Jumat, 30 Maret 2012

6 Kesalahan Pria Saat Menghadapi Wanita yang Menangis

img Wanita cenderung lebih emosional dalam menghadapi masalah dibandingkan pria. Kadang mereka menangis karena masalah kecil atau tersedu-sedu akibat sesuatu yang benar-benar membuat stres. Karena ketidaktahuan, banyak pria berusaha menenangkan wanita yang sedang sedih tapi justru membuat mereka semakin marah dan tangisan lebih menjadi-jadi. Dikutip dari Made Man, ini enam hal yang jangan pernah dikatakan kepada wanita yang sedang menangis.
 
1. "Sudahlah, Lupakan Saja"
Ini adalah perkataan paling kejam yang dilontarkan pada wanita ketika dia sedang menangis. Wanita tidak perlu diberitahu kapan mereka harus melupakan kesedihannya. Setiap orang mengatasi kesedihan dan rasa dukanya dengan cara yang berbeda. Ada yang bisa dengan cepat melupakan masalah, tapi ada juga yang baru bisa melupakannya setelah berminggu-minggu. Lama ataupun cepat, rasa sedih itu pun akan berangsur-angsur hilang. Mengatakan hal tersebut hanya akan membuatnya kesal dan justru lebih sulit rasa sedihnya itu hilang.

2. "Masalahnya Tidak Seburuk Itu"/ "Itu Bisa Saja Lebih Buruk dari Ini"
Wanita menangis karena ada hal sangat buruk yang menimpanya saat itu. Meskipun mungkin masalah tersebut terlihat sepele di mata pria atau orang lain, jika wanita sampai menangis pastilah karena kejadian yang tidak menyenangkan. Mengatakan kalau masalahnya tidak terlalu buruk akan terkesan seperti meremehkan, padahal mungkin itu adalah hal yang sangat penting baginya.

3. "Aku Mengerti Perasaanmu"
Faktanya, tidak ada orang yang benar-benar tahu apa yang dirasakan wanita saat dia menangis. Kalimat tersebut memang bisa menunjukkan simpati, tapi akan terkesan 'palsu' terutama jika diucapkan oleh pria yang sudah menyakiti hatinya. Menepuk bahu atau merangkul akan lebih efektif membuat perasaan wanita lebih baik daripada mengucapkan kata-kata tersebut.

4. "Kamu Lagi Datang Bulan Ya?"
Perasaan wanita memang lebih sensitif dan sentimentil saat datang bulan, tapi bukan berarti mereka bisa terima jika dikatakan seperti itu saat menangis. Perkataan tersebut terkesan menyamaratakan dan merendahkan gendernya sebagai wanita. Mereka akan merasa tangisannya dianggap remeh dan tidak berarti --terjadi karena siklus bulanan.

5. "Tolong Jangan Menangis"
Melarang wanita menangis saat dia merasa sangat sedih bukanlah ide yang baik. Solusi terbaik menghadapi situasi tersebut adalah membiarkan dia meluapkan perasaannya. Memintanya berhenti menangis sama saja dengan mengatakan kalau, dirinya sangat tidak stabil dan tangisannya itu mengganggu. Memintanya berhenti menangis justru akan membuatnya semakin berlinang air mata. Cara terbaik menghadapi wanita menangis adalah membiarkannya hingga berhenti dan mendengar curhatan setelahnya.

6. "Reaksi Kamu Terlalu Berlebihan"
Bukan pilihan kata yang tepat untuk diungkapkan kepada wanita yang sedih atau putus asa. Di dalam pikiran wanita, dia tidak pernah merasa reaksinya terlalu berlebihan terhadap apapun. Jika dia sampai menangis, memang ada sesuatu yang sangat sentimentil baginya. Mengatakan hal tersebut akan membuatnya merasa dianggap bermasalah dengan kondisi mental.

Ini Dia Syarat Resmi Jika Ingin Mengadopsi Anak

imgMengadopsi anak bisa jadi pilihan pasangan suami-istri ketika ingin memiliki atau menambah momongan. Anda tertarik melakukannya? Ini dia persyaratan resmi jika ingin mengadopsi anak melalui lembaga resmi dan memiliki kekuatan hukum.
 
Ketua I Yayasan Sayap Ibu Rin Tjiptowinoto menjelaskan apa saja persyaratan yang harus dipenuhi ketika ada pasangan ingin mengadopsi anak. Yayasan yang diketuai Tjipto ini, begitu ia biasa disapa, sudah bertahun-tahun menjadi lembaga yang mengurus adopsi anak.

Tjipto yang menjadi ketua di Yayasan Sayap Ibu sejak 2002 menjelaskan, sebelum melakukan proses adopsi, Anda diwajibkan datang berkonsultasi dengan Pengurus Bagian Pengangkatan Anak sesuai persyaratan. Setelah itu, melengkapi dokumen yang harus diserahkan. Adapun kriteria pengadopsian anak mencakup umur, agama, status, dan ekonomi. Pasangan yang sejenis tidak diperbolehkan mengadopsi anak. Untuk persyaratan yang lebih detail dan jelas, Anda bisa melihatnya di situs resmi Yayasan Sayap Ibu, www.sayapibujakarta.org.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, Anda harus menunggu hingga sudah ada bayi atau anak yang sesuai dengan permohonan Anda. Kemudian, orangtua angkat harus bersedia menerima kunjungan rumah dari pekerja sosial yayasan dan pemerintah untuk memastikan kalau ekonomi Anda memang berkecukupan.

Setelah semua memenuhi syarat, maka akan dilakukan serah terima anak (foster care) atas izin Dinas Sosial. Pasca serah terima tersebut, anak belum secara resmi menjadi milik Anda. Calon orangtua harus melalui proses masa asuhan kurang lebih 6 bulan. Bila anak memang terawat dengan baik, baru diajukan ke TIM PIPA (Pertimbangan Izin Pengangkatan Anak) sebelum disahkan ke pengadilan.

Namun, tidak semua proses tersebut berjalan mulus. Tjipto mengatakan kendala biasa terjadi saat foster care. "Kemungkinan kendala itu tidak begitu besar bila mengikuti peraturan, tapi kendala bisa timbul ketika foster care, misalnya anak tidak cocok dengan orangtua angkatnya sehingga butuh konsultasi lagi, bantuan psikolog, atau kalau memang tidak bisa diatasi, anak dikembalikan ke kita karena sebelum pengadilan, anak masih milik yayasan," jelasnya.

Proses adopsi memang membutuhkan waktu yang lama karena menyangkut kesejahteraan anak nantinya. Anak angkat yang memiliki kekuatan hukum tidak bisa diadopsi begitu saja tanpa tahapan-tahapan tersebut. Jika serah terima anak bisa dilakukan langsung saat itu juga, hal ini akan berdampak pada orangtua angkat dikemudian hari. Bisa saja orangtua kandung meneror pasangan yang melakukan pengadopsian anak mereka. Oleh karena itu, lebih baik Anda mengadopsi anak dari lembaga resmi.

Lantas, berapa biaya yang perlu dikeluarkan jika ingin menjalani proses adopsi anak ini? Menurut Tjipto, untuk WNI biayanya adalah Rp 4,5-5 juta sementara WNA Rp 6-7 juta. Biaya tersebut dikeluarkan untuk home visit, materai, biaya pengadilan dan lain-lain, bukan untuk Yayasan Sayap Ibu.

SEPERTI BARNABAS

Baca: 1 Korintus 9:1-12


Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan? (1 Korintus 9:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-Hakim 3-5


Nama Barnabas pertama kali disebut sebagai salah satu anggota jemaat mula-mula di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 4:36-37. Barnabas berarti “anak penghiburan”, dan memang ia hidup sesuai namanya. Ia menjual ladang miliknya dan mempersembahkan uangnya untuk dipakai membantu jemaat yang kekurangan. Saat Paulus baru bertobat dan banyak  yang curiga pada bekas penganiaya jemaat itu, Barnabaslah yang mendampingi dan membelanya.
Dalam bacaan hari ini kita menjumpai namanya lagi. Bersama Paulus, rekannya, Barnabas tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama melayani di Korintus (ayat 6). Sebenarnya wajar saja jika jemaat membiayai hidup Barnabas dan Paulus, karena mereka telah melakukan banyak hal untuk melayani jemaat, tetapi mereka tidak mempergunakan hak itu. Mengapa? Karena tujuan utama mereka adalah membawa orang bertobat dan datang pada Tuhan (ayat 12b), bukan mencari uang. Barnabas memandang uang, tenaga, dan keterampilan kerjanya bukan sebagai hak, tetapi sarana untuk ia pakai melayani.
Kadangkala fokus pelayanan kita juga bisa berangsur kabur. Di tengah dunia yang memberi definisinya sendiri tentang keadilan, bisa jadi kita mulai berhitung apakah pelayanan kita telah cukup dihargai. Perhatian kita lebih tertuju pada hak-hak yang menurut kita harus kita terima, daripada memikirkan bagaimana menggunakan hak melayani yang Tuhan berikan. Seperti Barnabas, mari arahkan fokus kita pada tujuan yang seharusnya, membawa orang makin mengenal dan mengasihi Tuhan. Dan, mari pakai tiap sumber daya yang Tuhan sediakan untuk saling melengkapi dalam tubuh Kristus, guna mencapai tujuan tersebut.—ELS
MEMBERITAKAN TUHAN ADALAH TUJUAN KITA MELAYANI;
TIAP SUMBER DAYA ADALAH SARANA KITA BERSAMA MENCAPAI TUJUAN INI.

Kamis, 29 Maret 2012

Biji Kopi Mentah Bisa Turunkan Berat Badan

imgBiji kopi yang belum dipanggang atau yang masih hijau karena dipetik hari itu juga bisa jadi memegang kunci penurunan berat badan yang murah dan efektif.
 
Hal tersebut berdasarkan studi yang dipresentasikan di pertemuan American Chemical Society di San Diego.

Joe Vinson, ahli kimia dari Universitas Scranton yang memimpin studi tersebut menyatakan bahwa ekstrak biji kopi hijau mengurangi penyerapan lemak dan glukosa dalam usus serta mengurangi kadar insulin yang akan meningkatkan fungsi metabolisme. Vinson pun melaporkan tidak ada tanda-tanda efek samping pada partisipan.

Selama 6 minggu, seluruh partisipan menelan kapsul suplemen 3 butir sehari, meminum 700-1.050 mg ekstrak kopi hijau sehari atau memakai plasebo. Partisipan pun tidak mengubah asupan kalori selama proses percobaan. Hasilnya, seluruh partisipan mengurangi lemak tubuh rata-rata sebesar 16 persen.

Satu-satunya kekurangan ekstrak kopi hijau adalah rasanya 'sangat pahit', bahkan ekstrak ini akan sulit untuk diminum tanpa banyak air, ungkap Vinson seperti dilansir dari The Seattle Times, Kamis (29/3/2012).

Dengan biaya 20 dolar AS (sekitar Rp 184.000) per bulan, bisa dibilang konsumsi ekstrak kopi hijau jauh lebih murah daripada pengobatan penurunan berat badan khusus atau dengan resep dokter.

Percobaan tersebut dilakukan di India dan dibiayai oleh Applied Food Sciences di Austin, Texas, sebuah perusahaan produsen ekstrak kopi hijau.

Sebagai sebuah suplemen diet, ekstrak kopi hijau tak membutuhkan persetujuan FDA. Bahkan faktanya, ekstrak ini sudah tersedia sebagai salah satu pengobatan naturopati dan antioksidan.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Naksir Teman Sekantor

img Naksir rekan kerja merupakan hal yang biasa. Namun hal tersebut bisa menjadi salah satu ancaman, terlebih lagi jika cinta lokasi tersebut terjadi di kantor.
 
Jika Anda sudah terlanjur naksir teman sekantor, ada beberapa hal yang mesti Anda ketahui. Sebelum mengambil keputusan apa yang harus dilakukan, simaklah beberapa langkah berikut ini untuk mengatasi persoalan cinta lokasi di tempat kerja:

1. Ketahuilah Kebijakan Kantor
Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu mencari tahu terlebih dahulu kebijakan kantor yang diberikan. Apakah kantor Anda mengizinkan untuk memiliki hubungan khusus dengan sesama rekan kerja atau kantor justru melarangnya. Jangan sampai Anda terancam dikeluarkan dari tempat kerja hanya karena persoalan cinta lokasi.

2. Sadar terhadap Konsekuensi
Sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan asmara dengan rekan kerja di kantor, ada baiknya jika mempertimbangkan konsekuensi yang kemungkinan akan didapat dan dampak yang akan terjadi pada tugas serta pekerjaan Anda ke depannya. Jangan sampai malah terlibat masalah dengan rekan kerja lainnya hanya karena Anda memiliki hubungan spesial dengan satu rekan kerja, baik itu sesama divisi, senior atau bos. Yang perlu diingat, persaingan profesional selalu mungkin terjadi.

3. Berhati-hati
Saat menjalani cinta lokasi melangkahlah dengan hati-hati. Meskipun akan menghabiskan waktu sebanyak 8 hingga 9 jam sehari di kantor, bukan berarti Anda bisa berlama-lama ngobrol bersama si dia. Sebaiknya mengambil waktu untuk berbicara dengannya saat jam makan siang.

4. Jangan Pamer
Jangan sampai mengumbar-umbar bahwa Anda telah memiliki hubungan yang spesial dengan sesama rekan kerja. Apabila Anda sering curhat meskipun dengan teman dekat di kantor, bukan berarti gosip tak akan beredar dengan cepat. Jadi sebaiknya hindari hal tersebut.

5. Profesional
Ingatlah bahwa Anda datang ke kantor untuk bekerja bukan berpacaran. Jadi, pastikan bahwa Anda bersikap profesional. Jangan sampai mengumbar kemesraan dengan si dia di kantor. Misalnya berpegangan tangan atau selalu duduk bersama-sama.

Tips Mengatasi Kendala dalam Karir untuk Ibu Bekerja

img Tak sedikit wanita yang bekerja di Indonesia mengalami kendala dalam karir mereka saat sudah berkeluarga dan memiliki anak. Fakta tersebut telah ditemukan dalam hasil riset yang dilakukan Accenture di 31 negara termasuk Indonesia. Ada 100 wanita dan pria yang menjadi responden dalam penelitian ini.
 
Dalam survei tersebut, responden ditanyakan mengenai kendala terbesar dalam kemajuan karir. Sebanyak 42 persen responden menyebutkan kurangnya kesempatan atau jenjang karir yang jelas. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar ketimbang dengan responden yang menyebutkan tanggung jawab keluarga sebagai halangan terbesar. Sementara sepertiganya atau sekitar 32 persen responden menyebutkan bahwa mereka tidak menemui halangan dalam kemajuan karir.

Beberapa hal lain yang ditemukan dalam riset itu adalah:

- Jadwal Bekerja yang Fleksibel
Sebanyak 59 responden tercatat memiliki jadwal bekerja yang fleksibel. Sementara 44 persen dari kelompok tersebut mengatakan mereka telah menjalani jadwal bekerja yang fleksibel selama lebih dari tiga tahun.

- Karir yang Melambat
Ketika ditanyakan mengenai faktor-faktor yang memperlambat karir mereka, 44 persen responden menyebutkan penurunan ekonomi yang terjadi pada tahun 2008. 40 persen menyebutkan kesibukan setelah memiliki anak.

- Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Lebih dari dua pertiga responden atau sebanyak 71 persen tercatat memperoleh keseimbangan tersebut. 42 persen mengatakan mereka sering mengorbankan waktu bersama keluarga demi keberhasilan dalam pekerjaan dan 41 persen mengatakan bahwa tuntutan pekerjaan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan berkeluarga.

- Pasangan
Sebanyak 73 responden yang menikah atau memiliki pasangan mengatakan bahwa pasangan mereka memiliki pekerjaan tetap.

- Hal-hal Penting yang Memberikan Kontribusi dalam Kemajuan Karir
Kepercayaan diri, soft skill dan kerja keras adalah hal yang paling sering disebutkan sebagai yang terpenting dalam kemajuan karir.

- Arahan Mengenai Karir
Sedikitnya sepertiga dari responden tercatat mendapatkan petunjuk mengenai karir dari kolega (35 persen) atau keluarga (32 persen) dan 77 persen mengatakan tidak ada masalah apabila orang yang memberikan arahan mengenai karir adalah perempuan atau laki-laki.

Sehingga kesimpulan yang didapat yaitu untuk mengatasi kendala dalam karir bagi wanita menurut Neneng Goenadi, Executive Director Accenture Indonesia adalah:

1. Wanita yang bekerja dan sudah memiliki suami dan anak, membutuhkan jadwal kerja yang fleksibel. Carilah perusahaan yang dapat memberikan waktu kerja yang fleksibel tersebut. Hal ini penting karena Anda dapat mengatur waktu untuk bekerja dan juga waktu untuk suami dan anak.

2. Wanita yang bekerja juga membutuhkan fasilitas yang baik dan mendukung dari perusahaan tempat mereka bekerja. Misalnya kantor memberikan fasilitas modem untuk dapat bekerja di rumah. Ada pula fasilitas berupa ruangan untuk menyusui di kantor. Karena bagi seorang ibu yang baru memiliki anak butuh ruangan khusus untuk menyusui tersebut.

3. Menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Jangan sampai di saat waktunya Anda menghabiskan waktu bersama keluarga, malah digunakan untuk bekerja.

4. Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan hidup Anda sebenarnya. Jika memang ingin terus berkarir meskipun sudah memiliki suami dengan pekerjaan tetap, maka lanjutkanlah karir Anda tersebut dan jangan sampai berhenti di tengah jalan.

5. Percaya diri, kreatif dan bekerja keras merupakan hal yang dapat membantu Anda mengalami kendala dalam bekerja. Jadilah pribadi yang kreatif dan mandiri sehingga tak bergantung dengan orang lain. Percaya diri juga dibutuhkan sehingga Anda dapat mengeluarkan pendapat dan bukan hanya diam saja. Bekerja keras dilakukan untuk dapat meningkatkan performa kerja agar karir tidak menurun.

Tips Menyeimbangkan Karir & Kehidupan Asmara

imgSebagian dari Anda mungkin kerap mengalami situasi yang membuat Anda terjebak dalam kesibukan antara pekerjaan dan kehidupan asmara. Faktor tersebut biasanya dikarenakan pembagian waktu yang salah dan tidak seimbang.
 
Keseimbangan dalam membagi waktu di antara keduanya, memang hal yang tidak mudah dan merupakan tantangan berat. Lalu, bagaimana caranya untuk dapat menyeimbangkan karier dengan kehidupan asmara? Seperti dilansir oleh Boldsky, terdapat beberapa trik yang dapat membantu Anda untuk keluar dari situasi tersebut.

1. Tinggalkan Pekerjaan di Kantor
Hindari membawa pekerjaan ke rumah, jika memang pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan di kantor. Tinggalkanlah pekerjaan tersebut sejenak. Lupakanlah beban yang ada untuk sementara waktu. Kemudian cobalah untuk memberikan perhatian yang lebih kepada pasangan Anda.

2. Jangan Samakan Urusan Kantor dengan Kehidupan Pribadi
Agar dapat menyeimbangkan urusan kantor dengan kehidupan pribadi, yang harus dilakukan yaitu membedakan terlebih dulu urusan di antara keduanya. Jika memang waktunya untuk bekerja, gunakanlah waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor. Apabila jam kerja sudah lewat, Anda baru dapat mempergunakan waktu tersebut untuk memprioritaskan kekasih Anda.

3. Minta Bantuan Si Dia
Menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan asmara sebenarnya bisa dilakukan secara bersama. Terutama bagi Anda yang sudah menikah. Jika sedang di rumah, tak ada salahnya meminta bantuan si dia untuk menyelesaikan masalah, begitupun sebaliknya.

4. Menjelaskan Kepada Si Dia
Terkadang Anda diharuskan untuk membawa pekerjaan pulang ke rumah sehingga saat dia sedang bertamu, Anda justru cuek dan sibuk berkutat dengan pekerjaan. Untuk mencegah timbulnya konflik dengan pasangan, sebaiknya Anda menjelaskan kepada si dia untuk mendapatkan dukungan penuh. Jika sedang beristirahat sejenak, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk bercanda dengan pasangan.