Rabu, 11 Juli 2012

Gadis Korban Eksploitasi Seks Cenderung Kriminal

Headline
 Penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak gadis yang pernah menjadi korban eksploitasi seksual cenderung menjadi pelaku kriminal.
Mereka melakukan kejahatan karena bingung mencari pertolongan dan berpikir tidak akan dituntut secara hukum. Seperti laporan penelitian yang dirilis Selasa (10/7) dan dikutip dari huffingtonpost.
Jo Phoenix, seorang profesor Kriminologi di Durham University, yang melakukan penelitian, mengatakan, "Saya pikir di mana kita sedang berhadapan dengan anak-anak kita perlu pemerintah untuk mengirim pesan yang sangat jelas, sangat kuat bahwa tidak boleh ada kriminalisasi perempuan yang dieksploitasi secara seksual. Kita seharusnya tidak membutuhkan mereka untuk mengatakan bahwa mereka menjadi korban," katanya.
Frances Crook, chief executive kampanye Liga Howard, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa anak perempuan yang dieksploitasi secara seksual "bisa melakukan kejahatan karena bingung mencari pertolongan."
"Mereka, misalnya, akan mengutil di depan penjaga keamanan untuk kemudian ditangkap,” ujarnya.
Laporan ini diharapkan bisa menjadi acuan bahwa anak perempuan yang mengalami eksploitasi seksual seharunya diperlakukan sebagai korban, sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, bukannya digolongkan sebagai penjahat kecil.
Laporan tersebut menyerukan dukungan lebih untuk anak perempuan.
Ini memberikan argumen lembaga peradilan pidana juga harus "Lebih canggih dan harus memperkenalkan lebih banyak pelatihan untuk memungkinkan perempuan dirujuk ke layanan yang lebih tepat."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar