Kamis, 18 Oktober 2012

10 Aturan Tidak Tertulis Soal Pernikahan yang Perlu Anda Ikuti (Bag. 2)

img Pasangan harus setia, jujur dan selalu ada di saat sulit maupun senang, itulah aturan tidak tertulis yang selama ini diketahui mengenai pernikahan. Selain tiga hal itu, masih ada aturan-aturan tidak tertulis lainnya yang terkesan sepele, namun perlu Anda ikuti. Setelah bagian pertamanya, berikut ini bagian kedua dari 10 aturan tersebut menurut pendapat para ahli seperti dipaparkan pada Womans Day:

6. Jangan Ributkan Semua Hal
Dalam keseharian, banyak hal yang bisa jadi bahan pertengkaran pasangan. Mulai dari kebiasaannya yang sering lupa menutup pasta gigi atau kealpaannya melakukan kewajiban membuang sampah. Kalau semuanya ingin Anda pertengkarkan sebenarnya bisa saja. Namun psikolog asal Florida, LeslieBeth Wish, EdD menyarankan sebaiknya pilih dengan baik mana hal penting yang perlu diperdebatkan dengan suami. "Anda harus bisa mengatakan ini tidak penting," ujarnya.

Meski tidak semua hal harus Anda ributkan, tapi sebaiknya Anda jangan juga serin memendam perasaan atau dendam. Jika memang ada masalah yang menurut Anda penting, katakan saja pada pasangan. "Katakan pada pasangan kenapa itu mengganggu Anda dan Anda butuh bekerjasama dengannya untuk mendapatkan solusi," jelas Dr. Wish.

7. Hindari Mengungkapkan Urusan Pribadi ke Publik
Di era sosial media yang makin digemari ini, mengungkapkan hal pribadi ke publik banyak dilakukan orang. Namun tidak semua orang senang melakukan hal itu, bisa jadi termasuk Anda atau pasangan. Jika memang salah satu dari Anda tidak suka membuka segala masalah ke publik, sebaiknya Anda menghormati pendapat tersebut. "Diskusikan aturan dasar mengenai hal ini," ujar Deb Castaldo, PhD, terapis pernikahan yang juga profesor di Rutgers University School of Social Work.

Ditambahkannya, sebaiknya pasangan juga menghindari mencurahkan kemarahan atau kesedihan mereka soal pernikahan di situs jejaring sosial. "Malah akan merusak ketika mengungkapkan pertengkaran di Facebook," jelas Dr. Castaldo.

8. Matikan atau Jauhkan Ponsel untuk Sementara Waktu
Usahakan Anda dan pasangan punya quality time di mana ketika hal itu dilakukan sebaiknya seluruh gadget tidak ada di antara kalian. Ketika perhatian Anda teralihkan sementara dia sedang bicara, pasangan tentunya akan merasa dirinya tidak penting.

"Pahami konsep perbandingan: berapa lama Anda menghabiskan waktu dengan gadget dan berapa lama Anda menghabiskan waktu dengan keluarga," jelas Dr. Wish. Ia menyarankan buat aturan yang memang disepakati bersama, misalnya tidak boleh ada ponsel di meja makan selama makan malam bersama.

9. Hindari Mengucapkan Kata 'Cerai'
Sepanas apapun pertengkaran Anda dengan pasangan, sebaiknya jangan mengancam untuk keluar dari rumah dan meminta cerai. Kata tersebut, selain bisa menyakiti pasangan, jika diucapkan terlalu sering juga bisa hanya dianggap sebagai gertakan. "Kita sering bertindak di mana kemarahan kita melegalkan kita melakukan atau mengucapkan apapun," ujar psikolog dan penulis buku 'Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up', Harriet Lerner, PhD. "Tapi mengancam cerai itu tidak akan berguna dan hanya membuat kemungkinan Anda berpisah dengan pasangan semakin besar," tambahnya.

10. Selalu Nomorsatukan Pasangan
Menomorsatukan pasangan pastinya ada dalam prinsip Anda. Namun dalam prakteknya seringkali hal itu sulit dilakukan. Ada banyak hal yang pada akhirnya membuat pasangan menjadi orang nomer dua, tiga dan seterusnya. Misalnya saja ketika Anda lebih mementingkan hobi, teman atau gadget. Semuanya itu bisa jadi saingan pasangan untuk mendapatkan perhatian Anda.

"Pasangan yang bahagia memiliki konflik yang sama banyaknya dengan pasangan yang cerai, tapi mereka tahu bagaimana melaluinya," jelas Dr. Castaldo. "Pasangan harus punya batasan kuat di sekeliling mereka dan mereka tidak seharusnya membiarkan apapun masuk di antara mereka," tambahnya.
sumber:wolipop.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar