Rabu, 17 Oktober 2012

10 Aturan Tidak Tertulis Soal Pernikahan yang Perlu Anda Ikuti (Bag. 1)

imgPasangan harus setia, jujur dan selalu ada di saat sulit maupun senang, itulah aturan tidak tertulis yang selama ini diketahui mengenai pernikahan. Selain tiga hal itu, masih ada aturan-aturan tidak tertulis lainnya yang terkesan sepele, namun perlu Anda ikuti. Berikut ini 10 aturan tersebut menurut pendapat para ahli seperti dipaparkan pada Womans Day:

1. Jangan Mengritik Langsung Orangtua Pasangan
Ketika mertua melakukan sesuatu yang membuat kesal, pastinya Anda ingin langsung menumpahkan kekesalan tersebut pada suami. Menurut psikolog asal Florida, LeslieBeth Wish, EdD, tindakan tersebut tidak sepenuhnya benar untuk dilakukan. Ketika Anda mengkritik tindakan mertua, biasanya suami akan bersikap defensif. "Ketika Anda berada dalam posisi A, pasangan pasti akan memilih berada di posisi B," ujarnya. Sebelum langsung marah-marah, coba tempatkan dulu posisi Anda pada posisinya.

2. Jujur Jika Anda Berteman Lagi dengan Mantan
Apapun yang berhubungan dengan mantan jika dirahasiakan bisa membawa masalah. "Kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan, kenapa harus disembunyikan," saran Deb Castaldo, PhD, terapis pernikahan yang juga profesor di Rutgers University School of Social Work.

Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang biasanya membangkitkan kembali kenangan dengan mantan. Meskipun Anda sudah tidak punya perasaan apapun, koneksi dengan mantan tersebut sebaiknya jangan disembunyikan dari pasangan. "Itu bisa memicu pada ketidakjujuran," ujar Castaldo.

3. Jangan Menashati Sekaligus Mengoreksi
Ketika pasangan mengajak Anda mengobrol mengenai masalahnya, biasanya hal itu karena dia butuh orang yang mau mendengarkan dan mendukungnya. Jadi sebaiknya jangan langsung memberikan nasihat yang tidak diminta atau malah mengoreksi tindakannya.

"Kita terkadang memberikan nasihat karena mencoba membantu, tapi itu bisa dianggap kritikan ketika Anda terlalu banyak memberikan koreksi," ujar psikolog dan penulis buku 'Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up', Harriet Lerner, PhD.

Harriet menyarankan biarkan pasangan memutuskan sendiri terlebih dulu. "Yang terpenting dalam sebuah hubungan bukan bagaimana semuanya menjadi 'benar', tapi bagaimana pasangan berdedikasi untuk berkontribusi memberikan kebahagiaan satu sama lain," jelasnya.

4. Stop Mengerjakan Semuanya Sendiri
Biasanya karena tidak suka hasil pekerjaan suami, Anda memilih mengerjakan seluruh urusan rumah tangga sendirian, mulai dari menyapu hingga menyetrika pakaian. Bukan hanya pekerjaan rumah saja, beberapa wanitamemilih mengambil alih urusan keuangan ketika tahu suami mereka teledor. Jika semua itu Anda lakukan, stop dari sekarang. "Pihak yang menjadi penyelamat bisa jadi kelelahan karena harus melakukan itu terus," ujar Dr. Wish.

Cobalah untuk mulai meminta bantuan pasangan. Kalau Anda tidak suka dengan hasil pekerjaannya, beritahu kesalahannya di mana agar dia bisa belajar. Anda juga bisa memberi contoh langsung. Ketika Anda meminta bantuan, ini akan membuat pasangan merasa kalian memang satu tim dalam menjalani rumah tangga.

5. Jangan Ungkit Pertengkaran yang Sudah Lewat
"Orang sering membahas lagi pertengkaran lama karena sebelumnya masalah itu belum selesai," ujar Dr. Castaldo. Jika memang Anda sering menumpuk masalah tanpa menyelesaikannya, ini bisa membahayakan pernikahan. Menurut Dr. Castaldo sangat penting untuk pasangan menyelesaikan perselisihan mereka saat itu juga. Jika memang pada akhirnya pasangan tetap saling tidak sepakat, akhiri di sana, dan hargai pendapat masing-masing.
sumber:wolipop.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar