Minggu, 29 Juli 2012

BUKAN SEKEDAR BERTAHAN


Baca: Yeremia 25:1-14


Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin Amon, raja Yehuda, sampai hari ini, jadi sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman Tuhan datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya. (Yeremia 25:3)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 54-58

Bernostalgia di depot soto langganan semasa kuliah, saya kagum dengan bapak yang 20 tahun lalu sudah meracik soto itu. “Kok betah, Pak, kerja di sini?” Dengan sedih beliau menjawab “Yah, gimana lagi mas, saya tidak punya keterampilan lain.” Ah, kasihan betul bapak ini. Sekadar bertahan dalam pekerjaan yang tak disukai, karena tidak tahu hal lain yang dapat ia kerjakan untuk menyambung hidup.

Nabi Yeremia menyampaikan teguran Tuhan kepada bangsanya. Hal itu dilakukannya selama 23 tahun. Jelas bukan kerja yang menyenangkan sebab kebanyakan orang tak suka ditegur. Namun, ia melakukannya terus-menerus (ayat 3). Kata ini dalam bahasa aslinya, shakam, menggambarkan sesuatu yang dilakukan dengan rajin, gigih, dan bersemangat. Yeremia tak sekadar bertahan, ia sadar betul pekerjaannya penting bagi Tuhan. Bangsanya harus ditegur agar bertobat dan tak binasa! Shakam juga dapat berarti bangun pagi dengan sengaja untuk bersiap, misalnya saat akan melakukan perjalanan jauh, berperang, atau beribadah. Tampaknya sang nabi menyiapkan tiap hari dengan berjumpa Tuhan hingga firman Tuhan terus-menerus datang padanya. Ini membuatnya dapat bertahan melewati masa-masa sukar.

Bagaimana kita menjalani pekerjaan dan pelayanan selama ini? Lebih mirip penjual soto di atas atau sang nabi? Hari ini sebagian orang telah kehilangan gairah hidup. Mereka tetap beraktivitas, tetapi tanpa hati. Sekadar bertahan. Mari mengevaluasi tujuan kita bangun dan bekerja tiap hari. Buat komitmen ulang untuk tekun menyiapkan bekal rohani tiap pagi! Mohon Tuhan memberi semangat dan hikmat bagi pekerjaan yang dipercayakan-Nya.—ICW
 TANPA TUHAN, ANDA TANPA ARAH, ANDA SEKEDAR BERTAHAN.BERSAMA TUHAN, ANDA PUNYA SEMANGAT, ANDA DITUNTUN VISI.

Sabtu, 28 Juli 2012

6 Hal yang Diinginkan Pria Saat Malam Pertama

imgBagi pasangan yang baru menikah, malam pertama menjadi momen yang paling penting dan mungkin tak akan dilupakan seumur hidup. Jadi ketika momen malam pertama akhirnya datang, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk menikmati keintiman bersama pasangan. Sebagai mempelai wanita, Anda perlu mengetahui hal-hal apa saja yang diinginkan pasangan di malam pertama, seperti yang dikutip dari Huffington Post.

1. Tatapan Penuh Hasrat dari Sang Wanita
Demi mewujudkan malam pertama yang spesial, pria biasanya akan menyiapkan champagne, menghias kamar dengan lilin dan kelopak bunga mawar serta menyetel musik romantis. Semua itu dilakukannya demi satu tujuan: melihat tatapan penuh hasrat dari pasangan yang memberitahu bahwa dia tak bisa menolak sang pria. Jadi tunjukkanlah kalau usahanya itu membuahkan hasil dan berikan dia tatapan sensual yang menggoda. 

2. Lingerie
Pria suka melihat wanita mengenakan lingerie, tapi lebih suka lagi melihat pasangannya melepaskan lingerie tersebut. Semakin eksotis cara Anda menanggalkan busana, akan semakin baik. Pria adalah makhluk visual dan menyajikan 'pemandangan' sensual di depan si dia merupakan hadiah malam pertama terbaik baginya. 

3. Aksesori
Percaya atau tidak, pria juga memperhatikan hal-hal detail yang dikenakan wanita. Dia mengamati sepatu, perhiasan bahkan cat kuku yang Anda pakai. Pria menginginkan Anda memakai itu semua, terutama saat tak memakai busana.

4. Foreplay
Meskipun pria biasanya enggan melakukan foreplay, tapi di malam pertama justru ini yang mereka dambakan. Goda si dia dengan obrolan 'nakal', sentuhan atau pijatan sensual.

5. Kejutan
Pria suka kejutan, apalagi jika itu berhubungan dengan seks. Agar malam pertama lebih menggairahkan, tidak ada salahnya Anda menambahkan 'bumbu' saat melakukannya. Misalnya saja dengan berganti peran atau mengenakan lingerie dengan warna mencolok.

6. Pujian
Saat malam pertama, apalagi yang paling diharapkan pria selain bisa memberikan kepuasan pada pasangannya? Setelah sesi bercinta yang melelahkan, bahagiakan pasangan dengan memberikan pujian betapa hebat aksinya tadi malam. Pria suka bila egonya dinaikkan dan memujinya, adalah cara paling efektif.

Mudah Merasa Lelah? Ini Cara untuk Meningkatkan Energi

img Lemah, lesu, mudah ngantuk di siang hari dan cepat lelah merupakan tanda-tanda Anda kurang energi. Lelah bisa disebabkan karena banyak hal, seperti kurang tidur, anemia, diet yang salah atau terlalu banyak mengonsumsi gula. 
 
Banyak dari Anda yang berusaha meningkatkan energi dengan mengkonsumsi kafein. Padahal kafein bukan cara sehat untuk mengatasi rasa lelah. Dilansir Live Strong, ini dia cara mengatasi lelah dengan meningkatkan energi. 

Berolahraga
Menurut Healthbeat, sebuah media publikasi yang dimiliki oleh Harvard Medical school menyatakan bahwa hormone pinefrin dan norepinefrin yang dihasilkan selama dan setelah berolahraga adalah cara alami untuk mendapatkan energi tambahan. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk pergi ke gym, jalan cepat bisa menjadi solusinya.

Minum Banyak Air Putih
Dengan banyaknya kandungan air putih dalam tubuh akan membantu Anda menjadi lebih semangat untuk menghadapi hari-hari yang padat kegiatan. Mayo Clinic, sebuah klinik ternama di Minnesota ini menyarankan kepada seluruh pasiennya untuk minum sedikitnya 8 gelas perhari, dan jika Anda yang berkegiatan disuhu yang lebih panas maka dibutuhkan lebih dari 8 gelas air putih setiap harinya.

Makan dengan Porsi Kecil
Makanan adalah sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Namun, cara Anda makan memainkan peran besar dalam pemenuhan energi dalam sehari. Menurut HealthGuidance, situs tentang kesehatan ini menginformasikan makan dengan porsi yang lebih kecil akan membuat pencernaan Anda mencerna lebih maksimal dan memberikan energi secara bertahap kepada tubuh Anda. Konsumsilah makanan sehat, dan bila Anda memerlukan snack, pilihlah yang sehat seperti buah-buahan segar dan hindari konsumsi gula berlebihan. 

Hindari Tembakau
Selain dapat menggangu kesehatan, tembakau yang masuk kedalam darah juga dapat menggangu aktifitas gelombang otak, mempercepat denyut jantung karena memiliki efek stimulan yang menyebabkan Anda susah tidur. Ketika Anda kurang tidur, maka kondisi keesokan harinya menjadi tidak prima. Efek yang sama dirasakan ketika Anda minum kopi di siang hari. Malamnya, Anda menjadi sulit tidur.

MOZART PUN BERLATIH!


Baca: 1 Tawarikh 25:1-7


Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk Tuhan mereka sekalian adalah ahli seni ada dua ratus delapan puluh delapan orang (1 Tawarikh 25:7)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 49-53

Siapa yang tidak kagum dengan Wolfgang Amadeus Mozart? Genius dari Austria yang pada usia enam tahun sudah tur keliling Eropa untuk bermain biola dan piano di depan para bangsawan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kehebatan bermusiknya ialah buah dari rangkaian latihan yang tekun. Dalam bukunya Genius Explained, Michael Howe, psikolog dari Universitas Exeter, menemukan bahwa Mozart sudah menghabiskan waktu sedikitnya 3.500 jam untuk berlatih sebelum usianya yang keenam.

Kita kerap kali meremehkan kekuatan dari disiplin berlatih dalam pelayanan. Pada zaman Salomo, para pelayan musik di bait Allah adalah orang-orang yang terpilih. Mereka adalah para ahli seni yang pandai dan mahir bernyanyi serta memainkan alat musik. Akan tetapi, mereka pun mementingkan latihan—sebab nyanyian mereka ditujukan untuk Tuhan (ayat 7). Predikat mereka sebagai ahli seni bukanlah dalih untuk tidak berlatih. Sebaliknya, karena mereka ahli seni, maka mereka menyadari pentingnya latihan.

Apa yang sedang Tuhan percayakan kepada kita saat ini? Mari kerjakan dengan kesadaran penuh untuk terus mengasah diri setiap hari. Agar dapat menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang handal di mana pun dan dalam bidang apa pun, kita perlu melatih kemampuan yang sudah Dia berikan dengan serius dan setia, tidak hanya mengandalkan semangat dan bakat belaka. Rencanakan dengan sengaja dan sediakan waktu untuk meningkatkan wawasan, serta melatih keterampilan, secara efektif dan terus-menerus, tidak hanya saat ada waktu luang sisa atau selagi mood. Pelayanan kita adalah bagi Dia, Sang Raja Semesta, yang patut menerima pelayanan terbaik kita.—JIM
BAGI SEORANG PELAYAN TUHAN YANG SEJATI,
LATIHAN BUKANLAH IMBUHAN MELAINKAN KEBUTUHAN.

Jumat, 27 Juli 2012

Pembohong Lebih Mudah Deteksi Pembohong


 Berurusan dengan seseorang yang ternyata pembohong memang menyebalkan. Namun, ternyata orang yang paling cepat mendeteksi kebohongan, cenderung juga seorang pembohong.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim dari University of London serta University College London, pembohong yang andal memiliki kemampuan lebih untuk mengenali pembohong lainnya. Hal ini, seperti dilansir dari Live Science, disebabkan karena seseorang cenderung mencoba menyelami perasaan lawan bicaranya saat berinteraksi.

Mereka juga berusaha menemukan kemiripan satu sama lain. Kondisi ini menjelaskan mengapa seseorang lebih menaruh kepercayaan pada lawan bicaranya, jika orang tersebut menunjukkan bahasa tubuh yang serupa.

Saat berbohong, ada jeda 6,5 detik yang dilewati seseorang sebelum kembali bicara. Pada orang yang mengatakan kebenaran, durasinya lebih singkat, yaitu 4,5 detik. Hal ini disebabkan, otak mereka yang jujur hanya perlu menggali memori tanpa perlu menyusun informasi baru yang bukan merupakan kebenaran.

Politisi dan pemain poker adalah pekerjaan yang memungkinkan orang pelan-pelan belajar berbohong dan mengenali berbagai jenis tipu daya. Sebab, kegagalan atau kesuksesan mereka bergantung oleh kelihaian mereka memperdaya lawan. (sj)
• VIVAlife  

SIAPA MAU TOLONG


Baca: Yesaya 30:18-26


… Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. (Yesaya 30:19)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Raja-Raja 19; Mazmur 46,80, 135

Sebuah lirik lagu Ambon bertutur, “Siapa hendak tolong beta, beta ini susah’e.” Lirik ini bercerita tentang kesedihan dan kesusahan orang yang hidup di perantauan, jauh dari sumber-sumber pertolongan yang bisa didapat dan diandalkannya.

Pertolongan. Semua orang yang pernah berada dalam kondisi terdesak dan tanpa daya tahu persis betapa berartinya hal itu. Kitab Yesaya diawali dengan keluhan terhadap bangsa yang tidak setia, hukuman demi hukuman ditimpakan, penindasan diizinkan. Akan tetapi, Tuhan masih mau mendengar seruan mereka dan memperhatikan air mata mereka. Tuhan menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang-orang yang menanti-nantikan-Nya (ayat 18). Tuhan bahkan bersegera untuk menjawab seruan umat-Nya. Ia menunjukkan jalan- Nya (ayat 21) dan memberkati mereka (ayat 23-26). Ada saatnya nanti Dia membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan. Dialah sumber pertolongan itu. Pertolongan Tuhan kian nyata bagi kita saat Dia hadir dalam tubuh insani, turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (lihat Ibrani 4:15), dan menanggung dosa kita. Betapa bersyukur kita memiliki Tuhan yang demikian!

Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk mencerminkan Tuhan di dunia ini, setiap kita yang telah merasakan pertolongan, anugerah, dan kasih-Nya, seharusnya juga menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Tiap hari di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Kiranya kita tidak hanya puas menjadi penonton-penonton yang duduk manis, tetapi menyediakan diri dipakai menjadi saluran berkat, membawa mereka mengenal Tuhan, satu-satunya Penolong yang sejati.-SCL
TUHAN MENOLONG KITA
AGAR KITA DAPAT MENOLONG SESAMA.

Kamis, 26 Juli 2012

PELAYANAN RUMAH


Baca: Markus 1:29-34


Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. (Markus 1:29)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 44-48

Ada beberapa peristiwa dalam kehidupan Yesus, termasuk beberapa pengajaran dan mukjizat penting, dilakukan saat Yesus berada di rumah-rumah atau dipicu oleh peristiwa-peristiwa dalam rumah. Ya, rumah, bukan sinagoge tempat orang Yahudi ramai berkumpul, atau gelanggang yang menjadi pusat perhatian publik. Bacaan hari ini merupakan sebuah contoh bahwa rumah merupakan tempat yang penting bagi berlangsungnya pelayanan.

Setelah melayani di rumah ibadah pada hari Sabat, Yesus pergi ke “rumah Simon dan Andreas” (ayat 29). Sekadar bersilaturahmikah kunjungan itu? Ada kemungkinan untuk itu. Menariknya, dari kunjungan itu, setidaknya ada dua peristiwa yang dicatat. Pertama, Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus (ayat 31); kedua, Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit dan mengusir banyak setan (ayat 34). Pelayanannya, selain menyentuh keluarga Simon dan Andreas, juga menyentuh kehidupan banyak orang yang datang. Selain tempat-tempat terbuka atau tempat ibadah orang Yahudi, Yesus juga melayani di rumah-rumah; dari berbagai kalangan. Beberapa kisah lain adalah saat Dia singgah di rumah pemungut cukai, kunjungannya ke rumah Maria dan Marta, juga saat bertamu di rumah Zakheus.

Banyak orang belum memiliki hubungan dengan gereja. Atau bahkan memendam kekecewaan tertentu kepada gereja, sehinga enggan melangkah ke sana. Mari memikirkan satu aspek pelayanan penting ini: pelayanan rumah. Dengan diiringi doa, kita bisa mulai memikirkan satu-dua orang yang akan kita kunjungi, supaya ada banyak orang juga yang dijangkau bagi Kristus lewat pelayanan semacam ini—keluarga kita, sahabat, kolega. Siapa pun.—ICW
SILATURAHMI ITU SEBUAH TRADISI, TETAPI KUNJUNGAN MURID KRISTUS
BERPOTENSI MENJADI SEBUAH MISI KRISTIANI.