Jumat, 16 September 2011

SBY Stop Remisi untuk Koruptor dan Teroris

Penghentian remisi dilakukan seiring perbaikan hukum yang mendasarinya.
Eko Huda S, Ita Lismawati F. Malau

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setuju untuk menghentikan pemberikan keringanan hukuman atau remisi kepada para terpidana terorisme dan korupsi.

"Saya baru saja berdiskusi dengan Presiden SBY. Presiden menegaskan kembali persetujuannya untuk menguatkan pesan penjeraan kepada para pelaku kejahatan terorganisir, khususnya korupsi dan terorisme," kata Staf Presiden bidang Hukum, Deny Indrayana kepada VIVAnews.com, Kamis 15 September 2011.

"Untuk itu, pengurangan hukuman atau remisi kepada para koruptor dan teroris disetujui untuk dihentikan."

Menurut Deny, moratorium atau penghentian sementara remisi bagi terpidana kasus korupsi dan teorisme itu dilakukan seiring dengan perbaikan peraturan perundangan yang mendasarinya. "Agar lebih jelas dan sejalan dengan semangat antikorupsi," kata dia.

Sebelumnya, SBY mengaku sangat sedih dengan maraknya kasus korupsi yang terjadi di jajaran pemerintahannya. Namun, SBY mengaku masih berlega hati karena sistem yang dijalankan pemerintahannya masih berjalan dengan baik.

Harta Angelina Sondakh Rp6,155 miliar

Angelina yang akrab disapa Angie terakhir mendaftarkan LHKPN ke KPK pada tahun 2010.

Elin Yunita Kristanti, Dedy Priatmojo
Angelina Sondakh Diperiksa KPK (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
 
Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara  yang dilaporkan Anggota Komisi X DPR, Angelina Sondakh. Angelina yang akrab disapa Angie terakhir mendaftarkan LHKPN ke KPK pada tahun 2010.

Data LHKPN KPK per tanggal 21 Juli 2010 mencantumkan total kekayaan politisi Partai Demokrat itu senilai Rp6,155 miliar

Angie  yang menjabat sebagai Anggota DPR dua periode pada 2004-2009 dan 2009-2014 tercatat memiliki harta yang tidak bergerak senilai Rp2,825 miliar yang terdiri dari tanah 1.000 m2 di Kabupaten Badung. Tanah dan bangunan seluas 144 m2 dan 85 m2 di Tangerang. Tanah dan Bangunan seluas 316 m2 dan 160 m2 di Jakarta Timur.

Adapun harta yang bergerak, yang dilaporkan Angie ke KPK berupa alat transportasi senilai Rp1,184 miliar yaitu mobil BMW X5 tahun 2005, Honda CRV tahun 2008, Toyota Innova tahun 2008, motor merek BMW tahun 2009, alat transportasi 'Bombardier' tahun 2001.

Selain itu Angie juga tercatat memiliki harta lainnya senilai Rp165 juta yang terdiri dari logam mulia dan batu mulia. Angie juga memiliki surat-surat berharga senilai Rp1,210 miliar. Sedangkan Giro dan setara kas lainnya senilai Rp770,6 juta.

Berikut LHKPN Angelina Sondakh:
Angelina Sondakh, SE

Tanggal Lapor:

21 Juli 2010

1. Harta tidak bergerak Rp2,825 miliar

Terdiri dari tanah 1000 m2 di Kabupaten Badung. Tanah dan bangunan seluas 144 m2 dan 85 m2 di Tangerang. Tanah dan Bangunan seluas 316 m2 dan 160 m2 di Jakarta Timur.

2. Harta Bergerak

A. Alat transportasi: Rp1,184 miliar

Mobil BMW X5 tahun 2005, Honda CR V tahun 2008, Toyota Innova tahun 2008, Motor merk BMW tahun 2009, Alat Transportasi 'Bombardier' tahun 2001.

B. Harta bergerak lainnya: Rp165 Juta

Terdiri dari logam mulia dan batu mulia.

C. Surat Berharga senilai 1,210 miliar

3. Giro dan setara kas lainnya: Rp770,6  juta.

4. Hutang / Piutang : tidak ada

Total harta: Rp6,155 miliar.

Pelecehan Seks di BPN Dibawa ke Komnas HAM

Kini ketiga korban masih bekerja meski berada di bawah tekanan rekan satu kantor.

Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Pelecehan Seksual di Kantor (corbis.com)
 
- Staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga dilecehkan seksual oleh atasannya, melaporkan kasus tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
Selain itu, mereka juga mengadukan peristiwa bejat yang dialaminya ke Komisi Nasional Perlindungan Perempuan untuk diproses lebih lanjut. Sebelumnya, ketiga pegawai itu sudah melapor ke Polda Metro Jaya.

"Karena kasus pelecehan seksual kan banyak, dan korbannya perempuan. Untuk itu kami meminta diberi perlindungan secara khusus," ujar kuasa hukum tiga staf, Ahmad Jazuli, Jumat 16 September 2011.

Dikatakan Jazuli, laporan ke Komnas Perempuan dimaksudkan  agar adanya dukungan sehingga para korban tidak merasa terpuruk. Sementara itu, laporan ke Komnas HAM karena pelecehan seksual tersebut merupakan pelanggaran HAM.
Terkait jalur apa yang akan ditempuh untuk memperjuangkan hak-hak korban, Jazuli mengatakan itu kewenangan dari kedua instansi tersebut.

Jazuli menjelaskan, hingga kini ketiganya masih bekerja meski berada di bawah tekanan rekana satu kantor. "Teman-teman kantornya banyak yang menyayangkan pelaporan tersebut ke pihak kepolisian," jelas Jazuli.

Sebenarnya, kata Jazuli, korban pelecehan di kantor kliennya sudah banyak, tetapi tidak berani melapor. Pejabat yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut, kata Jazuli sering kali mengumbar janji-janji kepada korban nafsunya tersebut. (umi)

Kerugian akibat Kebakaran Pasar Gedebage Capai Miliaran

 
 Kerugian akibat kebakaran yang melanda  Pasar Induk Gedebage, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (16/9) pagi, ditaksir mencapai miliar rupiah.

"Kerugian diperkirakan mencapai satu miliar lebih. Pertukaran uang per harinya saja di sini mencapai Rp700 juta," kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Pasar Gedebage M Rakhmat, di lokasi kejadian, Jumat.

Ia mengatakan, masa kontrak dari bangunan kios yang dilalap si jago merah di Pasar Gedebage tersebut pada bulan Desember 2011.

"Karena akan habis masa kontraknya, ada bahasan dari pengembang untuk relokasi. Tentunya, kami menyambut baik, tapi sampai saat ini belum tahu tempat relokasinya di mana," ujar M Rakhmat.

Ketika ditanyakan, apakah ada unsur "sabotase" dalam kebakaran Pasar Gedebage terkait rencana relokasi pedagang di sana, M Rakhmat menyatakan tidak tahu.

"Ngak tahu ya, saya tidak tahu ada sabotase," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Panyileukeulan Komisaris Komarna menuturkan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi yakni para pedagang yang melihat langsung kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran di lokasi kejadian, dugaan sementara penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek listrik. (Ant/wt/X-12)

PELAJARAN PENTING

BACA: Markus 12:41-44
Maka di panggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ''...Janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.'' Markus 12:43


   Gereja kami mengadakan acara makan sup musim gugur. Kami tidak menetapkan tarif makan, tetapi meminta sumbangan suka rela. Sumbangan ini di pakai untuk membantu pelayanan lokal demi membantu masyarakat yang perlu bantuan.
   Saat aroma cabe dan sub memenuhi ruang persekutuan, aku dim-diam mengamati orang yang memasukkan sumbangan ke dalam keranjang. Beberapa orang menulis cek,yang lain menjatuhkan banyak tagihan, dan ada yang memberikan satu tagihan besar. Beberapa orang hanya memberi koin recehan. Hal ini menggangguku. Aku merasa bahwa mereka memanfaatkan kami demi mendapatkan gratis. Aku pergi kepada pendeta dan bertanya, Apakah kita emang perlu memasang harga untuk makanan ini?
  Ia menjawab, "Kitalah yang justru tidak boleh melihat ke keranjang sumbangan. Sumbangan suka rela berarti orang bebas memberikan sesuai panggilan mereka untuk memberi. Mungkin mereka hanya membutuhkan persekutuan.''
   Kata-katanya melegakan. Aku ingat cerita janda yang memberi seluruhnya --2 peser. Tiap kali melayani sup, aku ingat pelajaran penting di malam yang dingin itu: Jangan menghakimi orang atas apa yang mereka berikan atau tidak berikan.

  DOA: Ya Tuhan, bantulah kami untuk memberi dengan suka rela dan tidak menghakimi apa yang orang lain lakukan. Berkati kami demi kebaikan semua anak-Mu. Dalam nama Kristus. Amin.

Kamis, 15 September 2011

Sosok Muntoha, Penipu Gayus Tambunan

Muntoha sudah berkali-kali keluar masuk penjara terkait penipuan dengan modus yang sama.

Eko Huda S

Gayus Tambunan (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
Keahlian Gayus Tambunan dalam memanipulasi pajak tampaknya belum bisa menandingi 'ilmu' Muntoha dalam hal penipuan. Buktinya, Gayus yang pernah berkali-kali mengebui petugas dengan keluar tahanan itu sampai kena tipu Muntoha. Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung, Rp4 miliar.

Sosok Muntoha ini tak dikenal sebelumnya. Namanya mulai 'moncer' setelah disebut-sebut menipu Gayus mentah-mentah. Lalu, siapakah sosok Muntoha itu?

Menurut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kumham DKI Jakarta, Bambang Krisbanudi, Muntoha adalah residivis atau penjahat kambuhan dalam kasus penipuan.
"Dia telah melakukan aksi penipuan dengan modus penggandaan uang di berbagai daerah," kata Bambang saat berbincang dengan VIVAnews.com, Kamis 15 September 2011.

Muntoha pun sudah berkali-kali keluar masuk penjara terkait penipuan dengan modus yang sama. "Kalau rekam jejaknya memang seperti itu. Dia pernah dipenjara di Brebes (Jawa Tengah), kemudian juga pernah tercatat di Semarang," kata Bambang.

Menurut Bambang, Muntoha ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta juga karena tuduhan kasus penipuan. "Kalau tidak salah, dia melakukan penipuan di Jakarta Selatan. Tapi saya lupa pastinya," kata dia.

Muntoha pun saat ini sedang melakukan proses banding atas kasus yang menjeratnya itu. Namun, saat proses banding itu belum diputuskan hakim, tuduhan baru kembali menimpanya. Muntoha dituding menipu orang yang tenar dengan kasus manipulasi pajak, Gayus Tambunan.

Bahkan, Bambang mengatakan Muntoha juga sempat melancarkan aksinya kepada dua nara pidana lain di Cipinang sebelum menipu Gayus. "Informasinya seperti itu, tapi yang dua itu tidak ada laporan," kata Bambang. (umi)

Usia 80 tahun Masih Menjadi Foto Model

Usia 80 tahun Masih Menjadi Foto Model



Dalam usia muda ia sangat terobsesi dengan kecantikan, Daphne Selfe adalah seorang nenek berusia 60 tahun dan merupakan model yang luar biasa berkat postur yang anggun, tulang pipi yang bagus dan rambut panjang yang berkilau meskipun tidak lagi berwarna hitam. Pada usia 80 tahun, dia adalah yang model tertua di Britania model catwalk, Dolce & Gabbana, Tata-Naka dan Michiko Koshino.

Daphne Selfe adalah seorang model yang berasal dari Baldock, Hertford-shire. Daphne sendiri awalnya berkarir di dunia modeling saat berusia 20 tahun dimana saat itu dirinya masuk dalam sebuah kompetisi modeling.
Saat itu Daphne jadi juaranya. Dirinya pun bekerja di Models 1 Agency, dimana Kate Moss dan Naomi Campbell bernaung.

Dan kini, dalam usianya yang ke 80 tahun, Daphne masih menjadi model dengan penghasilan 1000 Poundsterling seharinya.

Dan gak hanya itu, nenek 4 cucu itu dianggap sebagai model tertua se Inggris dan masih mampu menjadi model untuk label-label top macam Dolce & Gabbana.

Lalu gimana bisa Daphne masih bisa eksis di dunia model ya?

Dirinya tetap menjaga penampilannya dengan makan makanan yang sehat dan juga melakukan yoga.

"Para model muda mengagumiku tapi mereka gak iri kok. Aku bukan ancaman. Aku punya tempat yang sesuai untuk umurku."

Sampai kapan nih Daphne jadi model, ya?

"Aku masih akan terjun di modeling sampai mereka berhenti memintaku."
Aku menyukainya - itu menyenangkan dan tetap membuatku muda." ujar Daphne.







SUMBER: VIVAnews