Kamis, 18 Oktober 2012

KEMANA MENCARI DAMAI?


Baca: Yohanes 16:25-33


Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (Yohanes 16:33)

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 15; Markus 7


Anda tentu sependapat bahwa damai sejahtera adalah hal yang dirindukan semua orang di dunia. Segala cara ditempuh demi damai diperoleh dalam kehidupan pribadi, keluarga, bahkan antar negara. Sebab itu, konselor tak pernah sepi, diplomat selalu sibuk, dan pasukan perdamaian masih saja dibentuk. Sebagai orang kristiani, seberapa sering Anda mengalami damai sejahtera? Jika damai sejahtera adalah buah Roh Kudus yang diam di dalam kita (Galatia 5:22), bukankah seharusnya kita mengalaminya setiap hari?

Ternyata selain menjanjikan damai sejahtera, Tuhan Yesus juga memastikan bahwa masalah besar akan dialami oleh mereka yang menjadi murid-murid-Nya. Lebih tepatnya, mereka akan “menderita penganiayaan”. Hmm.... Lalu bagaimana mungkin mereka bisa beroleh damai sejahtera? Kepastian berikut diberikan: “Aku [Yesus] telah mengalahkan dunia”. Yesus memegang kuasa tertinggi (Matius 28:18), segala sesuatu diletakkan di bawah kaki- Nya (lihat Efesus 1:22). Sebab itu, tidak ada masalah yang bisa luput dari perhatian-Nya atau terlalu sukar untuk ditangani-Nya.

Yesus tidak mengajar murid-murid-Nya bagaimana cara menghindari atau melarikan diri dari masalah, tetapi bagaimana menghadapi masalah dengan memandang dan berharap kepada-Nya. Usaha manusia hanya dapat meredakan masalah dan memberi “damai” sesaat. Kehadiran Roh Kudus memungkinkan kita memiliki damai sejahtera yang melampaui segala akal, dengan mengarahkan kita kepada Pribadi yang memegang kendali atas segala situasi. Badai masalah takkan dibiarkan-Nya melampaui kekuatan kita, namun justru membentuk kita makin mencerminkan Dia.—ELS 
DAMAI SEJAHTERA DAPAT KITA ALAMI DENGAN KEHADIRAN ROH KUDUS.
DIA AKAN SELALU MEMBAWA KITA KEMBALI MEMANDANG KRISTUS.

Rabu, 17 Oktober 2012

Ini Dia Arti Posisi Tidur Anda dan Pasangan

Ketika sudah terlelap, pasangan bisa tidur dengan posisi yang berbeda-beda. Mau tahu apa arti posisi tidur Anda dan suami? Berikut ini sembilan posisi tidur yang sering dilakukan pasangan dan makna di baliknya.
1. Liberty

Pada posisi ini pasangan saling membelakangi tanpa saling menyentuh. Posisi ini berarti pasangan merasa tetap  terhubung namun cukup independen untuk tidur terpisah. Mereka sudah terbiasa satu sama lain dan menerima  kebiasaan tidur pasangannya.
2. Cherish

Pada posisi ini pasangan tidur saling membelakangi namun bersentuhan. Posisi ini berarti pasangan merasa  nyaman, intim dan relaks satu sama lain. Posisi cherish banyak dilakukan pasangan yang pernikahannya belum  terlalu lama.
3. Male Spoon

Pada posisi ini wanita tidur membelakangi pria, sementara pasangannya menyentuh atau memeluk dari belakang.  Ini adalah posisi tidur yang cukup tradisional di mana pria menjadi sosok protektif terhadap pasangannya. Posisi  ini populer di kalangan pengantin baru. Posisi ini menunjukkan seksualitas yang kuat dan perasaan aman pada  hubungan.
4. Pillow Talk

Pasangan tidur berhadapan pada posisi ini. Posisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan keintiman untuk  melakukan one-to-one contact. Pasangan juga ingin bisa mengobrol di tempat tidur.
5. Lovers Knot

Pasangan tidur saling berhadapan dan berpelukan. Pelukan ini biasanya berlangsung selama 10 menit sebelum  kemudian tidur terpisah. Posisi ini menunjukkan pasangan memiliki keintiman, cinta dan cukup aktif secara  seksual meskipun tidur tidak berdekatan.
6. Female Spoons

Pada posisi ini pria tidur membelakangi wanita, sementara sang wanita memeluk pasangannya dari belakang. Pada  posisi ini wanitalah yang berperan melindung pasangannya saat tidur.
7. The Romantic

Pada posisi ini, wanita berbaring di atas dada pasangannya. Ini adalah posisi impian yang umum digambarkan  dalam film-film romantis Hollywood. Posisi tersebut biasa dilakukan pasangan pengantin baru setelah bercinta.  Posisi ini menunjukkan perasaan cinta yang mendalam.
8. Superwoman

Pada posisi ini wanita tidur telungkup, sementara pria berbaring menyamping. Di posisi ini wanita menguasai  tempat tidur. Dia ingin tempat yang lebih luas dan pasangannya memilih sisi yang lebih sempit.
9. Superman

Posisi ini kebalikan dari superwoman di mana sang pria yang menguasai tempat tidur dan wanitanya mengalah.

50% Orang Bisa Tahu Pasangannya Selingkuh dari Cara Tidurnya

img Cara atau gaya tidur seseorang bisa menggambarkan banyak hal. Survei terbaru di Inggris, 50% orang merasa bisa tahu pasangannya selingkuh atau tidak dari cara tidurnya. Ketika pasangan mereka tidur dengan posisi yang tidak biasanya, biasanya kecurigaan itu muncul.

Survei tersebut dibuat oleh grup bisnis perhotelan Travelodge bekerjasama dengan psikolog percintaan Inggris, Corrine Sweet. Dari riset itu terungkap hampir 2/3 wanita menjadi lebih waspada di tempat tidur ketika pasangan mereka berubah sikap ketika tidur.

Seperti dikutip dari Daily Mail, riset Travelodge ini juga memaparkan adanya tren baru yaitu pasangan kini lebih memilih tidur terpisah. Satu dari 10 pasangan mengakui mereka tidur terpisah agar bisa tidur lebih nyenyak di malam hari. Seperempat pasangan berusia 35 tahun ke bawah, yang sebenarnya sedang aktif secara seksual, juga berpikir untuk melakukan hal serupa. 

Tidur terpisah ini dilakukan karena satu dari empat pasangan sering bertengkar di kamar karena mereka jadi selalu terbangun akibat kebiasaan buruk pasangannya seperti mendengkur. Pasangan sekarang ini juga ingin punya area yang lebih luas ketika tidur. Lebih dari 1/2 pasangan membeli tempat tidur ukuran King Size untuk mendapatkan keinginan mereka itu.

Meski ingin tempat tidur yang lebih luas, lebih dari 50% orang mengaku mereka tetap senang untuk berpelukan. Setengah dari responden mengaku merasa kehidupan seks mereka lebih baik jika lebih sering tidur sambil berpelukan. 67% pria juga meyakini hal tersebut. 34% pria bahkan merasa tidak nyaman jika mereka tidak berpelukan dengan pasangan di tempat tidur. Sementara untuk wanita, hanya 26% yang merasakan hal itu.

Apapun gaya tidur Anda dan pasangan, menurut Corrine Sweet yang membuat riset ini, posisi saat seseorang tidur nyenyak menunjukkan bagaimana perasaan mereka sebenarnya. Hal itu karena saat tidur, seseorang tidak bisa memalsukan bahasa tubuhnya. Di waktu tidur itulah orang menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya. "Posisi tidur bisa menunjukkan banyak hal tentang hubungan Anda," kata Sweet.

10 Aturan Tidak Tertulis Soal Pernikahan yang Perlu Anda Ikuti (Bag. 1)

imgPasangan harus setia, jujur dan selalu ada di saat sulit maupun senang, itulah aturan tidak tertulis yang selama ini diketahui mengenai pernikahan. Selain tiga hal itu, masih ada aturan-aturan tidak tertulis lainnya yang terkesan sepele, namun perlu Anda ikuti. Berikut ini 10 aturan tersebut menurut pendapat para ahli seperti dipaparkan pada Womans Day:

1. Jangan Mengritik Langsung Orangtua Pasangan
Ketika mertua melakukan sesuatu yang membuat kesal, pastinya Anda ingin langsung menumpahkan kekesalan tersebut pada suami. Menurut psikolog asal Florida, LeslieBeth Wish, EdD, tindakan tersebut tidak sepenuhnya benar untuk dilakukan. Ketika Anda mengkritik tindakan mertua, biasanya suami akan bersikap defensif. "Ketika Anda berada dalam posisi A, pasangan pasti akan memilih berada di posisi B," ujarnya. Sebelum langsung marah-marah, coba tempatkan dulu posisi Anda pada posisinya.

2. Jujur Jika Anda Berteman Lagi dengan Mantan
Apapun yang berhubungan dengan mantan jika dirahasiakan bisa membawa masalah. "Kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan, kenapa harus disembunyikan," saran Deb Castaldo, PhD, terapis pernikahan yang juga profesor di Rutgers University School of Social Work.

Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang biasanya membangkitkan kembali kenangan dengan mantan. Meskipun Anda sudah tidak punya perasaan apapun, koneksi dengan mantan tersebut sebaiknya jangan disembunyikan dari pasangan. "Itu bisa memicu pada ketidakjujuran," ujar Castaldo.

3. Jangan Menashati Sekaligus Mengoreksi
Ketika pasangan mengajak Anda mengobrol mengenai masalahnya, biasanya hal itu karena dia butuh orang yang mau mendengarkan dan mendukungnya. Jadi sebaiknya jangan langsung memberikan nasihat yang tidak diminta atau malah mengoreksi tindakannya.

"Kita terkadang memberikan nasihat karena mencoba membantu, tapi itu bisa dianggap kritikan ketika Anda terlalu banyak memberikan koreksi," ujar psikolog dan penulis buku 'Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up', Harriet Lerner, PhD.

Harriet menyarankan biarkan pasangan memutuskan sendiri terlebih dulu. "Yang terpenting dalam sebuah hubungan bukan bagaimana semuanya menjadi 'benar', tapi bagaimana pasangan berdedikasi untuk berkontribusi memberikan kebahagiaan satu sama lain," jelasnya.

4. Stop Mengerjakan Semuanya Sendiri
Biasanya karena tidak suka hasil pekerjaan suami, Anda memilih mengerjakan seluruh urusan rumah tangga sendirian, mulai dari menyapu hingga menyetrika pakaian. Bukan hanya pekerjaan rumah saja, beberapa wanitamemilih mengambil alih urusan keuangan ketika tahu suami mereka teledor. Jika semua itu Anda lakukan, stop dari sekarang. "Pihak yang menjadi penyelamat bisa jadi kelelahan karena harus melakukan itu terus," ujar Dr. Wish.

Cobalah untuk mulai meminta bantuan pasangan. Kalau Anda tidak suka dengan hasil pekerjaannya, beritahu kesalahannya di mana agar dia bisa belajar. Anda juga bisa memberi contoh langsung. Ketika Anda meminta bantuan, ini akan membuat pasangan merasa kalian memang satu tim dalam menjalani rumah tangga.

5. Jangan Ungkit Pertengkaran yang Sudah Lewat
"Orang sering membahas lagi pertengkaran lama karena sebelumnya masalah itu belum selesai," ujar Dr. Castaldo. Jika memang Anda sering menumpuk masalah tanpa menyelesaikannya, ini bisa membahayakan pernikahan. Menurut Dr. Castaldo sangat penting untuk pasangan menyelesaikan perselisihan mereka saat itu juga. Jika memang pada akhirnya pasangan tetap saling tidak sepakat, akhiri di sana, dan hargai pendapat masing-masing.
sumber:wolipop.com

BUKAN KANKER PERAMPASNYA


Baca: Mazmur 51


Buatlah aku gembira lagi karena keselamatan daripada- Mu, berilah aku hati yang rela untuk taat kepada-Mu. (Mazmur 51:14 BIS)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 6


Saya hampir tidak percaya apa yang saya lihat. Wajah yang bersinar penuh sukacita di depan saya adalah seorang pasien kemoterapi karena kanker getah bening stadium empat yang dideritanya. Terakhir kami bertemu wajahnya suram bukan main, dan napasnya sesak karena 80 persen paru-parunya penuh sel kanker. Kini, dengan leluasa ia bertutur bagaimana Tuhan memakai kondisi sulit itu untuk membongkar banyak kepahitan, kebencian, dan masalah-masalah yang tertimbun di hatinya. Ketika semua itu dibereskan, sukacita mengalir deras, dan ajaibnya, kondisi fisiknya ikut mengalami kemajuan. Perebut sukacita yang sesungguhnya sudah disingkirkan.

Kisahnya mengingatkan saya pada Daud yang kehilangan sukacita ketika ia berbuat dosa. Dalam Mazmur pengakuannya, ia melukiskan bagaimana dosa yang dipendam membuat batinnya bergumul, dan tulangnya remuk (ayat 5, 10). Ketika dosa dibereskan, Daud kembali menjadi orang yang berbahagia (bandingkan Mazmur 32:1-2), dan kebaikan-kebaikan Allah spontan mengalir dari bibirnya (ayat 15-16). Daud sadar bahwa sukacita itu sangat erat kaitannya dengan Roh Tuhan yang berdiam dalam dirinya (ayat 13). Kerelaan untuk taat juga merupakan karya Roh Tuhan (ayat 14).

Apakah hari ini Anda sedang kehilangan sukacita? Salah satu perampas sukacita adalah dosa. Periksalah apakah ada kebencian, kepahitan, ketidakmauan mengampuni, atau dosa lain yang belum dibereskan di hadapan Tuhan. Akui dan tinggalkan dosa. Biarkan Tuhan memerdekakan Anda, dan memberikan buah-buah sukacita melalui kehadiran Roh-Nya.—ELS 
DALAM HUBUNGAN YANG HARMONIS DENGAN TUHAN,
SITUASI SULIT TAK BERKUASA MERAMPAS SUKACITA KITA.

Selasa, 16 Oktober 2012

BUKAN KASIH BIASA


Baca: 1 Yohanes 3:19-24


Dan inilah perintah-Nya: Supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Siapa yang menuruti segala perintah-Nya, ia ada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1 Yohanes 3:23-24a)

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 14; Markus 6; Lukas 9


Tahun 1979. Pengungsi Vietnam membeludak di Hongkong. Camp Jubilee, barak polisi berkapasitas 900 orang dipadati 8000 pengungsi. Lantai bawah gedung itu menjijikkan. Kotoran manusia dan air seni menumpuk setinggi 20 cm. Jika saat itu ada di sana, akankah Anda bergabung bersama Gary Stephens dan 30 relawan yang membersihkan kotoran manusia, memperbaiki toilet dan pipa-pipa pembuangan? Mereka membayar sendiri biaya perjalanan untuk melakukan pekerjaan yang tidak mau dilakukan orang lain itu. Para pengungsi heran. Siapa orang-orang ini? Kasih mereka bukan kasih biasa.

Kasih yang tampak mustahil adalah karakter Allah sendiri, dan umat Allah diperintahkan untuk mencerminkan-Nya (ayat 23-24). Menuruti perintah Allah ini menunjukkan seseorang telah dilahirbarukan oleh Roh Kudus yang berdiam di dalam diri tiap pengikut Kristus. Rasul Yohanes jelas tidak membicarakan jenis kasih yang secara alamiah muncul un tuk anggota keluarga atau orang yang baik pada kita. Ia menulis kepada jemaat yang sedang menghadapi banyak tekanan dan kebencian. Kasih yang dijelaskannya merupakan penanda anak-anak Allah, yang hanya dapat mengalir karena seseorang telah mengalami kasih Allah dan Roh-Nya diam di dalam mereka (ayat 24 bandingkan ayat 14).

Kasih Allah yang mengalir melalui Gary dan tim membawa banyak orang berjumpa dengan Sumber kasih itu: Allah sendiri. Apakah ini menggambarkan kualitas kasih yang kita miliki hari ini? Adakah kasih kita mengalir dari kecenderungan manusiawi atau dari karya Roh Kudus?—LIT
KASIH YANG MENGALIR DARI ROH KUDUS
MENARIK ORANG UNTUK MENCARI SUMBERNYA: KRISTUS.

MENYELAMI PIKIRAN TUHAN


Baca: 2 Petrus 1:16-21


... sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:21)

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 10


Mungkin seperti saya, Anda pernah berharap bisa mendengar Tuhan menyatakan diri secara supernatural. Bukankah Tuhan telah berbicara secara langsung kepada Abraham, Musa, dan Paulus; mengutus malaikat untuk memberitahukan rencana-Nya pada Gideon dan Maria; memberi penglihatan khusus kepada Yakub serta Petrus? Namun, kenyataannya, Dia tidak menyatakan diri dengan cara demikian pada setiap orang. Lalu, bagaimana kita bisa menyelami pikiran Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya? Nasihat yang tentu sering kita dengar: bacalah Alkitab! Benarkah Alkitab dapat mewakili pikiran-pikiran Tuhan?

Rasul Petrus tampaknya menghadapi pertanyaan serupa sehingga ia menegaskan bahwa Alkitab tidak dihasilkan oleh manusia (ayat 21). Alkitab dapat dipercaya karena ditulis oleh ilham Roh Kudus (ayat 19, 21). Atas dorongan Roh Kudus juga, para rasul termasuk dirinya, menyampaikan apa yang dinyatakan oleh Kristus sendiri, yang ternyata sesuai dengan nubuat para nabi (ayat 16-19, 21). Ada hal-hal yang belum dinyatakan Tuhan Yesus semasa di dunia karena ketidaksiapan para murid, namun Roh Kudus akan memberitahukan hal-hal itu kepada mereka pada saat yang tepat (lihat Yohanes 16:12-15).

Tanpa membatasi Tuhan yang dapat menyatakan diri dengan segala macam cara, satu hal yang pasti, Dia telah menyatakan Pribadi dan karya-Nya dalam Alkitab. Roh Kudus sendiri yang menuntun penulisan Alkitab dalam sejarah yang panjang dan memeliharanya hingga sekarang. Jika kita memang rindu menyelami pikiran-pikiran Tuhan, mengapa kita tidak bertekun mempelajari karya tulis Roh Kudus ini?—JOE
KARENA DITULIS OLEH ROH KEBENARAN,
KITA DAPAT MEMERCAYAI ALKITAB SEBAGAI FIRMAN TUHAN.