Tampilkan postingan dengan label Pelecehan Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelecehan Seks. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

Paranormal Tega Setubuhi 3 Anak Kandungnya


Ilustrasi korban perkosaan

Pria 50 tahun itu masih buron dan kini dalam pengejaran polisi.


Seorang ayah bernama Abu Amar yang bekerja sebagai paranormal, dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena menjadikan tiga anak kandungnya sebagai budak seks. Pria 50 tahun itu masih buron dan kini dalam pengejaran polisi.

Pria asal Pasuruan, Jawa Timur, yang memiliki lima istri itu dilaporkan Antok, 32 tahun, putra kandungnya sendiri dari istri pertama. Abu dilaporkan karena menganggahi PP, 17 tahun, anak dari istri kedua, MT, 19 tahun, anak dari istri kedua dan TM, 25 tahun. PP adalah anak Abu dari istri kedua, MT anak dari istri ketiga, sedangkan TM anak dari istri pertama.

Menurut Antok, yang membuka warung di samping Pengadilan Negeri Jakarta Barat, terbongkarnya perbuatan ayahnya itu bermula dari pengakuan MT, pada pekan lalu yang meninggalkan secarik surat kepada ibunya, yang bernisial Mar. MT menulis curhatan bahwa ayahnya telah menidurinya berkali-kali sejak dia kelas 2 SMP, hingga kuliah.

"Adik saya merasa telah membohongi dan berdosa kepada keluarga, karena dia selama ini menutupi perlakuan bejat bapak saya," kata Antok.

Membaca isi surat itu, kata Antok, Mar, ibu kandung MT, terguncang. Mar lalu mengadu kepada adik suaminya, dan diceritakan kembali kepada keponakan dari terlapor. Dari perbincangan keluarga, ternyata istri ponakan Abu juga pernah disetubuhi oleh lelaki bejat itu.

“BD lalu mengadu ke saya. Mendapat informasi itu, saya mengamuk. Waktu saya mengamuk orangtua saya kabur,” kata Antok.

Antok kemudian cerita kepada kakaknya, berinisial TM. Celakanya lagi, TM malah mengaku pernah disebadani ayahnya itu. Terbongkarnya kasus ini sekaligus terungkap bahwa PP, 17 tahun, adik perempuan Antok juga mengalami nasib serupa. PP juga kerap dijadikan budak seks oleh ayahnya.

"Tiga adik saya diperlakukan seperti binatang oleh bapak saya," katanya.

Menurut Antok, ketiga korban disetubuhi ayahnya di ruang praktik pengobatan alternatif milik ayahnya di kawasan Slipi, Kavling 70, Jakarta Barat. Berbagai macam modus digunakan untuk melampiaskan nafsu seksnya kepada tiga putri kandungnya itu.

Dari mulai modus menasihati, hingga ancaman tidak akan membayarkan uang sekolah jika korban tidak mau melayani nafsu seksnya. "Kalau Adik saya yang MT pernah dinasihati di dalam ruang praktiknya karena adik saya nakal. Di ruangan itu, adik saya dikerjain sama bapak saya. Kalau adik saya yang lain setiap dia meminta uang sekolah, harus mau disetubuhi dulu," katanya.

"Kalau kakak saya yang TM itu disebadani bapak di kamar," tambahnya.

Abu memiliki istri lima dan tinggal di Kavling 70, Slipi, Jakarta Barat. Abu tinggal bersama istri ketiganya. Sedangkan dua istri lainnya hidup terpisah. Kepada polisi, Antok menyerahkan sejumlah barang bukti, di antaranya alat kelamin pria palsu bergetar atau dildo. (adi)

• VIVAnews   

Minggu, 10 Juni 2012

Siang Dosen, Malam Menjadi PSK Transeksual


Dosen pria itu masuk perangkap polisi. Saat ditangkap ia memakai baju perempuan.


Pria ini punya dua kehidupan, dengan dua identitas yang saling bertolak belakang: dosen sebuah universitas ternama dan pekerja seks komersial (PSK).

Polisi menangkap dosen University of Georgia atas tuduhan prostitusi, Kamis 7 Juni 2012 lalu, setelah ia terbukti mengatur kencan dengan seorang detektif yang menyamar.

Kepolisian Gwinnett mengatakan, Max Reinhart yang mengajar musik dan sastra Jerman, mengenakan pakaian perempuan dan menggunakan nama "Sasha". Saat pria 65 tahun itu dan detektif yang menyamar janjian bertemu di sebuah penginapan lokal, dia masuk perangkap, polisi langsung menahannya.

Menurut media Athens Banner-Herald, Reinhart dan polisi yang menyamar itu sepakat dengan harga US$60 untuk layanan seks dengan durasi 30 menit. "Saat kesepakatan dilakukan, sudah cukup alasan untuk menangkapnya," kata anggota polisi Gwinnett, Kopral Jake Smith, seperti dimuat FOXnews.

Sepak terjang Reinhart terbongkar melalui situs Backpage.com, di bagian yang khusus mengiklankan layanan kaum transeksual.

Penahanan Reinhart juga telah dilaporkan pada University of Georgia. Bagian urusan hukum universitas akan menangani kasus ini. "Kami akan mengambil langkah yang semestinya," kata juru bicara universitas, Tom Jackson. "Kami juga tak ingin berandai-andai terkait kasus ini."

Jackson menambahkan, ini adalah insiden pertama yang melibatkan dosen universitasnya. "Kami tak pernah mendapat laporan soal kasus seperti ini sebelumnya," kata dia.

Reihart mulai mengajar di Jurusan Studi Jerman dan Slavia sejak tahun 1988, dan mulai mendapat jabatan di perguruan tinggi itu pada 1994.

Setelah 9 jam ditahan, Reinhart telah dibebaskan dengan uang jaminan US$4.800. Dia akan diadili di Pengadilan Gwinnett dengan ancaman hukuman hingga setahun.
• VIVAnews 

Minggu, 20 Mei 2012

Disuruh Bayar Listrik Malah Diminta Pegang Burung

 Ketua RT yang satu ini bukan contoh yang baik bagi warganya. Betapa tidak, disaat warganya ingin melakukan kewajiban membayar rekening listrik, Abdul Rokhim, ketua RT 24/04, Jodokan, Gerabakan, Sidoarjo, malah meminta korban memagang alat kemaluannya.
Headline 
Ironisnya yang menjadi korban kebiadaban, sebut saja Mawar (10), adalah gadis dibawah umur, yang masih duduk di bangku kelas 4 SD.

Suryo, paman korban mengatakan, saat itu Mawar yang disuruh ibunya membayar rekening listrik ke rumah Pak RT. Tiba-tiba, korban diajak ke belakang oleh Abdul Rokhim.

Di dapur rumah Abdul, celana dalam korban dipelorot secara paksa oleh Abdul Rokhim. "Korban disuruh memegang 'burung' Pak RT. Selain itu, pelaku juga sempat memasukkan jarinya ke alat vital korban," terang Suryo.

Curiga anaknya datang terlambat saat disuruh membayar rekening listrik, Ibu korban lantas bertanya, ‘dari mana saja kok lama sekali?'. Mawar kemudian menangis terseduh. Setelah didesak, Mawar akhirnya bercerita secara polos dirinya baru saja diperlakukan tidak senonoh oleh Pak RT.

"Saya tadi diajak ke dapur oleh Pak RT. Setelah itu, celana dalam saya dipelorot sambil disuruh memegang burung Pak RT," ucap Suryo, menirukan pengakuan Mawar, Sabtu (19/5/2012).

Yang membuat kemarah warga, saat dilaporkan ke pihak ke kepolisian Polsek Tulungan, sang ketua RT hanya diberikan sanksi tahanan luar. Warga yang tak terima kemudian mendatangi Polsek Tulangan untuk menanyakan kepastian kasus tersebut.

Pihak keluarga korban dan warga sekitar tidak puas dengan tidak ditahannya tersangka, kemudian mendatangi rumah Abdul Rokhim, dan mintanya segera keluar dan pindah dari rumahnya. Selain itu, warga juga meminta Abdul Rokhim untuk segera dijebloskan ke dalam tahanan.

Kapolsek Tulangan AKP Sutresno melalui Kanitreskrim Aiptu Suhadak menyatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku untuk menghindari amuk massa. "Sambil menunggu visum dari pihak rumah sakit, pelaku telah kami amankan. Dan sekarang kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pelaku," ucap Suhadak. [beritajatim.com]

Suami Merantau, Istri Tidur dengan Pria Lain

 Tutik (23), warga Desa Sumberagung Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, terpaksa dilaporkan suaminya, Sumaji (30), karena selingkuh dengan pria lain.
Headline 
Tutik diduga sedang melakukan hubungan intim dengan tetangganya, Jasmari (36) asal Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.

"Kedua terlapor sedang kepergok melakukan hubungan perzinaan di dalam rumah Tutik," kata Kapolsek Kepohbaru,AKP Nugroho Basuki dihubungi beritajatim.com, Jumat (18/05/2012).

Setelah digerebek warga, suami terlapor kemudian dihubungi dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kepohbaru. "Saat itu suami terlapor Tutik sedang merantau sebagai buruh tani di daerah Lamongan," tambahnya.

Keduanya kini diamankan di Mapolsek Kepohbaru, karena dari pihak suami belum terima. Sehingga jika dalam laporannya tidak dicabut maka akan diproses hukum.

Selain mengamankan terlapor, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebuah spray, sebuah sarung bantal, dan sebuah ponsel. [beritajatim.com]

Wow, Warung Kopi Sediakan Kamar Mesum dan PSK

Berbagai macam cara dilakukan oleh para wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari untuk mengelabuhi petugas.
Headline 
Salah satunya, para mucikari membuka praktek prostitusi tersebut dengan modus membuat warung kopi. Selain warung, mereka juga menyediakan kamar dan PSK untuk para pria hidung belang.

Walau tergolong rapi, modus tersebut saat ini telah diendus oleh petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban. Akhirnya petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 orang mucikari berserta dengan satu PSK yang melakukan praktek prostitusi terselubung di kawasan Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Seorang mucikari yang berhasil dibekuk saat dilakukan pengrebekan oleh petugas lantaran menyediakan kamar untuk tempat berbuat mesum dengan modus membuat warung kopi tersebut adalah Lastur (72), warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Petugas juga mengamankan Piana, PSK yang mangkal di warung milik Lastur tersebut.

Penangkapan terhadap Lastur berawal saat petugas kepolisian dari Polsek Soko, Kabupaten Tuban mendapatkan informasi dari warga sekitar Desa Rahayu. Menurut warga, ada kejanggalan yang terjadi di warung kopi milik Lastur. Selain menjual kopi warung, ada disediakan pula wanita untuk laki-laki hidung belang.

"Setelah ada laporan dari warga masyarakat, langsung petugas melakukan penyelidikan, saat terbukti, petugas langsung melakukan pengrebekan dan menangkap pelaku mucikari berserta anak buahnya," terang AKP Nursento, Kasubbah Humas Polres Tuban, Minggu (20/05/2012).

Mucikari lantas diamankan ke Mapolsek setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mendapatkan uang Rp 10.000 dari setiap satu kamar yang digunakan untuk berbuat mesum.

Sementara itu di tempat lain, yakni di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban petugas kepolisian dari Polsek Merakurak juga berhasil menangkap seseorang yang bernama Kundari (47), warga desa setempat yang juga telah menjadi mucikari.

Ia tertangkap oleh petugas saat melakukan razia lantaran menyediakan kamar dan juga wanita untuk para laki-laki hidung belang.

"Kegiatan pencegahan terhadap tindakan prostitusi di wilayah Tuban akan terus kita lakukan untuk menekan jumlahnya, sehingga sedikit demi sedikit tempat-tempat yang digunakan untuk prostitusi hilang," pungkasnya.[beritajatim.com]

Jumat, 11 Mei 2012

Siswi SMP Sembilan Kali Disetubuhi Pacar di Pantai


Siswi SMP Sembilan Kali Disetubuhi Pacar di PantaiAkibat terbujuk rayuan sang pacar, kegadisan Bunga (bukan nama sebenarnya) terenggut.
Siswi SMP di Kabupaten Belitung Timur berumur 14 tahun, melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak sembilan kali bersama pacarnya, sejak akhir 2011 hingga terakhir pada 31 Maret 2012.
Kasus ini terungkapnya setelah orangtua Bunga menerima laporan dari pihak sekolah, yang mengabarkan Bunga tidak masuk sekolah. Padahal, hari itu korban berangkat ke sekolah diantar oleh orangtuanya.
Namun, ternyata saat itu Bunga dijemput oleh pacarnya di sekolah, lalu pergi meninggalkan sekolah. Pacar Bunga, Rudi (19) akhirnya diamankan polisi, Senin (10/4/2012) lalu, setelah orangtua Bunga melaporkan ke Mapolres Belitung Timur.
"Tersangka yang juga pacar korban sudah kami tahan untuk proses penyidikan. Diduga tersangka melakukan pencabulan hingga berhubungan layaknya suami istri, terhadap korban yang masih di bawah umur," ungkap Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Alfret, Selasa (17/4/2012).
Dari hasil visum pihak rumah sakit, lanjutnya, ada kerusakan pada bagian kemaluan Bunga. Dari keterangan Bunga maupun Rudi, mereka sembilan kali berhubungan intim di pantai. (*)
sumber:tribunnews.com

ABG di Kediri Diperkosa Dahulu Lalu Dinikahi


 WH (25) satpam perusahaan pabrik gula di Kabupaten Kediri, ditangkap Polres Kediri Kota, Jawa Timur karena mencabuli gadis di bawah umur, sebut saja Bunga (17) warga Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.ABG di Kediri Diperkosa Dahulu Lalu Dinikahi
Sebelumnya, Bunga ditemukan patroli Polsek Pesantren Minggu (8/4/2012) dini hari di sebuah rumah kosong, di Lingkungan Kresek, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Saat itu, kondisi ABG ini sangat berantakan, bahkan sempat pingsan karena pengaruh minuman keras. Kepada petugas, Bunga mengaku telah diperkosa WH, setelah sebelumnya diajak pesta miras di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).
Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota, langsung menangkap  WH tanpa perlawanan di rumahnya, di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Kepada penyidik, WH mengaku bertanggungjawab dan sanggup menikahi Bunga. Saat ini, keluarga kedua pihak masih berunding menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.
Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Surono menjelaskan, meski keluarga korban dan pelaku tengah berunding untuk berdamai, tapi kasusnya tetap dilanjutkan. Petugas juga telah menyita barang bukti berupa celana dalam warna kuning milik korban, serta bukti visum dokter.
"Pelakunya sudah ditahan, dia dituntut sesuai Undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," jelas AKP Surono, Selasa(10/4/2012).
sumber:tribunnews.com

Asyik Tidur Bareng Mahasiswi di Hotel, PNS Digerebek FPI


Asyik Tidur Bareng Mahasiswi di Hotel, PNS Digerebek FPI Seorang pegawai negeri sipil (PNS) kabupaten Anambas yang berinisial Js dipergoki anggota FPI(Front Pembela Islam) kota Tanjungpinang, tidur bersama Yy, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di kota Tanjungpinang, di dalam kamar nomor 0101 hotel Kaputra, Minggu (22/4/2012) dini hari.
Saat ditanya Js mengaku hendak berangkat ke Bandung melalui kota Tanjungpinang guna mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). Karena sudah berada di Tanjungpinang, dia pun berinisiatif memanggil Yy untuk tidur bersamanya sebelum berangkat ke Bandung. Inisiatif ini diambilnya karena sudah menganggap Yy sebagai saudarinya sendiri.
"Dia ini saudari saya. Saya kenal bapaknya. Saya anggap bapaknya abang angkat saya," dalih Js menanggapi pertanyaan yang dilontarkan anggota FPI dalam razia tersebut.
Js berupaya meyakinkan anggota FPI dengan coba berterus terang mengenai asal daerahnya dan tujuannya berada di kota Tanjungpinang. Dia mengaku berasal dari Palmatak. Dia pun secara terbuka mengatakan akan mengikuti Bimtek di Bandung dalam beberapa hari mendatang.
Semua upaya tersebut kemudian dibuktikannya dengan menunjukkan seragam PNS dan surat perintah tugas yang ada di tangannya. Namun, dia tak berani dibawa ke kantor polisi oleh anggota FPI.
"Biar antar pulang saja dia (Yy_red), asalkan jangan tahan surat-surat saya dan bawa kami ke polisi," mohon Js kepada anggota FPI yang kemudian memutuskan untuk mengantar Yy kembali ke asramanya setelah membatalkan rencana membawa keduanya ke kantor polisi.
Selain Js, ternyata masih ada beberapa PNS dari kabupaten Anambas yang juga tidur dengan pasangan lawan jenisnya di kamar lain pada hotel yang sama. Hal tersebut baru diketahui belakangan setelah disampaikan oleh Js sendiri ketika anggota FPI bergegas meninggalkan kamar yang ditempatinya bersama Yy.
"Ada kawan saya juga ada di lantai atas," ujar Js kepada wartawan.
Sebelum memergoki Js, anggota FPI sudah menggedor pintu kamar lain di lantai atas. Di dalam kamar tersebut ditemukan 2 orang pria dan seorang wanita. Ketika ditanya wanita itu beralasan hanya memakai toilet dari kamar kedua pria tersebut karena di kamarnya sendiri ada kawan wanitanya yang sedang makan.
"Kami kerja di Lobam. Kami datang ke sini untuk libur. Nanti kami kembali lagi ke Lobam," jawab kedua wanita yang diduga bersama kedua pria di kamar sebelahnya termasuk PNS kabupaten Anambas yang hendak mengikuti Bimtek di Bandung.
Informasi mengenai sejumlah PNS kabupaten Anambas yang hendak mengikuti Bimtek itu sempat dikonfirmasikan kepada Humas pemerintah kabupaten (Pemkab) Anambas oleh awak media. Dari Humas Pemkab Anambas, diperoleh informasi bahwa ada 35 PNS kabupaten Anambas dikirim ke Bandung melalui Tanjungpinang untuk mengikuti Bimtek.
Selama di Tanjungpinang, sebagian mereka menginap di hotel Furia dan sebagian lainnya di beberapa hotel yang ada. Mereka baru akan terbang ke Jakarta melalui Tanjungpinang via maskapai penerbangan Lion Air, Minggu (22/4) sebelum akhirnya mengikuti Bimtek selama 12 hari itu. Dari surat perintah tugas yang dipegang Js, tertera jadwal Bimtek tersebut dimulai dari 20 April - 2 Mei.
sumber:tribunnews.com

Rabu, 02 Mei 2012

Sebelum Tewas Mahasiswi UIN Diperkosa

Headline
 Polres Kabupaten Tangerang menggelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Izzun Nahdiiyah (24). Dari hasil rekontruksi diketahui sebelum dibunuh, para pelaku memperkosa mahasiswi itu secara bergilir di atas motor.
Dalam rekontruksi itu, diketahui jika enam tersangka yakni Muhammad Soleh alias Oleng, Noriv, Endang alias Dono, Jarsip alias Jarkem, Candra dan Oreg, dengan mengunakan tiga motor membawa korban ke lokasi pembunuhan di Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, RT 02 RW 02, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
"Kemudian dari hasil rekontruksi terungkap jika empat dari enam tersangka memperkosa korban secara bergiliran di atas motor yamaha mio B 3117 NNX. Pemerkosaan dilakukan oleh Soleh, Endang, Noriv dan Candra, atas perintah dari Soleh alias Oleng, yang merupakan kekasih korban," jelas Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo, Senin (1/5/2012).
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, Oleng kemudian memerintahkan Candra dan Endang mengambil batu kali di pinggir jalan. Atas perintah Oleng, Candra dan Endang memukul kepala belakang Izzun satu kali secara bergantian. Karena pukulan tersebut, Izzun jatuh tersungkur di jalan.
Selanjutnya, Oleng mengambil sebilah golok yang telah ia siapkan di bawah jok motor Yamaha Mio. Oleng kembali memerintah kelima rekannya untuk memegangi Izuun. Tersangka Oreg memegangi pinggang korban, Noriv memegang tangan kiri, Jarsip dan Endang memegang kaki kiri dan Candra memegang kaki kanan korban. Hingga akhirnya Oleng menggorok leher korban hingga tewas.

Setelah korban tewas, Oleng mengangkat tubuh korban ke rerumputan di pinggir jalan. Lalu mereka langsung pergi meninggalkan korban dengan sepeda motornya. "Di adegan tersebut tersangka Oleng telah menyiapkan golok yang dia sembunyikan di bawah jok motornya. Jadi mereka telah melakukan pembunuhan berencana," ucapnya.
Kapolres menambahkan dari hasil rekontruksi ini diketahui, jika sebelum dibunuh korban diperkosa dua kali yakni di rumah pelaku Oleng dan di atas motor di lokasi pembunuhan. "Berdasarkan rekonstruksi, diketahui perkosaan tidak hanya terjadi di rumah Oleng," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Soleh tega membunuh korban yang merupakan pacarnya sendiri, karena kesal saat korban menanyakan keberadaan laptop milik korban yang telah dijual oleh pelaku.

Pelaku kemudian membunuh korban, dan mayat korban ditemukan pada 7 April lalu dengan kondisi mengenaskan dengan luka leher nyaris putus.Ciri-ciri korban adalah mengenakan jilbab putih, celana hitam, baju hijau dengan dalaman kaus loreng.

Polisi sempat kesulitan mengungkap identitas korban, karena pada saat ditemukan tak ada identitas sama sekali. Setelah 10 hari teronggok di kamar jenazah RSUD Tangerang, barulah identitas Izzun terungkap setelah pihak keluarga mengenalinya.
Setelah sempat buron, akhirnya pada hari Jumat, Muhammad Sholeh alias Oleng (33), pelaku utama kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah itu menyerahkan diri ke Polres Kota Tangerang.[bay]
sumber:inilah.com

NF, Tega Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Petugas Polres Jakarta Timur mengamankan NF (50), warga Cakung, Jakarta Timur, karena dilaporkan telah mengauli NV (16), anak kandungnya hingga hamil.
Headline 
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Dian Perry mengatakan, NF yang merupakan bapak dari empat anak itu, ditangkap berdasarkan laporan yang dibuat oleh istri kedua NF yakni J dan NV (16), anak kandung sekaligus korban dari NF.

"Pelaku diserahkan oleh pihak keluarga kemarin ke Polres Jaktim. Pelapor berinisial J, yang merupakan istri kedua pelaku dan anak ketiga pelaku yang juga menjadi korban," jelas Dian Ferry di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (2/5/2012).

Dian menambahkan, NF tega menyetubuhi anaknya sendiri sejak sekitar enam bulan lalu di rumahnya yang berada di Kampung Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur. Akibat perbuatan bejatnya itu, NV yang merupakan anak ketiga dari empat anak dari istri pertamanya pun hamil.

Awalnya korban tidak berani bercerita. Namun ibu tiri korban curiga karena NV itu tidak mengalami haid dalam beberapa bulan terakhir, dan ada perubahan di tubuh anak tirinya itu.

"Ibu tiri korban kemudia bertanya, 'kok kamu nggak mens?, kok fisik kamu berubah'. karena kondisi perut si anak terus membesar. Setelah didesak, NV akhirnya mengaku telah dihamili oleh bapaknya sendiri," katanya.

Mendengar pengakuan itu, J dan NV kemudian melapor dan menyerahkan NF ke Polres Jakarta Timur. Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yakni pelaku, korban dan istri kedua pelaku. Akibat perbuatan bejatnya itu, pelaku bisa dijerat pasal 82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancam hukuman 15 tahun penjara.

"Sampai saat ini tersangka masih kita kenakan pasal 82 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun. Sekarang masih dalam pemeriksaan," tandasnya.[bay]
sumber:inilah.com

Minggu, 29 April 2012

Siswi SMA diancam dengan pisau oleh Jefry Marbun untuk diperkosa

Jefry Marbun sehari-hari dikenal bersikap baik. Tapi ia menarik siswi SMA ke semak-semak untuk diperkosa. Korban diancam dengan pisau. Siswi itu melawan dan berhasil merebut pisau dari tangan Jefry.
Jefri Marbun foto
Jefri Marbun di Polres Samosir. Foto Hayun Gultom
Jefry Marbun (35) ditahan di Polres Samosir karena tindak pidana percobaan pemerkosaan terhadap pelajar kelas II SMA berusia 17 tahun pada 27 April kemarin sekitar pukul 18.00 di semak-semak dekat perkantoran Pemerintah Kabupaten Samosir di Parbaba, Desa Parbaba Dolok, Pangururan.
Polisi mengatakan kepada wartawan, Jefry Marbun adalah warga Jln. Flamboyan, Helvetia, Medan. Ia berkerja di salah satu rumah makan di Parbaba, Kabupaten Samosir.
Menurut polisi, saat Jefry sedang duduk bersama temannya, ia melihat seorang pelajar SMA sedang berjalan sendiri. Setelah beberapa menit, Jefry memperkirakan si korban sudah berada di lokasi yang sepi, lewat perkantoran Parbaba, Jefry pun mengikuti korban menggunakan sepeda motor.
Jefry Marbun menarik korban ke semak-semak sambil mengancam dengan pisau. Korban meronta dan menjerit, hingga beberapa bagian tubuhnya mengalami luka-luka tersayat pisau pelaku.
Siswi SMA itu berhasil merebut pisau dari tangan Jefry Marbun dan menikam pelaku pada bagian kepala.
Menurut warga di sekitar lokasi kejadian, korban terlebih dahulu memukul pelaku dengan batu.
Jeritan korban ternyata didengar salah seorang warga yang melintas dari jalan itu. Warga tersebut kemudian memberitahukannya kepada warga lainnya serta keluarga si korban. Mereka pun bergegas ke tempat kejadian dan masih sempat melihat pelaku memacu sepeda motornya untuk melarikan diri. Warga mengejar Jefry Marbun. Polisi yang menerima informasi juga ikut mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.
Orangtua korban dan warga membawa siswi SMA itu ke puskesmas di Desa Buhit, Pangururan, untuk mengobati luka sobekan pisau di kakinya.
Menurut orangtua korban, sore itu anaknya baru pulang dari acara Pramuka. Setiap hari anaknya berjalan kaki dari rumah ke sekolah yang berjarak sekitar 6 km.

Jefry Marbun rajin bekerja dan bersikap baik

Menurut pemilik rumah makan di mana “pemerkosa” ini bekerja, Jefry Marbun termasuk berperilaku baik dan rajin bekerja. Awal kedatangan Jefry dari Medan ke Samosir adalah pada saat pembangunan perkantoran di Parbaba. Jefry bekerja sebagai tukang pada proyek Balai Latihan Kerja, bahkan ia sempat menjadi kepercayaan pemborong.
Melihat kebaikan sikap Jefry Marbun, pemilik rumah makan menawarkannya pekerjaan. Sudah satu bulan ini ia bekerja di rumah makan itu, dan ia rajin bekerja.
Namun setelah sekarang Jefry Marbun ditahan Polres Samosir dalam kasus upaya pemerkosaan terhadap siswi SMA, pemilik rumah makan menjadi sangat kesal, emosi, dan malu. Ia sampai menangis menceritakan tentang Jefry di kantor polisi.
sumber:koran tapanuli online

Selasa, 17 April 2012

Dia Algojo Khadafi, Dia Diperkosa

Sebagai anggota pasukan algojo, ia dipaksa membunuh 11 orang. Ia juga diperkosa.


Nisreen, gadis algojo Khadafi (Gambar di-capture dari video CNN)

 Nisreen terus meringkuk di balik selimut. Mata cokelatnya menatap kosong. Bicaranya pun terbata-bata. Raut wajahnya memperlihatkan emosi yang sangat kacau. Gadis 19 tahun itu tak bisa menyembunyikan trauma atas pengalamannya menjadi algojo semasa rezim Muammar Khadafi di Libya.

"Salah satu dari mereka memiliki rambut wajah seperti ini (membuat bentuk jenggot di sekitar mulutnya)," katanya mengingat wajah seorang pria muda yang ia tembak mati.

Sebagai anggota pasukan algolo, Nisreen telah membunuh sedikitnya 11 orang tahanan rezim Khadafi. "Setiap eksekusi, ada seseorang di kedua sisi saya dan satu belakang. Mereka mengatakan jika saya tidak menembak, mereka yang akan menembak saya."

Dalam kondisi terancam, Nisreen merasa tak punya pilihan lain selain mengarahkan pistol ke sasaran dan menarik pelatuk pistol dalam genggamannya. "Setiap kali menembak, aku akan memutar kepalaku menjauh. Tak lama kemudian, aku melihat darah menetes dan terus mengalir membasahi lantai," katanya terbata-bata.

Menjadi pasukan algojo bukan pilihannya. Ia diambil paksa dari rumah ibunya sekitar satu tahun lalu. Ia dibawa ke sebuah tempat terisolasi yang tak memungkinkannya berhubungan dengan dunia luar, termasuk keluarganya. Di penampungan militer perempuan itu, ia dilatih memegang senjata.

Saat pemberontakan anti-Khadafi pecah Februari lalu, ia dipanggil pimpinannya yang juga seorang wanita. Ia diminta menemui seorang komandan brigade. Dan di sana, ia diperkosa. "Aku menjerit, tapi percuma," katanya. "Aku bahkan dipanggil lagi dan diperkosa dua kali oleh komandan lain."

"Ketika aku melihatnya, aku berpikir bahwa dia tampak seperti anak kecil. Wajahnya begitu muda, polos, benar-benar tidak bersalah," kata salah satu dokter di rumah sakit Tripoli, Nadia Benyounis, yang prihatin mendengar kisah hidup Nisreen. "Dia kehilangan hidupnya."

Benyounis mengatakan kehidupan Nisreen telah dirampok. Martabat, harga diri, dan keluarganya lenyap. Ia bahkan dimanipulasi sebagai pembunuh. "Dia diam sepanjang waktu." kata Benyounis. "Saya perhatikan, dia mencoba untuk tidur sepanjang waktu untuk melarikan diri dari kenyataan ini."

Di tengah derita itu, Nisreen mendapat kabar bahwa ibunya yang tengah sakit kanker tengah mendapat pengobatan di Tunisia. Nisreen bahkan sempat bicara melalui sambungan telepon. "Ibuku sangat sedih. Yang saya inginkan saat ini hanya pulang. Aku ingin bertemu ibuku."

Selasa, 10 April 2012

Cabuli 2 Anaknya, Ayah Bejat Divonis 13 Tahun

Perbuatan itu terbongkar setelah anak korban mengadukan perbuatan bejat ayahnya.


Mencabuli anak sendiri, AT diganjar 13 tahun bui. (VIVAnews/ Faddy Ravydera)

Seorang ayah yang seharusnya jadi pelindung keluarga dan sosok panutan anak-anaknya, justru tega melakukan perbuatan tak senonoh pada dua putrinya sendiri.
Perbuatan bejat AT, (34), warga Desa Sroyo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pun menuai balasan. Pada Selasa 10 April 2012, ia divonis 13 tahun penjara atas dakwaan pencabulan terhadap anak kandungnya, AS (12) dan HD (11).
Selain hukuman badan, Pengadilan Negeri Bojonegoro juga menjatuhkan denda Rp60 juta subsider 6 bulan penjara. "Terdakwa telah terbukti secara sah melakukan persetubuhan dengan kekerasan dan perbuatan itu dilakukan secara berulang serta memaksa anak berbuat cabul," kata Ketua Majelis Hakim, Abdul Hadi Nasution, saat membacakan putusan.

Hakim menilai, hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah, perbuatan bejat tersebut dilakukan kepada anak kandungnya sendiri. Sedangkan yang meringankan adalah, terdakwa belum pernah dihukum.

Putusan pengadilan yang dijatuhkan saat ini sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Budi Endah Suryati. "Saya sudah puas dengan putusan pengadilan karena sama dengan tuntutan saya," kata Budi Endah,

Dalam perkara ini, terdakwa divonis sesuai dakwaan pasal 81 (1) dan 82 UU 23/2002, yakni tentang Perlindungan Anak jo 65 (1) KUHP. Selama berlangsungnya sidang tersebut, terdakwa ditemani istri dan anaknya. Istri terdakwa  menangis pasca mendengar suaminya divonis dengan hukuman berat tersebut.

Terdakwa hanya diam saja sepanjang mendengarkan keputusan tersebut. Lantaran tidak ada tanggapan, majelis hakim memberikan waktu kepada AT untuk pikir-pikir selama satu minggu ke depan.

Perbuatan bejat AT terbongkar setelah anak korban mengadukan perbuatan bejat ayahnya pada salah satu kerabatnya. Kedua korban mengaku sering dipaksa melayani nafsu bejat bapaknya saat rumah dalam keadaan sepi.
•sumber: VIVAnews  

Senin, 09 April 2012

Pasangan Mesum Digerebek Warga

HeadlineSeorang mahasiswi fakultas kedokteran perguruan tinggi swasta berinisial Yn (22), dan teman lelakinya Ya (21) digerebek warga di sebuah rumah kos di Kelurahan Tanjung Sabar, RT 01 RW 02, Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (8/4) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketua Rt 02 Bustami yang ikut menangkap pasangan ini mengatakan, sebelumnya Ya terlihat mendatangi mendatangi rumah itu sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka awalnya hanya terlihat duduk di ruang tamu, namun setelah itu warga tidak melihat lagi keberadaan pasangan ini.

Salah seorang warga kemudian memberitahukan kepadanya. Bersama sejumlah warga, Bustami kemudian langsung masuk ke dalam rumah dan memeriksanya. Ternyata Yn dan Ya didapai tengah berada di kamar, tengah melakukan hubungan layaknya suami istri. “Saat digrebek kami melihat mereka sedang berhubungan intim di atas kasur,” jelasnya.

Pihaknya telah memberitahukan kepada keluarga kedua belah pihak, dan pasangan ini akan dinikahkan. Sebab, di Kelurahan Tanjung Sabar, apabila ada pasangan ilegal yang berbuat mesum akan diberikan sanksi sesuai hukum adat seperti dinikahkan, dan dibebani denda 100 sak semen.

“Hingga tadi malam ni kami masih menunggu kedatangan keluarga yang wanita dari Dharmasraya. Sementara keluarga yang cowok sudah datang. Apabila mereka tidak memenuhi sanksi itu, kita akan menggiring mereka dengan keadaan telanjang di depan umum,” tegasnya.

Selama ini, baru kali ini Kelurahan Tanjung Sabar menemukan pasangan ilegal yang berbuat mesum. Sebab, para pemuda dan pemuka masyarakat selalu mengontrol setiap rumah kos yang ada di Kelurahan Tanjung Sabar. “Untuk ke depannya, kami akan menggiatkan dan pengawasan setiap rumah kos yang ada di sini,” tuturnya.[dit]

Sabtu, 07 April 2012

Gadis Kalimantan Barat Diperkosa 18 Remaja

NA (16) diperkosa secara bergiliran oleh 18 remaja di lima tempat.


Ilustrasi pemerkosaan (VIVAnews/ Faddy Ravydera)

 Nasib malang menimpa gadis remaja, NA (16), di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Gadis belia itu diperkosa oleh 18 remaja pria di sejumlah tempat di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu malam 4 April 2012.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Pontianak, Komisaris Puji Prayitno, pemerkosaan ini bermula saat NA nongkrong bersama pacarnya, Ha, di Bundaran Alianyang pada pukul 23.00 malam waktu setempat. Tak lama berselang, dua pria yang belakangan diketahui berinisial Lo dan Dm, mendatanginya dan langsung memukul Ha.

Lo dan Dm kemudian merampas telepon genggam Ha. Setelah merampas HP, keduanya langsung kabur dari Bundaran Alianyang. Ha yang ketakutan juga kabur meninggalkan NA begitu saja. NA kemudian naik sepeda motornya untuk mencari pertolongan.

NA berhenti di salah satu gudang kontainer yang berada di Jalan Trans Kalimantan. Sambil menangis, NA mendatangi sejumlah remaja yang tengah berada di lokasi itu. Berniat meminta pertolongan.

Namun, di antara remaja-remaja itu terdapat Lo dan Dm yang merampas telepon genggam Ha. Lo dan Dm bersama enam teman mereka, yaitu Ar, An, Ms, Ro, Bo dan Mr X. Bukan pertolongan yang didapat NA. Dia justru dicekoki minuman keras oleh remaja-remaja berandalan itu. Tak kuasa menahan efek alkohol, NA pun mabuk.

Delapan remaja itu kemudian memerkosa NA. Mereka bergiliran melampiaskan nafsu birahinya kepada NA di gudang itu. Belum puas, Lo menggiring NA kembali ke Bundaran Alianyang dengan berjalan kaki. Di sana, dua remaja lainnya, Dr dan Fi, telah menunggu. Di lokasi ini, Lo dan Dr kembali mengagahi NA.

NA tak kuasa melawan. Tubuhnya, lemas. Namun, penderitaan NA tak berhenti sampi di situ. Fi yang merasa belum menggagahi, membawa NA ke kebun sayur di Ambawang. Kali ini dan selanjutnya, perjalanan ditempuh dengan menggunakan motor. Di kebun sayur ini, Fi menggagahi NA bersama So, Mx, dan Rs.

Setelah itu, datanglah Ro, pemuda yang turut memerkosa NA di kebun sayur ini. Ro kemudian membawa NA ke sebuah pondok tak jauh dari kebun sayur itu. Di sana, sudah menunggu empat pemuda, yakni Br, Dr, Ms, dan Hn. Keempat pemuda itu juga mengumbar hawa nafsunya dengan mencabuli NA secara bergiliran.

Tak peduli kondisi NA, Ro kembali membawanya ke Siantan. NA dibawa ke rumah salah satu tersangka. Di sana, dua orang pemuda, yakni In, dan Rl telah menunggu. Lagi-lagi, NA dipaksa melayani pemuda-pemuda laknat ini. Seluruh malam pada Rabu itu dilalui NA dengan kelam.

NA ditelantarkan begitu saja. Beruntung, dengan keadaan yang memprihatinkan itu, NA masih bisa mengendarai motornya. Sampai di rumah, tak banyak kata terucap dari mulut NA. Dia hanya bisa menangis dengan tatapan kosong.

Keluarga pun curiga. NA dicecar untuk bercerita apa yang telah terjadi. NA pun perlahan menceritakan peristiwa pilu yang dia alami. Setelah mendengar cerita itu, keluarga NA melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tambawang pada Kamis 5 April 2012. Kemudian, kasus itu dilimpahkan ke Polresta Pontianak-karena sebagai kabupaten baru, Kubu Raya masih ikut administrasi Kota Pontianak.

Polisi yang mendapat laporan itu segera bergerak. Hingga saat ini enam orang pelaku telah ditangkap. Mirisnya, para pelaku itu masih berusia antara 15 hingga 18 tahun. "Saat ini kami sudah menangkap 6 orang. Jadi yang lain masih dalam pengejaran pihak kepolisian," kata Komisaris Puji Prayitno kepada VIVAnews, Sabtu 7 April 2012. Korban maupun pelaku sudah tidak sekolah sekolah lagi.

Puji meminta peristiwa ini menjadi pelajaran bagi orangtua lainnya. Dia mengimbau para orangtua untuk menjaga anaknya masing-masing agar tidak mengalami kejahatan serupa dengan memberi perhatian, selalu memantau dan mencari anak bila larut malam belum kembali ke rumah.

Sementara itu, salah satu pelaku pemerkosaan, Lo, telah mengakui perbuatan bejatnya itu. "Saya tidak tahu perempuan itu. Hanya taunnya dari kawan yang membawanya. Tapi, saya ikut melakukan itu, karena melihat kawan-kawan semua melakukannya," katanya.

Dr, pelaku lainnya, juga mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku memerkosa karena diajak temannya. "Pelaku ramai. Tidak hanya yang ada di sini. Karena kawan sudah melakukannya semua, saya jadi ikut. Saya dapat giliran yang terahir," kata Dr. Sementara itu, Ha, pacar NA juga dimintai keterangan oleh polisi.
•sumber: VIVAnews