Kamis, 01 Maret 2012

6 Topik Tentang Seks yang Harus Ditanyakan pada Ginekolog

imgMembicarakan masalah seks dan kesehatan seks tidak selalu mudah. Persoalan seks bisa sangat membingungkan, memalukan bahkan membuat frustasi bagi orang yang tidak terbiasa mendiskusikannya. Tapi jika ada sesuatu yang mengganjal dalam kehidupan seks Anda, menanyakan saran pada ginekolog adalah solusi terbaik.
 
Apa harus ditanyakan? Jika Anda baru pertama kali ke ginekolog dan tidak yakin apa yang akan ditanyakan, beberapa daftar pertanyaan yang dilansir She Knows ini mungkin bisa menjadi masukan positif bagi Anda.

1. Penyakit Kelamin Menular
Salah satu hal terpenting yang harus diperjelas adalah melakukan hubungan seks yang sehat. Bagi pasangan baru menikah, sangat penting untuk memeriksakan kesehatan organ kelamin baik bagi pria maupun wanita. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan penyakit berbahaya akibat hubungan seks. Dr. Renee Horowitz, dokter kandungan dan ginekolog yang sudah berpengalaman selama 27 tahun menyarankan untuk rutin memeriksa ke ginekolog selama enam bulan di awal-awal pernikahan. Selama itu, pasangan sebaiknya menggunakan kondom setiap berhubungan seks dan jika hasil pemeriksaan menunjukkan negatif (tidak ada penyakit kelamin), Anda pun boleh menghentikan pemakaiannya.

2. Anatomi Tubuh
Banyak wanita yang tidak terlalu memahami anatomi tubuh mereka sendiri. Jadi terkadang agak sulit untuk mengetahui sendiri, apakah kondisi genitalnya normal atau tidak. Jika Anda tidak yakin atau pasangan menemukan sesuatu yang menurutnya janggal saat berhubungan seks, buatlah janji konsultasi dengan ginekolog.

"Sama seperti wajah, area genital juga memiliki struktur dan bentuk yang berbeda. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan mendatangi ginekolog," tutur Dr. Renee.

3. Kehamilan dan Kontrol Kehamilan
Pertanyaan paling umum yang harus ditanyakan kepada ginekolog adalah, kapan Anda harus berhenti mengonsumsi pil kontrasepsi jika ingin hamil. Dr. Renee biasanya menyarankan pasiennya untuk tetap meneruskan konsumsi pil selama satu bulan lagi di bawah pengawasan ahli.

"Ada studi yang menunjukkan, risiko keguguran lebih tinggi pada wanita yang menghentikan penggunaan pil kontrasepsi secara tiba-tiba. Jadi, kenapa harus ambil risiko? Tak ada salahnya menunggu sebulab lagi untuk hamil," jelas Dr. Renee.

4. Sakit Saat Berhubungan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan?
Seks seharusnya memberi sensasi kenikmatan, bukan rasa sakit. Jika Anda merasakan sakit saat berhubungan seks, maka Anda perlu menemui ginekolog. Cobalah mengingat atau catat kapan rasa sakit itu menyerang sehingga Anda bisa lebih baik menjelaskannya pada dokter.

"Apakah (sakit) itu terasa saat penetrasi, dalam posisi bercinta tertentu atau saat stimulasi klitoris? Jangan abaikan sakit yang Anda rasakan. Cari tahu penyebabnya bersama dokter Anda," sarannya.

5. Bagaimana Meningkatkan Kehidupan Seks?
Rutinitas yang dilakukan sehari-hari, baik itu makanan, baju atau aktivitas seks yang sama akan menimbulkan kebosanan. Cara menyembuhkannya adalah dengan melakukan perubahan. Jika aktivitas seks sudah terasa membosankan, kejutkan pasangan Anda dengan bercinta di tempat baru, mencoba posisi yang belum pernah dilakukan, memakai sex toys atau mengubah dekorasi kamar. Ingin mendapatkan kepuasan seks yang lebih maksimal? Konsultasikan perubahan apa yang cocok untuk Anda dan pasangan.

"Sesuatu yang berbeda akan meningkatkan aktivitas kimia pada otak yang akhirnya meningkatkan hasrat dan rangsangan seks," ujar dokter yang merupakan pendiri Center for Sexual Wellness ini.

6. Libido
Bagaimana jika pasangan ingin menginginkan seks lebih banyak dari yang Anda inginkan? Perbedaan hasrat seksual antara suami dan istri memang merupakan masalah yang kompleks dan tidak ada jawaban mudah atau pastinya. Tapi dengan memahami bahwa siklus dan kebutuhan seks pria dan wanita berbeda, mungkin bisa membantu.

Dijelaskan Dr. Renee, wanita memiliki hasrat seks yang lebih responsif. Dengan kata lain, mereka akan terangsang lebih dulu baru menginginkan seks. Sementara pria umumnya memiliki hasrat terlebih dahulu, baru diikuti rangsangan. Ia menyarankan, meskipun ada kalanya Anda tidak ingin bercinta dan menolak ajakan suami, dalam hubungan rumah tangga sangat penting untuk berkompromi dan komunikasi adalah kuncinya. Katakan pada pasangan kapan waktu paling tepat untuk bercinta dan kapan mood seks Anda berada di puncaknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar