BACA: YOHANES 10:1-10
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepada mu. [Matius11:28]
Penduduk kota, suamiku, dan aku menempuh jalan tanah pedesaan di Quebec ketika kami menjumpai sebuah gerobak penuh kayu yang ditarik oleh lembu dengan gandar. Saat gerobak mendekat, kami memarkir mobil, mengeluarkan kamera kami. Petani yang berjalan di samping binatang itu menghentikan mereka sampai kami mengambil gambar. Lalu, ia mengisyratkan agar lembu itu berjalan dan menghambur ke arah pedesaan yang lengang.
Aku mengingat hal menyenangkan saat pria dan hewan itu berjalan bersama dengan harmonis. Melalui hubungan intensif, lembu itu tau suara majikannya, mengakuinya sebagai teman yang memelihara mereka, tetapi berjalan di samping mereka.
Hal ini membuatku berpikir tentang beban yang kita tanggung dan cara Yesus,Guru kita, menawari kita belajar kepada-Nya. Melalui persekutuan, kita dapat mengenal suara-Nya.Kita tau bahwa kita dapat bergantung pada pemeliharaan-Nya yang penuh kasih. Dia tidak pernah meminta kita untuk membawa beban lebih besar dari yang bisa kita tanggung, tetapi dengan gandar yang sesuai dengan tugas kita. Kasih Tuhan itu kemudian menjadi sikap yang mengalir keluar bagi orang yang berhubungan dengan kita.
DOA: Bantu kami, Tuhan, untuk belajar dari-Mu sehingga kami akan lebih mampu membagikan kasih-Mu kepada orang lain. Amin.
Kuk yang Kristus tawarkan tepat bagi kita dan memberikan kelegaan dari beban hidup kita.
oleh: Hazel Schrum Keenan
Tampilkan postingan dengan label SAAT TEDUH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAAT TEDUH. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 September 2011
Rabu, 28 September 2011
JAGA HATI DAN PIKIRAN
BACA: Filipi 4:4-9
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci,semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. [Filipi 4:8]
Aku memulai hari dengan hati murung bak langit mendung di luar, Saudaraku tidak membaik setelah operasi besar. Bibi kami tidak dapat menghabiskan liburan bersama, dan berita penuh dengan kisah kejahatan yang bahkan tidak terpikirkan.
Sambil minum secangkir teh, aku meraih surat kabar Kristen yang dikirim beberapa hari lalu. Aku membaca tentang seorang jenderal yang bertemu dengan gadis muda di Afghanistan. Ketika gadis itu meminta sepasang sepatu yang sang jenderal kenakan, ia tersentuh dan kemudian meminta keluarganya untuk mengirimkan paket sepatu, selimut,dan hadiah lainnya. Pada saat pensiun, sang jenderal dan istri mendirikan organisasi yang membantu keluarga miskin di Afghanistan dan berencana untuk membangun sekolah di desa gadis itu.
Saat aku membaca cerita tentang orang yang sehari-harinya membantu sesama, sikapku berubah. Sikap menyerah kalah pada masalah dipatahkan. Meskipun banyak bencana menimpa dunia, banyak tindakan kasih dan keberanian telah mengubah dunia menjadi lebih baik. Ketika kita fokus pada yang baik, damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita terhadap kekhawatiran.
DOA: Allah Pengasih, tolonglah kami untuk melihat dan merayakan semua yang baik di dunia, dan untuk bergabung dalam upaya menciptakan semuanya itu kapan pun kami bisa, Amin.
Pada akhirnya, kebahagiaan kita bergantung pada apa yang kita perhatikan.
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci,semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. [Filipi 4:8]
Aku memulai hari dengan hati murung bak langit mendung di luar, Saudaraku tidak membaik setelah operasi besar. Bibi kami tidak dapat menghabiskan liburan bersama, dan berita penuh dengan kisah kejahatan yang bahkan tidak terpikirkan.
Sambil minum secangkir teh, aku meraih surat kabar Kristen yang dikirim beberapa hari lalu. Aku membaca tentang seorang jenderal yang bertemu dengan gadis muda di Afghanistan. Ketika gadis itu meminta sepasang sepatu yang sang jenderal kenakan, ia tersentuh dan kemudian meminta keluarganya untuk mengirimkan paket sepatu, selimut,dan hadiah lainnya. Pada saat pensiun, sang jenderal dan istri mendirikan organisasi yang membantu keluarga miskin di Afghanistan dan berencana untuk membangun sekolah di desa gadis itu.
Saat aku membaca cerita tentang orang yang sehari-harinya membantu sesama, sikapku berubah. Sikap menyerah kalah pada masalah dipatahkan. Meskipun banyak bencana menimpa dunia, banyak tindakan kasih dan keberanian telah mengubah dunia menjadi lebih baik. Ketika kita fokus pada yang baik, damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita terhadap kekhawatiran.
DOA: Allah Pengasih, tolonglah kami untuk melihat dan merayakan semua yang baik di dunia, dan untuk bergabung dalam upaya menciptakan semuanya itu kapan pun kami bisa, Amin.
Pada akhirnya, kebahagiaan kita bergantung pada apa yang kita perhatikan.
Selasa, 27 September 2011
HANYA YESUS
BACA: Roma 10:12-18
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir Zaman. [Matius 28:19-20]
Baru-baru ini aku membaca sebuah cerita tentang sekelompok orang Kristen di Cina dan metode mereka melakukan penginjilan. Mereka memiliki keinginan besar untuk memberitakan Injil dan menyebarkan berita tentang Yesus kepada sebanyak mungkin orang. ''Kami tidak bisa membuat program besar atau mempresentasikan Injil dengan mewah,'' kata mereka. ''Satu-satunya yang harus kami berikan kepada orang adalah Yesus.''
Pada abad pertama, gereja mengomunikasikan Kabar Baik tentang Yesus di seluruh dunia tanpa program mewah atau peralatan canggih. Mereka menghidupkan iman mereka dan mengajarkan kepada tetangga dan teman-teman, dan gereja mengalami pertumbuhan yang cepat. Yang mereka berikan adalah Yesus. Kita bisa melakukan hal yang sama. Yang kita butuhkan ialah kemauan dan suara untuk membagikan ''pengharapan yang ada..dengan lemah lembut dan hormat'' [bnd. 1Ptr.3:15]. Jika kita mencari kesempatan untuk memperkenalkan komunitas kita dan dunia kepada Yesus dan berita-Nya yang membangkitkan,kita akan menemukan mereka.
DOA: Allah yang terkasih, bantulah kami untuk bersedia mengajar orang lain tentang Anak-Mu dan keselamatan yang dibawa-Nya. Amin.
Tidak ada biaya untuk membagikan Injil dalam hubungan kita sehari-hari dengan sesama.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir Zaman. [Matius 28:19-20]
Baru-baru ini aku membaca sebuah cerita tentang sekelompok orang Kristen di Cina dan metode mereka melakukan penginjilan. Mereka memiliki keinginan besar untuk memberitakan Injil dan menyebarkan berita tentang Yesus kepada sebanyak mungkin orang. ''Kami tidak bisa membuat program besar atau mempresentasikan Injil dengan mewah,'' kata mereka. ''Satu-satunya yang harus kami berikan kepada orang adalah Yesus.''
Pada abad pertama, gereja mengomunikasikan Kabar Baik tentang Yesus di seluruh dunia tanpa program mewah atau peralatan canggih. Mereka menghidupkan iman mereka dan mengajarkan kepada tetangga dan teman-teman, dan gereja mengalami pertumbuhan yang cepat. Yang mereka berikan adalah Yesus. Kita bisa melakukan hal yang sama. Yang kita butuhkan ialah kemauan dan suara untuk membagikan ''pengharapan yang ada..dengan lemah lembut dan hormat'' [bnd. 1Ptr.3:15]. Jika kita mencari kesempatan untuk memperkenalkan komunitas kita dan dunia kepada Yesus dan berita-Nya yang membangkitkan,kita akan menemukan mereka.
DOA: Allah yang terkasih, bantulah kami untuk bersedia mengajar orang lain tentang Anak-Mu dan keselamatan yang dibawa-Nya. Amin.
Tidak ada biaya untuk membagikan Injil dalam hubungan kita sehari-hari dengan sesama.
Sabtu, 24 September 2011
DI LADANG ALLAH
BACA: RUT 2:1-9, 15-23
Mak kata-Nya kepada murid-murid-Nya ''Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu.'' [Matius 9:37-38]
Tiap hari, aku pergi ke kebun mencari kacang-kacangan. Aku memilih, mengupas, dan memasukannya ke dalam kupasan lainnya. Ketika cukup banyak, aku mencuci dan memasaknya untuk makan malam. Pagi ini,saat aku mencabut tanaman kacang yang merambat tidak beraturan, aku berpikir tentang kesetiaan Rut di ladang gandum Boas untuk panen yang cukup bagi Naomi. Seperti Rut, aku melihat penuh harap pada jumlah yang banyak demi mendapatkan sedikit makanan.
Sama seperti Rut yang bertanggung jawab dengan Naomi, aku kadang-kadang merasa kewalahan oleh tanggung jawabku bagi pelayanan Allah.Aku adalah anggota gereja kecil, dan hanya sedikit dari kami yang melakukan apa yang perlu dilakukan. Tetapi, memetik kacang di kebunku pagi ini mengingatlkanku bahwa aku bisa gembira dengan terus bekerja di ladang Allah. Sama seperti aku mengumpulkan kacang di kebun, aku akan bekerja di ladang Tuhan, mencari anak-anak-Nya, dan berharap untuk memperoleh panen yang melimpah.
DOA: Tuhan, bimbing kami dan buka pintu bagi kami untuk menjangkau orang dalam komunitas kami yang perlu mengenal kasih Kristus. Amin
Setiap usaha kecil dapat membawa kasih Tuhan ke dalam dunia.
Mak kata-Nya kepada murid-murid-Nya ''Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu.'' [Matius 9:37-38]
Tiap hari, aku pergi ke kebun mencari kacang-kacangan. Aku memilih, mengupas, dan memasukannya ke dalam kupasan lainnya. Ketika cukup banyak, aku mencuci dan memasaknya untuk makan malam. Pagi ini,saat aku mencabut tanaman kacang yang merambat tidak beraturan, aku berpikir tentang kesetiaan Rut di ladang gandum Boas untuk panen yang cukup bagi Naomi. Seperti Rut, aku melihat penuh harap pada jumlah yang banyak demi mendapatkan sedikit makanan.
Sama seperti Rut yang bertanggung jawab dengan Naomi, aku kadang-kadang merasa kewalahan oleh tanggung jawabku bagi pelayanan Allah.Aku adalah anggota gereja kecil, dan hanya sedikit dari kami yang melakukan apa yang perlu dilakukan. Tetapi, memetik kacang di kebunku pagi ini mengingatlkanku bahwa aku bisa gembira dengan terus bekerja di ladang Allah. Sama seperti aku mengumpulkan kacang di kebun, aku akan bekerja di ladang Tuhan, mencari anak-anak-Nya, dan berharap untuk memperoleh panen yang melimpah.
DOA: Tuhan, bimbing kami dan buka pintu bagi kami untuk menjangkau orang dalam komunitas kami yang perlu mengenal kasih Kristus. Amin
Setiap usaha kecil dapat membawa kasih Tuhan ke dalam dunia.
Jumat, 23 September 2011
TENTANG ALLAH
BACA: Yohanes 15:1-17
Aku berkata kepada Tuhan: ''Engkaulah Tuhanku,tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!'' [Mazmur16:2]
Baru saja aku menjalani operasi penggantian lutut. Segera sesudah itu, aku membuat kemajuan luar biasa. Aku bisa berjalan dengan bantuan pada hari berikutnya, dan tanpa bantuan apa pun dalam dua hari. Para pasien lainnya kagum. Aku cepat sembuh karena aku tidak merasa terlalu sakit. Aku mengira kurangnya rasa nyeriku itu diakibatkan kekuatan fisikku, sehingga aku berhenti minum obat nyeri itu. Sehari setelah aku berhenti minum obat aku sangat kesakitan seperti menarik truk. Aku menyadari bahwa bukan kekuatanku yang telah memungkinkan kemajuanku sebanyak itu, melainkan obat nyeri itu.
Ketika aku melihat kembali kehidupanku aku menyadari bahwa hubunganku dengan Allah itu seperti pemulihanku dari operasi tersebut. Aku sering merasa berjasa atas rahmat-Nya, lupa bahwa Allah adalah sumber dari tiap kebaikan dalam diriku. Kenyataannya adalah bahwa aku tidak pernah melakukan sesuatu yang berharga mengasihi tiap orang, menyampaikan khotbah, dan memimpin program apa pun, terlepas dari inspirai dan kuasa Roh Kudus. Allah telah menjadi sumber semua tindakan baik dalam hidupku. Mazmur 16 mengungkapkannya, ''Engkaulah Tuhanku, tidak baik ada yang baik bagiku selain Engkau.''
DOA: Allah yang Kudus, syukur bahwa Engkau menghargai kami dengan bekerja melalui kami.Bantu kami untuk melihat tangan Kasih-Mu dalam hidup kami, dan untuk setia mengikuti jejak-Mu. Amin
Aku berkata kepada Tuhan: ''Engkaulah Tuhanku,tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!'' [Mazmur16:2]
Baru saja aku menjalani operasi penggantian lutut. Segera sesudah itu, aku membuat kemajuan luar biasa. Aku bisa berjalan dengan bantuan pada hari berikutnya, dan tanpa bantuan apa pun dalam dua hari. Para pasien lainnya kagum. Aku cepat sembuh karena aku tidak merasa terlalu sakit. Aku mengira kurangnya rasa nyeriku itu diakibatkan kekuatan fisikku, sehingga aku berhenti minum obat nyeri itu. Sehari setelah aku berhenti minum obat aku sangat kesakitan seperti menarik truk. Aku menyadari bahwa bukan kekuatanku yang telah memungkinkan kemajuanku sebanyak itu, melainkan obat nyeri itu.
Ketika aku melihat kembali kehidupanku aku menyadari bahwa hubunganku dengan Allah itu seperti pemulihanku dari operasi tersebut. Aku sering merasa berjasa atas rahmat-Nya, lupa bahwa Allah adalah sumber dari tiap kebaikan dalam diriku. Kenyataannya adalah bahwa aku tidak pernah melakukan sesuatu yang berharga mengasihi tiap orang, menyampaikan khotbah, dan memimpin program apa pun, terlepas dari inspirai dan kuasa Roh Kudus. Allah telah menjadi sumber semua tindakan baik dalam hidupku. Mazmur 16 mengungkapkannya, ''Engkaulah Tuhanku, tidak baik ada yang baik bagiku selain Engkau.''
DOA: Allah yang Kudus, syukur bahwa Engkau menghargai kami dengan bekerja melalui kami.Bantu kami untuk melihat tangan Kasih-Mu dalam hidup kami, dan untuk setia mengikuti jejak-Mu. Amin
Kamis, 22 September 2011
TAK TERLUPAKAN
BACA: 2Timotius3:14-17
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. Ibr. 13:7
Ibuku adalah orang beriman yang luar biasa. Jika aku mendaftar semua pelajaran yang ibu ajarkan, jumlahnya akan mengisi banyak halaman. Mengajariku berdoa, Doa Bapa Kami dan membaca Kitab Suci tiap hari merupakan cara sederhana namun mendalam untuk menanam benih pertama yang membawaku lebih dekat dengan Allah. Aku bersyukur bahwa melalui disiplin rohani, yang ibu ajarkan, aku belajar untuk mengasihi dan mengikuti Kristus.
Aku ingin tahu berapa banyak anak sekarang yang diajarkan pelajaran penting tentang berdoa dan membaca Alkitab. Saat ini banyak anak belajar menggunakan komputer dan bermain vidio game sebelum belajar berbicara pada Tuhan.
Membesarkan anak-anak tidaklah mudah. kita dapat menunjukkan rasa syukur kita terhadap orang tua yang telah menjadi teladan iman kita dalam kehidupan doa yang di dasarkan pada Kitab Suci. Berdoa dan membaca firman Tuhan adalah alat yang kuat untuk melayani kita tidak hanya pada masa kanak-kanak, tetapi sepanjang hidup kita. Dan itu adalah warisan. Kita dipanggil untuk menyampaikannya terus kepada orang lain.
Adalina Rios de leon
DOA: Allah Pencipta, terima kasih karena telah mengawasi langkah pertama kami serta mengundang kami untuk mengikuti jalan damai dan keadilan-Mu. Amin.
Doa dan Kitab Suci adalah hadiah bagi anak-anak
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. Ibr. 13:7
Ibuku adalah orang beriman yang luar biasa. Jika aku mendaftar semua pelajaran yang ibu ajarkan, jumlahnya akan mengisi banyak halaman. Mengajariku berdoa, Doa Bapa Kami dan membaca Kitab Suci tiap hari merupakan cara sederhana namun mendalam untuk menanam benih pertama yang membawaku lebih dekat dengan Allah. Aku bersyukur bahwa melalui disiplin rohani, yang ibu ajarkan, aku belajar untuk mengasihi dan mengikuti Kristus.
Aku ingin tahu berapa banyak anak sekarang yang diajarkan pelajaran penting tentang berdoa dan membaca Alkitab. Saat ini banyak anak belajar menggunakan komputer dan bermain vidio game sebelum belajar berbicara pada Tuhan.
Membesarkan anak-anak tidaklah mudah. kita dapat menunjukkan rasa syukur kita terhadap orang tua yang telah menjadi teladan iman kita dalam kehidupan doa yang di dasarkan pada Kitab Suci. Berdoa dan membaca firman Tuhan adalah alat yang kuat untuk melayani kita tidak hanya pada masa kanak-kanak, tetapi sepanjang hidup kita. Dan itu adalah warisan. Kita dipanggil untuk menyampaikannya terus kepada orang lain.
Adalina Rios de leon
DOA: Allah Pencipta, terima kasih karena telah mengawasi langkah pertama kami serta mengundang kami untuk mengikuti jalan damai dan keadilan-Mu. Amin.
Doa dan Kitab Suci adalah hadiah bagi anak-anak
Rabu, 21 September 2011
MEMPEROLEH HIKMAH
BACA: Mazmur 119:97-104
Hikmah itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya?... Allah mengetahui jalan ke sana, Ia juga mengenal tempat kediamannya. [AYB. 28:20,23]
Aku bisa membaca buku yang sama empat kali. Aku membaca sekali untuk ceritanya, kedua kali untuk cara penulisannya, ketika kalinya untuk melihat apakah cerita tersebut sebaik yang aku ingat, dan keempat untuk mengetahui apakah tertulis sebaik yang aku ingat.
Suamiku, Michael, jarang ingin membaca buku dua kali. Ia mengatakan bahwa itu merupakan salah satu alasan ia sulit mendapatkan sesuatu dari Alkitab ketika ai membacanya tiap hari. Ia telah membaca Kitab Suci yang sama sebelumnya, jadi pikirannya sudah tertutup. Ia menyelesaikan satu pasal dan tidak ingat satu kata pun.
Meskipun aku tidak keberatan membaca ulang apa yang sudah kubaca sebelumnya, aku sering terlalu disibukkan dengan putriku,rumah,keuangan,atau buku lain yang aku nbaca untuk sampai pada Alkitab. Membaca tiap hari sangatlah sulit.
Bersama-sama,Michael dan aku telah menemukan cara untuk membaca Alkitab lebih tekun. Kami bertanya, ''Apa yang baru di bagian yang kami baca?'' Tidak peduli apa yang mungkin dibahas Kitab Suci itu setahun lalu, kebutuhan kami telah berubah. Kami menemukan pikiran untuk hari ini. Dengan pendekatan ini kita menemukan kebenaran segar dan bimbingan bijaksana dalam Alkitab. Sheila J. Petre
DOA: Bapa kami, berbicaralah melalui kata-kata dari Alkitab dan tolonglah kami untuk melihat cara menerapkan kebenarannya sehari-hari. Amin.
FIRMAN ALLAH SELALU MENAWARKAN PESAN BARU.
Hikmah itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya?... Allah mengetahui jalan ke sana, Ia juga mengenal tempat kediamannya. [AYB. 28:20,23]
Aku bisa membaca buku yang sama empat kali. Aku membaca sekali untuk ceritanya, kedua kali untuk cara penulisannya, ketika kalinya untuk melihat apakah cerita tersebut sebaik yang aku ingat, dan keempat untuk mengetahui apakah tertulis sebaik yang aku ingat.
Suamiku, Michael, jarang ingin membaca buku dua kali. Ia mengatakan bahwa itu merupakan salah satu alasan ia sulit mendapatkan sesuatu dari Alkitab ketika ai membacanya tiap hari. Ia telah membaca Kitab Suci yang sama sebelumnya, jadi pikirannya sudah tertutup. Ia menyelesaikan satu pasal dan tidak ingat satu kata pun.
Meskipun aku tidak keberatan membaca ulang apa yang sudah kubaca sebelumnya, aku sering terlalu disibukkan dengan putriku,rumah,keuangan,atau buku lain yang aku nbaca untuk sampai pada Alkitab. Membaca tiap hari sangatlah sulit.
Bersama-sama,Michael dan aku telah menemukan cara untuk membaca Alkitab lebih tekun. Kami bertanya, ''Apa yang baru di bagian yang kami baca?'' Tidak peduli apa yang mungkin dibahas Kitab Suci itu setahun lalu, kebutuhan kami telah berubah. Kami menemukan pikiran untuk hari ini. Dengan pendekatan ini kita menemukan kebenaran segar dan bimbingan bijaksana dalam Alkitab. Sheila J. Petre
DOA: Bapa kami, berbicaralah melalui kata-kata dari Alkitab dan tolonglah kami untuk melihat cara menerapkan kebenarannya sehari-hari. Amin.
FIRMAN ALLAH SELALU MENAWARKAN PESAN BARU.
Selasa, 20 September 2011
PERCAYAILAH SANG PILOT
Baca: Galatia 3:2-9
Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. [2Timotius 1:12]
Pesawat yang aku tumpangi diselimuti awan padat dan tebal. Semua penumpang terdiam saat pesawat itu berguncang di langit nan gelap.Sewaktu kami mendekati bandara, aku melihat sekilas bumi di bawah, tetapi aku masih merasa jauh dari rumah. Aku berpikir tentang iman para penumpang yang telah dipercayakan kepada pilot dan awaknya yang terlatih dan terampil. Kami tidak ragu-ragu untuk mempercayakan hidup kami di tangan mereka.
Ribuan orang di seluruh dunia menaruh kepercayaan yang sama terhadap kru penerbangan tiap hari. Kita terus-menerus mempercayakan hidup kita ke tangan manusia yang fana. Namun, mengapa kita kadang-kadang sulit untuk mempercayakan hidup kita ke dalam kasih dan pemeliharaan Allah? Pilot terbaik kita rindu untuk menuntun kita selamat sampai ke rumah kita masing-masing. Beranikah kita untuk mempercayakan hidup kita kepada Pencipta kita?
DOA: Ya Tuhan semesta alam, terima kasih atas kasih dan pemeliharaan-Mu yang selalu mengelilingi kami, bahkan ketika kami tidak menyadarinya.Bantu kami untuk percaya kepada-Mu dalam kehidupan ini dan untuk kehidupan yang menanti kami. Sebagaimana Yesus mengajarkan kepada kami, kami berdoa, ''Bap kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu.............Amin.
Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. [2Timotius 1:12]
Pesawat yang aku tumpangi diselimuti awan padat dan tebal. Semua penumpang terdiam saat pesawat itu berguncang di langit nan gelap.Sewaktu kami mendekati bandara, aku melihat sekilas bumi di bawah, tetapi aku masih merasa jauh dari rumah. Aku berpikir tentang iman para penumpang yang telah dipercayakan kepada pilot dan awaknya yang terlatih dan terampil. Kami tidak ragu-ragu untuk mempercayakan hidup kami di tangan mereka.
Ribuan orang di seluruh dunia menaruh kepercayaan yang sama terhadap kru penerbangan tiap hari. Kita terus-menerus mempercayakan hidup kita ke tangan manusia yang fana. Namun, mengapa kita kadang-kadang sulit untuk mempercayakan hidup kita ke dalam kasih dan pemeliharaan Allah? Pilot terbaik kita rindu untuk menuntun kita selamat sampai ke rumah kita masing-masing. Beranikah kita untuk mempercayakan hidup kita kepada Pencipta kita?
DOA: Ya Tuhan semesta alam, terima kasih atas kasih dan pemeliharaan-Mu yang selalu mengelilingi kami, bahkan ketika kami tidak menyadarinya.Bantu kami untuk percaya kepada-Mu dalam kehidupan ini dan untuk kehidupan yang menanti kami. Sebagaimana Yesus mengajarkan kepada kami, kami berdoa, ''Bap kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu.............Amin.
Senin, 19 September 2011
YESUS MENGERTI
BACA: Di manakah dia di baringkan ? jawab mereka ''Tuhan marilah dan lihatlah! maka menangislah Yesus. Yohanes11:34-35
Aku pindah jauh dari rumah untuk bekerja di kota, dua jam perjalanan dengan mobil dari tempat tinggal orang tua. Aku mengunjungi mereka hanya tiap tiga bulan, tetapi kami terus menerus berhubungan melalui telepon.
Aku sedang tidur di rumah baruku ketika sekitar pukul 03.00, aku menerima telepon dari ayahku. sSuaranya patah dan gemetar ketika ia mengatakan kepadaku bahwa ibuku telah ,meninggal.
''Apa? responku. Baru minggu lalu aku berbicara dan tertawa dengannya. Bagaimana mungkin ia pergi tanpa memberiku kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal atau mengatakan bahwa aku mencintainya? Berita itu tak terduga dan aku berada dalam keadaan tidak percaya. Seluruh situasi tampak tidak nyata.
Tetapi keluarga dan teman-teman mengelilingiku. Kami saling menghibur melalui air mata kami.
Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kesedihan adalah wajar. Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika Lazarus meninggal Yesus menangis. Ibuku tidak di bangkitkan seperti Lazarus, tetapi karena ia telah memberikan hidupnya untuk menerima kehidupan baru pada hari kebangkitan.
DOA: Ya Tuhan, terima kasih karena menyertai kami saat kesusahan. Bantu kami untuk merasakn kehadiran dan kenyamanan-Mu dalam tiap situasi. Amin.
KRISTUS MEMAHAMI KESEDIHAN KITA.
Aku pindah jauh dari rumah untuk bekerja di kota, dua jam perjalanan dengan mobil dari tempat tinggal orang tua. Aku mengunjungi mereka hanya tiap tiga bulan, tetapi kami terus menerus berhubungan melalui telepon.
Aku sedang tidur di rumah baruku ketika sekitar pukul 03.00, aku menerima telepon dari ayahku. sSuaranya patah dan gemetar ketika ia mengatakan kepadaku bahwa ibuku telah ,meninggal.
''Apa? responku. Baru minggu lalu aku berbicara dan tertawa dengannya. Bagaimana mungkin ia pergi tanpa memberiku kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal atau mengatakan bahwa aku mencintainya? Berita itu tak terduga dan aku berada dalam keadaan tidak percaya. Seluruh situasi tampak tidak nyata.
Tetapi keluarga dan teman-teman mengelilingiku. Kami saling menghibur melalui air mata kami.
Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kesedihan adalah wajar. Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika Lazarus meninggal Yesus menangis. Ibuku tidak di bangkitkan seperti Lazarus, tetapi karena ia telah memberikan hidupnya untuk menerima kehidupan baru pada hari kebangkitan.
DOA: Ya Tuhan, terima kasih karena menyertai kami saat kesusahan. Bantu kami untuk merasakn kehadiran dan kenyamanan-Mu dalam tiap situasi. Amin.
KRISTUS MEMAHAMI KESEDIHAN KITA.
Minggu, 18 September 2011
BEJANA TAK RAMPUNG
Baca: Mazmur 139:13-18
Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami!Kami lah tanah liat dan Engkau lah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. [Yesaya 64:8]
Sebagian besar bejana asli Amerika koleksiku, kubeli karena aku melihatnya sebagai karya seni. Tetapi, yang paling berharga adalah satu bejana yang tak rampung. Bejana itu di berikan Marilyn tiga tahun lalu. Ia mencari tanah liat dari dekat rumahnya dan membentuk bejana.
Saat berada di sana, kami menjadi teman dekat dan saat hendak meninggalkannya, Ia memelukku, tidak tahu apa kami akan pernah bertemu lagi. Ia meletakkan bejana kecil ke tanganku dan berbisik sambil menangis, ''Aku tidak sempat merampungkannya, tetapi aku ingin kamu memilikinya.'' Aku menilai bejana itu berharga karena hubungan ku dengan sang pembuatnya yang penuh kasih.
Ketika semakin tua terkadang aku melihat cermin dan merasa bak bejana yang belum rampung. Sekilas aku hanya memperhatikan rambut memutih dan keriput yang bertambah. Aku mempertanyakan hargaku. Tidak ada yang bisa menghentikan proses penuaan, tetapi kita bisa berpaling dari definisi kecantikan duniawi dan berfokus pada Alkitab tentang apa yang membuat kita benar-benar berharga. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah penjunan dan kita tanah liat [Yesaya 64:8]. Nilai kita sebenarnya ada dalam pribadi Pencipta kita. Sang Penjunan tidak hanya membentuk saat kita lahir tetapi dengan tangan penuh kasih, terus membentuk kita menjadi ciptaan bari tiap hari.
DOA: Ya Tuhan,terima kasih telah memperlengkapi kami. Amin.
Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami!Kami lah tanah liat dan Engkau lah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. [Yesaya 64:8]
Sebagian besar bejana asli Amerika koleksiku, kubeli karena aku melihatnya sebagai karya seni. Tetapi, yang paling berharga adalah satu bejana yang tak rampung. Bejana itu di berikan Marilyn tiga tahun lalu. Ia mencari tanah liat dari dekat rumahnya dan membentuk bejana.
Saat berada di sana, kami menjadi teman dekat dan saat hendak meninggalkannya, Ia memelukku, tidak tahu apa kami akan pernah bertemu lagi. Ia meletakkan bejana kecil ke tanganku dan berbisik sambil menangis, ''Aku tidak sempat merampungkannya, tetapi aku ingin kamu memilikinya.'' Aku menilai bejana itu berharga karena hubungan ku dengan sang pembuatnya yang penuh kasih.
Ketika semakin tua terkadang aku melihat cermin dan merasa bak bejana yang belum rampung. Sekilas aku hanya memperhatikan rambut memutih dan keriput yang bertambah. Aku mempertanyakan hargaku. Tidak ada yang bisa menghentikan proses penuaan, tetapi kita bisa berpaling dari definisi kecantikan duniawi dan berfokus pada Alkitab tentang apa yang membuat kita benar-benar berharga. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah penjunan dan kita tanah liat [Yesaya 64:8]. Nilai kita sebenarnya ada dalam pribadi Pencipta kita. Sang Penjunan tidak hanya membentuk saat kita lahir tetapi dengan tangan penuh kasih, terus membentuk kita menjadi ciptaan bari tiap hari.
DOA: Ya Tuhan,terima kasih telah memperlengkapi kami. Amin.
Jumat, 09 September 2011
TAK..... TERLAMBAT
Bacalah Matius 20:1-14
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. [Matius 20:14]
Suamiku adalah orang yang baik dan cerdas, tetapi hidupnya penuh dengan masalah membawa banyak kekhawatiran, kegelisahan, dan masalah di pundaknya yang juga membebani hatinya. Ia menghabiskan bulan-bulan terakhir hidupnya di rumah sakit sementara ia memiliki kesempatan untuk memikirkan hidupnya dengan cara yang lebih dalam dari pada sebelumnya. Meski pun lemah karena sakit, ia mendapat kekuatan rohani serta di lahirkan kembali dalam kehidupan baru dan utuh.
Selama bulan terakhirnya di dunia suamiku mampu hidup dalam hubungan damai dengan Allah dan dengan orang lain. Ia percaya kepada Kristus ketika Dia berkata bahwa kita tidak harus membawa beban berat. Sebuah pemahaman yang lebih besar tentang kebenaran Allah membuka hatinya untuk iman yang lebih besar dan hubungan yang lebih pribadi dengan Allah. Suamiku mengatakan bahwa beban berat yang dipikulnya telah dilepaskannya.
Mengetahui perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur [Mat.20:1-14], aku sangat bersukacita dalam keyakinan bahwa pekerja yang terakhir akan mendapatkan berkat kelegaan dan damai yang sama dengan semua yang telah lebih dulu pergi kepada Tuhan
DOA: Ya Tuhan, terima kasih atas janji-Mu akan kelegaan dan dami di bumi serta sukacita yang lebih besar di surga. Tolong kami untuk menyebarkan berita baik bahwa kapan pun kami datang dengan iman, Engkau siap menyambut kami dengan penuh kasih. Amin. Maria L.Simoes
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. [Matius 20:14]
Suamiku adalah orang yang baik dan cerdas, tetapi hidupnya penuh dengan masalah membawa banyak kekhawatiran, kegelisahan, dan masalah di pundaknya yang juga membebani hatinya. Ia menghabiskan bulan-bulan terakhir hidupnya di rumah sakit sementara ia memiliki kesempatan untuk memikirkan hidupnya dengan cara yang lebih dalam dari pada sebelumnya. Meski pun lemah karena sakit, ia mendapat kekuatan rohani serta di lahirkan kembali dalam kehidupan baru dan utuh.
Selama bulan terakhirnya di dunia suamiku mampu hidup dalam hubungan damai dengan Allah dan dengan orang lain. Ia percaya kepada Kristus ketika Dia berkata bahwa kita tidak harus membawa beban berat. Sebuah pemahaman yang lebih besar tentang kebenaran Allah membuka hatinya untuk iman yang lebih besar dan hubungan yang lebih pribadi dengan Allah. Suamiku mengatakan bahwa beban berat yang dipikulnya telah dilepaskannya.
Mengetahui perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur [Mat.20:1-14], aku sangat bersukacita dalam keyakinan bahwa pekerja yang terakhir akan mendapatkan berkat kelegaan dan damai yang sama dengan semua yang telah lebih dulu pergi kepada Tuhan
DOA: Ya Tuhan, terima kasih atas janji-Mu akan kelegaan dan dami di bumi serta sukacita yang lebih besar di surga. Tolong kami untuk menyebarkan berita baik bahwa kapan pun kami datang dengan iman, Engkau siap menyambut kami dengan penuh kasih. Amin. Maria L.Simoes
Kamis, 08 September 2011
PEMELIHARAAN ALLAH
Bacalah Mazmur 121
Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kau karuniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kau tolak... sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.[ Mzm 21:3-4]
September 2005 Aku melewati pintu keberangkatan di Bandara Holgoin, Kuba. Saat pintu tertutup di belakangku, aku dirasuki sepi dan putus asa mendalam. Aku meninggalkan keluarga, rumah, dan negaraku, dan tidak tahu kapan aku melihatnya lagi.
Saat duduk di ruang tunggu penumpang, aku merasa seperti ada beban berat yang membuat ku hampir tidak bisa bergerak. Di tanganku aku memegang Alkitab. Aku membukanya dan mataku terpaku pada Mazmur 21;2-3. Aku telah membaca ayat tersebut pada kesempatan lain, tetapi hari itu aku seolah-olah bisa mendengar suara Tuhan mengatakannya. Kata-kata itu bergema di telingaku dengan cara baru, sebagai pesan pribadi Allah untukku. Allah pasti akan menyertai keluargaku dan aku, dan Dia mengutusku dalam perjalanan ini dengan berkat. Beban berat yang aku rasakan sebelumnya tampak menghilang, energi ku pulih, dan aku di penuhi dengan keyakinan.
Dua tahun kemudian aku bertemu kembali dengan keluargaku. Aku kembali belajar bahwa belas kasihan Allah menjangkau kita di mana pun kita berada dan dalam situasi apa pun. Andres Doimeadios
DOA: Allah Pengasih, bantulah kami untuk mengingat janji-Mu-- Janji-MU yang memberi kami harapan dan kekuatan dalam masa sulit. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
KITA DAN ORANG YANG KITA KASIHI SELALU DALAM PEMELIHARAAN ALLAH
Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kau karuniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kau tolak... sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.[ Mzm 21:3-4]
September 2005 Aku melewati pintu keberangkatan di Bandara Holgoin, Kuba. Saat pintu tertutup di belakangku, aku dirasuki sepi dan putus asa mendalam. Aku meninggalkan keluarga, rumah, dan negaraku, dan tidak tahu kapan aku melihatnya lagi.
Saat duduk di ruang tunggu penumpang, aku merasa seperti ada beban berat yang membuat ku hampir tidak bisa bergerak. Di tanganku aku memegang Alkitab. Aku membukanya dan mataku terpaku pada Mazmur 21;2-3. Aku telah membaca ayat tersebut pada kesempatan lain, tetapi hari itu aku seolah-olah bisa mendengar suara Tuhan mengatakannya. Kata-kata itu bergema di telingaku dengan cara baru, sebagai pesan pribadi Allah untukku. Allah pasti akan menyertai keluargaku dan aku, dan Dia mengutusku dalam perjalanan ini dengan berkat. Beban berat yang aku rasakan sebelumnya tampak menghilang, energi ku pulih, dan aku di penuhi dengan keyakinan.
Dua tahun kemudian aku bertemu kembali dengan keluargaku. Aku kembali belajar bahwa belas kasihan Allah menjangkau kita di mana pun kita berada dan dalam situasi apa pun. Andres Doimeadios
DOA: Allah Pengasih, bantulah kami untuk mengingat janji-Mu-- Janji-MU yang memberi kami harapan dan kekuatan dalam masa sulit. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
KITA DAN ORANG YANG KITA KASIHI SELALU DALAM PEMELIHARAAN ALLAH
Rabu, 07 September 2011
ALLAH YANG PEKA
Baca: Keluaran 2:23-25
Allah mendengarkan mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham,Ishak, dan Yakub. [Keluaran 2:24]
Apakah Tuhan ada? Andaikan Dia ada, mengapa Dia diam saja tatkala banyak bencana terjadi? Mengapa hidup manusia harus penuh dengan berbagai kemalangan? Mengapa kesulitan tidak pernah hengkang dari hidup ini? Demikianlah beberapa pertanyaan mendasar yang dapat muncul di hati orang yang hidupnya tengah dirundung berbagai kesusahan. Lalu bagaimana menjelaskan hal ini kepadanya?
Dalam kitab Keluaran, kita mendapati kisah tentang Tuhan yang ternyata mau berurusan dengan persoalan manusia. Di sini setidaknya ada empat kata kerja aktif yang ditujukan kepada Tuhan: mendengar,mengingat,melihat,memperhatikan [ayat 24,25]. Tuhan rupanya adalah Allah yang personal, yang melibatkan diri secara pribadi. Dia empatik [turut merasakan] dan partisipatif [turut ambil bagian].Kita patut menaikkan syukur karena boleh mengalami kehangatan pribadi Tuhan kita yang nyata begitu peka. Segala urusan manusia di bumi ini, ternyata juga menjadi minat dan perhatian dari Tuhan yang bersemayam di surga.
Apakah kita sedang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Jangan-jangan itu terjadi karena kita kurang peka akan kehadiran-Nya yang nyata di depan mata. Apabila demikian yang kita alami, cobalah lakukan hal berikut di tengah kepedihan: arahkan segala sedu sedan kita hanya kepada Dia; dengan memanjatkan do yang mengantar kita ke pelukan-Nya;dengan membaca firman Tuhan hingga kita tahu apa yang DIA maksudkan dalam setiap peristiwa;dengan menyanyikan puji-pujian. Semuanya akan menghangatkan hati kita sehingga dapat merasakan kehadiran-Nya. DKL
TUHAN YANG BERTAHTA DI SURGA SUCI SESUNGGUHNYA ADALAH TUHAN YANG MEMBUMI
Allah mendengarkan mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham,Ishak, dan Yakub. [Keluaran 2:24]
Apakah Tuhan ada? Andaikan Dia ada, mengapa Dia diam saja tatkala banyak bencana terjadi? Mengapa hidup manusia harus penuh dengan berbagai kemalangan? Mengapa kesulitan tidak pernah hengkang dari hidup ini? Demikianlah beberapa pertanyaan mendasar yang dapat muncul di hati orang yang hidupnya tengah dirundung berbagai kesusahan. Lalu bagaimana menjelaskan hal ini kepadanya?
Dalam kitab Keluaran, kita mendapati kisah tentang Tuhan yang ternyata mau berurusan dengan persoalan manusia. Di sini setidaknya ada empat kata kerja aktif yang ditujukan kepada Tuhan: mendengar,mengingat,melihat,memperhatikan [ayat 24,25]. Tuhan rupanya adalah Allah yang personal, yang melibatkan diri secara pribadi. Dia empatik [turut merasakan] dan partisipatif [turut ambil bagian].Kita patut menaikkan syukur karena boleh mengalami kehangatan pribadi Tuhan kita yang nyata begitu peka. Segala urusan manusia di bumi ini, ternyata juga menjadi minat dan perhatian dari Tuhan yang bersemayam di surga.
Apakah kita sedang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Jangan-jangan itu terjadi karena kita kurang peka akan kehadiran-Nya yang nyata di depan mata. Apabila demikian yang kita alami, cobalah lakukan hal berikut di tengah kepedihan: arahkan segala sedu sedan kita hanya kepada Dia; dengan memanjatkan do yang mengantar kita ke pelukan-Nya;dengan membaca firman Tuhan hingga kita tahu apa yang DIA maksudkan dalam setiap peristiwa;dengan menyanyikan puji-pujian. Semuanya akan menghangatkan hati kita sehingga dapat merasakan kehadiran-Nya. DKL
TUHAN YANG BERTAHTA DI SURGA SUCI SESUNGGUHNYA ADALAH TUHAN YANG MEMBUMI
Selasa, 06 September 2011
HIDUP ATAU KEKAYAAN
Kata Yesus kepadanya: ''jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.'' [Mateus19:21]
Sebagai supir taksi, terkadang aku mengantarkan penderita kanker untuk melakukan perawatan medis. Mireille, wanita 53 tahun, tinggal di bukit yang menghadap ke kota, di sebuah vila megah dengan kolam renang yang indah dan pemandangan laut lepas. Ia telah berhasil meningkatkan kualitas hidupnya dan sangat sukses.
Suatu hari, ketika kami berangkat untuk kemoterapi, ia berkata bahwa ia rela menjual semua barang duniawi yang diperolehnya selama 10 tahun ini untuk bisa melihat anaknya yang berumur 16 tahun tumbuh dewasa. Perkataannya mengejutkan ku. Aku berpikir bahwa harta benda bisa membuat orang bahagia, tetapi bahkan dengan semua yang dimilikinya, Mirielle tidak bahagia.
Penderita Mireille merupakan pelajaran penting bagiku. Aku pun memikirkan orang muda kaya sedih ketika Kristus memintanya untuk menjual semua barang, membagikan hasilnya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya. Saat itu, aku sadar bahwa kekayaan tidak dapat memberi kita suka cita. Hanya Kristus, yang mengundang kita untuk minum dari sumber hidup yang berlimpah, yang mampu memberikan kebahagiaan sejati itu.
DOA: Tuhan, kami seperti orang muda kaya yang sedih akan kehilangan harta miliknya. Kami membutuhkan-Mu, Ya Yesus, sehingga kami dapat memilih hidup berkelimpahan yang Engkau tawarkan. Amin. ANDRE COULON
Sebagai supir taksi, terkadang aku mengantarkan penderita kanker untuk melakukan perawatan medis. Mireille, wanita 53 tahun, tinggal di bukit yang menghadap ke kota, di sebuah vila megah dengan kolam renang yang indah dan pemandangan laut lepas. Ia telah berhasil meningkatkan kualitas hidupnya dan sangat sukses.
Suatu hari, ketika kami berangkat untuk kemoterapi, ia berkata bahwa ia rela menjual semua barang duniawi yang diperolehnya selama 10 tahun ini untuk bisa melihat anaknya yang berumur 16 tahun tumbuh dewasa. Perkataannya mengejutkan ku. Aku berpikir bahwa harta benda bisa membuat orang bahagia, tetapi bahkan dengan semua yang dimilikinya, Mirielle tidak bahagia.
Penderita Mireille merupakan pelajaran penting bagiku. Aku pun memikirkan orang muda kaya sedih ketika Kristus memintanya untuk menjual semua barang, membagikan hasilnya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya. Saat itu, aku sadar bahwa kekayaan tidak dapat memberi kita suka cita. Hanya Kristus, yang mengundang kita untuk minum dari sumber hidup yang berlimpah, yang mampu memberikan kebahagiaan sejati itu.
DOA: Tuhan, kami seperti orang muda kaya yang sedih akan kehilangan harta miliknya. Kami membutuhkan-Mu, Ya Yesus, sehingga kami dapat memilih hidup berkelimpahan yang Engkau tawarkan. Amin. ANDRE COULON
Langganan:
Postingan (Atom)