Selasa, 24 Juli 2012

Pasangan Disarankan Tetap Rutin Bercinta Saat Ramadan Agar Tak Stres

imgMenahan nafsu birahi, merupakan salah satu godaan orang yang sedang berpuasa. Menurut seksolog Zoya Amirin, agar gairah itu tidak muncul tiba-tiba dan malah membatalkan puasa, pasangan sebaiknya tetap rutin bercinta di bulan Ramadan.
 
Zoya menyarankan hal tersebut bukan tanpa alasan. Seksolog cantik itu menjelaskan, seks merupakan hal yang natural, seperti keinginan makan dan minum. Jadi ketika bulan puasa pun harus tetap disalurkan.

"Seperti makan dan minum, nafsu itu bukan hanya ditahan saja, tapi ada buka puasanya. Artinya kita belajar mengelola keinginan. Naj kalau keinginan makan dan minum bisa dikelola dan akhirnya dilepaskan, dibebaskan pada saat buka puasa, seharusnya juga keinginan seks itu ditahan hanya pada jam puasa dan pada buka puasa, seksnya disalurkan sereguler mungkin," tutur Zoya panjang lebar memaparkan kenapa saat Ramadan pasangan sebaiknya tetap rutin bercinta.

Wanita yang memperoleh ilmu di bidang seksologi dari Universitas Udayana itu mengatakan lagi, pasangan sebaiknya tetap mengikuti jadwal bercinta mereka sebelum puasa. Misalnya pasangan rutin bercinta satu minggu sekali, saat Ramadan jadwal serupa harus tetap dijalankan. 

"Mungkin jamnya saja yang berbeda. Sama kayak makan dan minum itu kalau puasa berbeda jamnya. Seks juga, hanya jamnya saja berbeda, tapi jangan sampai tidak dilakukan," tuturnya saat berbincang dengan wolipop belum lama ini.

Kenapa seks harus tetap dilakukan saat Ramadan? Hal itu karena menurut Zoya, sesuai teori dari Abraham Maslow, seks, sama seperti makan dan minum termasuk kebutuhan dasar manusia. Jadi sama seperti makan dan minum, manusia pun tetap membutuhkan seks, di bulan puasa sekalipun.

"Gimana coba kalau misalnya puasanya total tidak makan dan minum sama sekali? Kebayang tidak sih? Memang belum pernah ada orang yang mati karena tidak berhubugan seks, tapi banyak yang sakit jiwa loh karena tidak berhubungan seks," jelas wanita yang meraih gelar master dalam bidang psikologi dari Universitas Indonesia itu.

Selain berdampak pada kejiwaan, menahan diri untuk tidak bercinta juga bisa merugikan orang itu sendiri saat berpuasa. "Karena semakin ditahan, seks itu akan menjadi mimpi basah atau melamun jorok di tengah-tengah hari, malah mengganggu puasanya," paparnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar