Sabtu, 11 Agustus 2012

Cara Membangun Kelekatan Sejak Dini dengan Anak

imgAttachment atau kelekatan dengan si kecil perlu dibangun sejak dini agar saat dewasa, anak bisa tumbuh menjadi manusia yang tangguh dan sehat baik jiwa maupun raga. Bagaimana caranya membangun kelekatan sejak dini?
 
Psikolog Ratih Ibrahim belum lama ini menuliskan serangkaian tweet membahas pentingnya pemberian attachment sejak dini pada anak. Kenapa penting? Wolipop sebelumnya sudah membahasnya di sini.

Setelah mengetahui pentingnya kelekatan antara orangtua dan anak ini, Anda tentunya ingin tahu hal-hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan untuk membangun attachment tersebut. Menurut Ratih, syarat pertama adalah sebagai orangtua Anda harus benar-benar siap dan ikhlas.

"Kalau enggakmending jangan punya anak. Karena anak bukan trophy/aksesori perkawinan," tulis Ratih di akun Twitternya @ratihibrahim, Rabu (8/8/2012). "Siapkan diri (berdua:ibu+papa) secara fisik, emosional, mental, sosial-finansial untuk jadi ortu. Bisa belajar banyak juga dr @drtiwi," sambungnya lagi seraya menyebut rekannya yang seorang dokter anak dr. Tiwi.

Setelah menyiapkan diri menjadi orangtua, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin lahirkan anak melalui proses persalinan normal. "Saya percaya apapun yg normal alamiah itu yg terbaik, hadiah Tuhan atas kehidupan @drtiwi," tulis Ratih dalam tweetnya. "Melahirkan normal, sehingga tubuh mama+bayi SIAP secara alamiah juga. Dan lakukan IMD (inisiasi menyusui dini)," jelasnya lagi.

Kelekatan ini, ditambahkan Direktur Personal Growth itu, bukan hanya bisa dibangun ketika anak sudah lahir. Sejak dia masih di dalam kandungan pun dapat dilakukan. Bagaimana caranya? Ratih mengatakan Anda bisa mencobanya dengan mengelus-ngelus perut dan berbicara penuh cinta dengan janin.

"@drtiwi pernah cerita, bayi2 yg baru lahir MENGENAL suara ayah+ibunya, pada saat ketemu pertama kali, saat dilahirkan - bukti #attachment," tweet Ratih.

Ketika si kecil sudah lahir, pastikan Anda juga memberi bayi ASI dan sering menyusuinya secara langsung bukan lewat botol. Dengan menyusui ini lah kelekatan, bonding, cinta dan pengisian jiwa anak terjadi.

"Kalau nggak bisa keluar ASI gimana? Tetap saja, invest waktu dan dirimu utk membangunpositive#attachment dengan anakmu. Be there for your child," saran psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Menjelang akhir kultwitnya mengenai attachment, Ratih memaparkan, jika kelekatan yang baik ini terpenuhi dengan benar sejak anak-anak masih sangat dini dan orangtua konsisten melakukannya di setiap perkembangan usia, niscaya anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan bahagia.

"Lebih dari 20 tahun saya menemani banyak sekali klien, banyak issue di usia dewasa sd tua-nya lantaran lack of #attachment yg benar. Sad," tulisnya.

Ratih pun berpesan pada semua orangtua agar selalu ada untuk anak-anak mereka. "So be there for your children, with them... Hug more, love more! Be affectionate parents. You invest their future."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar