mengenakan lingerie, tapi lebih suka lagi melihat pasangannya melepaskan lingerie tersebut. Semakin eksotis cara Anda menanggalkan busana, akan semakin baik. Pria adalah makhluk visual dan menyajikan 'pemandangan' sensual di depan si dia merupakan hadiah malam pertama terbaik baginya. 

3. Aksesori
Percaya atau tidak, pria juga memperhatikan hal-hal detail yang dikenakan wanita. Dia mengamati sepatu, perhiasan bahkan cat kuku yang Anda pakai. Pria menginginkan Anda memakai itu semua, terutama saat tak memakai busana.

4. Foreplay
Meskipun pria biasanya enggan melakukan foreplay, tapi di malam pertama justru ini yang mereka dambakan. Goda si dia dengan obrolan 'nakal', sentuhan atau pijatan sensual.

5. Kejutan
Pria suka kejutan, apalagi jika itu berhubungan dengan seks. Agar malam pertama lebih menggairahkan, tidak ada salahnya Anda menambahkan 'bumbu' saat melakukannya. Misalnya saja dengan berganti peran atau mengenakan lingerie dengan warna mencolok.

6. Pujian
Saat malam pertama, apalagi yang paling diharapkan pria selain bisa memberikan kepuasan pada pasangannya? Setelah sesi bercinta yang melelahkan, bahagiakan pasangan dengan memberikan pujian betapa hebat aksinya tadi malam. Pria suka bila egonya dinaikkan dan memujinya, adalah cara paling efektif.

Kamis, 19 Juli 2012

8 Strategi Agar Disayang Mertua

img Pernikahan tidak hanya menyatukan cinta Anda dan pasangan, tapi juga keluarga kedua belah pihak. Namun, tidak sedikit wanita yang mempunyai masalah dengan mertua mereka. Untuk itu, ada beberapa cara agar Anda dapat membina hubungan baik dengan orangtua pasangan.
 
Bagaimana bisa membangun hubungan yang harmonis dengan mertua? Simak delapan strategi agar Anda disayang mertua yang dikutip dari WebMD.

1. Banyak Ngobrol dengan Mertua
Ada pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Oleh karena itu, Anda perlu mengenal orangtua pasangan lebih dekat. Jangan malah menghindari sang mertua karena Anda tidak mau terlibat masalah dengannya. Luangkan waktu sesering mungkin untuk berbincang-bincang dengan 'ibu' baru Anda agar hubungan bisa semakin akrab.

2. Bertemu Mertua dengan Pikiran Tenang
Sebelum bertemu dengan mertua, ada baiknya kalau Anda tidak dalam keadaan marah atau jengkel. Jika memendam perasaan tersebut saat bertemu mertua, Anda menjadi lebih sensitif dan tersinggung yang bisa berdampak buruk terhadap hubungan ke depannya. Biarkan diri merasa ringan seakan tidak ada masalah sehingga bisa membangun suasana yang hangat bersama orangtua pasangan. Di samping itu, istirahat yang cukup agar tubuh rileks sehingga tidak terbawa emosi ketika mertua bersikap 'tidak enak' dengan Anda.

3. Bersikap Lembut dan Penuh Kasih dengan Mertua
Salah satu cara mengambil hati mertua adalah dengan menunjukkan sikap baik dan kasih Anda kepada orangtua suami. Anda bisa rencanakan pesta ulang tahunnya, memasak makanan favorit mertua, atau memberikan mereka hadiah yang sedang diinginkan. Dengan cara ini, mertua akan semakin menyayangi Anda.

4. Jadilah Diri Sendiri
Bagaimana pun sempurnanya mertua Anda, tetaplah jadi diri sendiri. Jangan mengubah seluruh hidup Anda hanya karena ingin terlihat baik di mata mertua. Jika Anda melakukan hal-hal yang positif serta berusaha mendekatkan diri dengan mereka, pasti orangtua pasangan menghargai usaha Anda.

5. Tidak Bertengkar dengan Mertua karena Anak Anda
Jangan mendebatkan anak dengan mertua hanya karena hal sepele. Misalnya ibu mertua membelikan anak Anda mainan, tapi Anda tidak suka kalau si kecil diberikan mainan tersebut, Anda lalu marah dan berdebat dengan orangtua suami. Hal itu seharusnya tidak terjadi. Kalau Anda merasa tidak suka dengan sesuatu yang dilakukan oleh mertua kepada si kecil, lebih baik hargai terlebih dahulu pemberiannya. Kemudian, berbicara mengenai ketidaksukaan Anda berdua mertua saat sedang santai disertai alasan yang jelas.

6. Hormati Hak Mertua
Mungkin orangtua pasangan Anda sudah lanjut usia, tapi masih tetap segar. Di suatu waktu, Anda menemukan mereka sedang mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Biarkan hal itu terjadi sesekali. Hormati hak mereka menikmati makanan kesukaannya. Anda hanya perlu mengingatkan mertua agar tetap mejaga kesehatan.

7. Pikirkan Pasangan dan Anak Anda
Mungkin Anda mempunyai hubungan yang kurang baik dengan mertua. Anda merasa orangtua suami terlalu menuntut. Namun, kuncinya Anda harus sabar dan berusaha melakukan yang terbaik demi pasangan serta si buah hati. Mencoba lebih akrab dengan mertua. Jangan menyerah kalau baru satu kali berusaha. Lakukan terus hingga mertua respek terhadap Anda.

8. Berpikir Positif
Jika mertua termasuk orang yang sulit didekati, jangan marah atau jengkel menghadapinya. Coba pikirkan hal-hal positif ketika bersama mereka. Ingat, bahwa dia yang menghadirkan suami Anda dan betapa sayangnya suami dengan orang tuanya. Hal positif tersebut membantu perasaan kesal menjadi lebih ringan sehingga Anda bisa lebih baik saat berusaha membangun hubungan yang harmonis dengan mertua.

Ini Pentingnya Merayakan Ulang Tahun Pernikahan

img Bagi pasangan yang telah bertahun-tahun bersama mungkin hari ulang tahun pernikahansudah menjadi hal yang biasa. Kebanyakan pasangan tidak lagi merayakannya dengan sesuatu yang spesial seperti di awal tahun pernikahan.
 
Namun sebenarnya merayakan ulang tahun pernikahan memiliki makna yang lebih dari sekedar bertukar kado, dan bisa membuat pernikahan semakin awet. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita yang diceraikan suaminya, 45% dari mereka lupa tanggal ulang tahun pernikahan.

Tentu Anda tidak ingin berakhir dengan perceraian seperti pasangan-pasangan tersebut bukan? Untuk itu ketahui alasan mengapa merayakan ulang tahun pernikahan menjadi begitu penting dan emosional seperti yang dikutip dari Professors House.

Alasan utama pentingnya merayakan hari ulang tahun pernikahan adalah karena hari itu merupakan hari yang paling bermakna dalam hidup. Tanpa disadari, hari pernikahan telah menjadi masa transisi. Sejak hari itu, Anda mulai tumbuh bersama sebagai pasangan, mengevaluasi kembali segala sesuatu yang penting mengenai pasangan hidup dan pernikahan.

Setelah bertahun-tahun hidup dan menghadapi masalah bersama, Anda dan pasangan jadi lebih mengenal dan mengerti bahwa kehidupan pernikahan buat Anda berdua jadi lebih mengenal toleransi, kompromi, dan kasih sayang. Jadi tak ada salahnya jika Anda merayakan hari ulang tahun untuk 'melihat kebelakang' bahwa Anda dan pasangan telah melalui berbagai masalah dan mampu mengatasinya bersama.

Ketika masa pacaran, kebanyakan pasangan tak lupa merayakan tahun 'jadian' mereka secara spesial. Baik dengan makan malam romantis, mengunjungi tempat wisata atau sekedar bertukar kado. Namun ketika menikah, kebiasaan tersebut mulai hilang dan disertai rasa jenuh terhadap pasangan.

Oleh karena itu, banyak yang berharap agar perasaan cinta ketika menikah tetap sama seperti di masa pacaran. Untuk mengatasinya, buatlah momen spesial seperti merayakan ulang tahun pernikahan. Perayaan itu bisa menjadi momen spesial untuk mengenang kembali perasaan cinta yang menggebu-gebu seperti awal jumpa.

Merayakan ulang tahun pernikahan bersama juga akan memberikan gambaran kepada pasangan menikah lainnya. Pasangan-pasangan yang dekat dengan kehidupan Anda juga harus diakui dan diberikan pujian atas komitmen yang telah mereka pegang bertahun-tahun. Contohnya saja, pernikahan orang tua atau bahkan kakek nenek Anda. 

Anda mungkin tidak pernah tahu masalah apa saja yang telah mereka lalui, namun ketika pasangan tersebut berdiri bersama dan merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka, Anda akan melihat mengenai kekuatan cinta, komitmen dan selanjutnya mengajari serta memotivasi Anda untuk tidak cepat menyerah terhadap semua masalah yang Anda alami.

Tidak perlu merayakan hari spesial ini secara besar-besaran, namun buatlah momen spesial yang benar-benar bermakna untuk Anda dan pasangan. Seperti makan malam berdua, atau berlibur bersama.

Kamis, 05 Juli 2012

Tips Terhindar dari Jerawat Jelang Menikah

imgSemua wanita ingin tampil maksimal saat menikah. Tidak sedikit dari mereka yang melakukan berbagai program sebelum hari pernikahan. Namun terkadang, hal kecil seperti jerawat cukup mengganggu penampilan. 

Jerawat bisa disebabkan karena stres, ketidakseimbangan hormon, atau pola makan yang tidak sehat. Untuk itu, simaklah cara supaya terhindar dari masalah jerawat menjelang hari bahagia Anda, seperti yang dikutip dari Getwed.

1. Hindari Makanan Pemicu Timbulnya Jerawat Sebelum Hari Pernikahan
Bagi beberapa orang, produk sehari-hari yang biasa dikonsumsi, seperti susu, mentega, keju, atau kafein, bisa menimbulkan jerawat. Kandungan kafein menyebabkan jerawat karena adanya ketidakseimbangan kimiawi dalam kulit. Jika Anda selalu minum kopi setiap hari, coba gantikan kebiasaan tersebut dengan teh hijau atau peppermint. Kalau Anda tidak suka mengonsumsi teh, mungkin bikin kopi tanpa kafein merupakan cara terbaik untuk menghindari jerawat saat menikah.

2. Tambahkan Sayuran dan Buah ke Menu Makanan Anda
Pola makan yang sehat dapat memerangi jerawat. Oleh sebab itu, calon pengantin disarankan agar memilih makanan yang baik untuk kulit dan tubuh. Anda bisa konsumsi sayuran hijau, seperti kangung dan bayam, buah-buahan, dan biji-bijian. Pilihlah makanan yang alami sebelum hari pernikahan supaya kesehatan kulit tidak bermasalah.

3. Tenang dan Jangan Stres
Kebanyakan wanita stres menjelang hari pernikahan. Stres malah menjadi faktor utama tumbuhnya jerawat. Agar beban pikiran bisa teratasi, lakukan beberapa latihan, seperti yoga, latihan pernapasan, dan olahraga teratur. Selain sehat, olahraga juga bisa memperbaiki kulit Anda. Tambahkan pula asupan vitamin C untuk menghilangkan stres dan membuat tubuh lebih sehat.

4. Pilih Produk Perawatan Kulit yang Tepat
Setiap orang mmepunyai jenis kulit yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pilih produk perawatan kulit yang tepat untuk Anda. Jika jerawat muncul sebelum Anda bisa mencegahnya, cari produk penghilang jerawat yang cocok bagi kulit. Produk yang ‘salah’ akan mengakibatkan masalah pada kulit.

5. Jangan Pecahkan Jerawat dengan Paksa
Jika Anda menekan jerawat supaya cepat hilang dapat menyebabkan infeksi sehingga membuat jerawat tumbuh lebih banyak. Selain itu, jerawat yang ditekan secara paksa bisa menimbulkan bekas dan flek.

6. Bersihkan Wajah Dua Kali Sehari
Rutin membersihkan wajah dua kali sehari untuk mencegah datangnya jerawat. Jika Anda berpergian dengan mengenakan make up, pastikan hapus riasan wajah semua sebelum tidur. Bersihkan menggunakan kapas dan pembersih wajah supaya benar-benar bersih secara keseluruhan. Make up yang tidak dibersihkan juga dapat menimbulkan bintik merah mengganggu.

7. Ganti Handuk Setiap Hari
Bila Anda sedang jerawatan, jangan mengeringkan kulit dengan cara menggosokkan handuk, tapi lebih baik ditepuk-tepuk agar jerawat tidak menyebar. Anda pun harus mengganti handuk setiap hari supaya bakteri dan kuman yang menempel pada handuk tidak menyebar ke bagian kulit lainnya.

8. Ganti Seprai Semingggu Sekali
Mengganti seprai seminggu sekali merupakan solusi yang baik untuk menghindari jerawat. Tambahkan juga handuk bersih di atas bantal untuk mengurangi kemungkinan bakteri atau kuman yang bisa menimbulan masalah kulit pada wajah Anda.

9. Gunakan Krim Malam
Jangan takut kulit semakin berminyak karena menggunakan krim malam. Bila Anda memakai produk yang tepat, krim dapat merawat kulit dengan baik. Di samping itu, krim wajah melindungi kulit dari jerawat dan cahaya yang menyinari permukaan kulit.

Selasa, 03 Juli 2012

Cara Memilih Gaun Pengantin untuk Wanita dengan Tubuh Berisi

img Semua wanita pasti ingin tampil sempurna saat hari pernikahannya, begitu juga dengan wanita yang memiliki tubuh plus-size. Tubuh berisi tentu bukanlah halangan untuk tampil istimewa. Kuncinya hanyalah dengan mengenakan gaun pengantin yang tepat.
 
Gaun yang tepat harus bisa menutupi kekurangan tubuh, membuat si pemakai tampak sempurna dan fashionable. Sayangnya, menemukan gaun tepat bukan hal mudah. Anda harus rajin mencoba banyak gaun di butik atau tempat penyewaan baju pengantin.

Untuk memudahkan Anda, simak beberapa trik saat memilih gaun pengantin untuk tubuh plus-size. Seperti yang dikutip dari millionlooks, hal pertama yang perlu diperhatikan, adalah menghindari gaun 'puffy' ala tahun 70 atau 80-an.

Walaupun gaun tersebut tampak elegan, timeless dan manis, namun belum tentu cocok untuk Anda yang bertubuh besar. Jika Anda pikir detail volume di sana-sini bisa bantu menutupi kekurangan tubuh, Anda salah. Gaun 'puffy' justru membut tubuh Anda terlihat lebih besar. Jadi hindari gaun pengantin ala putri yang dihiasi banyak renda, layer dan lengan balon.

Ketimbang memilih gaun berpotongan mermaid yang mengarahkan perhatian pada pinggul, lebih baik coba gaun pengantin dengan siluet trapeze --bentuk gaun lebar penuh, menyerupai kerucut dan jatuh pada lutut-- dengan sedikit detail dan volume. Pastikan bahwa ukuran gaun tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat.

Jika Anda memiliki bentuk lengan dan dada yang penuh, gaun pengantin dengan lengan panjang dan kerah persegi adalah jenis gaun yang harus dihindari. Sebagai solusinya, kerah berpotongan V bisa bantu memanjangkan leher dan membuat payudara tampak lebih kecil.

Apabila ingin menutupi lengan, Anda bisa mencoba lengan panjang hingga siku atau menggunakan bolero dengan bentuk lengan sedikit longgar. Hindari menggunakan bahan mengkilap karena bisa memberikan ilusi lebih berisi.

Jumat, 22 Juni 2012

Gara-gara Piala Eropa, Makin Banyak Istri yang 'Selingkuh' di Internet

img Pertandingan Piala Eropa ternyata membawa dampak buruk untuk para istri yang suaminya kecanduan sepakbola. Menurut data sebuah situs kencan, makin banyak wanita bersuami di Inggris yang mendaftar ke website mereka.
 
Situs kencan bernama IllicitEncounters mengungkapkan keanggotaan mereka meningkat jumlahnya sejak Piala Eropa digelar. Situs kencan terbesar di Inggris yang berdiri sejak 2003 itu memiliki lebih dari 680 ribu anggota. Mereka melaporkan mengalami peningkatan keanggotaan wanita hingga 77% selama Piala Eropa berlangsung.

Sejak pertandingan sepakbola itu mulai digelar, IllicitEncounters mengamati mulai banyak wanita yang masuk ke situs mereka. Jumlah wanita yang masuk ke situs tersebut semakin besar ketika Inggris bertanding.

Saat Inggris dan Prancis berlaga pada 11 Juni lalu misalnya, ada 13,5 juta orang yang mengakses situs kencan tersebut. Terjadi peningkatan 72% aktivitas wanita saat itu.

Sementara ketika pertandingan Inggris dan Swedia berlangsung pada 15 Juni, pengakses situs kencan tersebut mencapai 16,2 juta dengan 76% peningkatan pengakses wanita. Dan ketika Inggris mengalahkan Ukraina, peningkatan pengakses wanita mencapai 82%.

"Sudah jelas ketertarikan orang pada sepakbola semakin besar, tapi itu juga sejalan dengan makin banyaknya wanita yang merasa dikesampingkan kegilaan suami mereka pada pertandingan tersebut," ujar juru bicara Rosie Freeman-Jones.

Salah satu wanita yang mendaftar di situs kencan itu adalah Sarah asal Manchester. Wanita 35 tahun itu mengatakan pada Daily Mail kalau dia memang masuk ke situs tersebut untuk bersenang-senang, karena suaminya sibuk dengan dunianya sendiri yaitu menonton Piala Eropa.

"Aku lelah diperlakukan menjadi yang terbaik kedua dibanding pertandingan itu. Aku tahu ini akan berlangsung sepanjang turnamen. Jadi aku mencari kesenanganku sendiri," kata wanita yang sudah menikah selama tujuh tahun itu.

Meski mendaftar kencan online, bukan berarti Sarah tidak bahagia dengan suaminya. "Aku cinta suamiku dan aku tidak mau meninggalkannya. Aku hanya butuh hal untuk menyegarkan diriku. Dia punya sepakbola dan aku punya 'teman kencanku'," ujarnya.