Minggu, 24 Juni 2012

4 Kekhawatiran Pria Soal Seks & Cara Membantunya

imgDalam urusan di ranjang, pria sering dianggap yang lebih sedikit bermasalah dibandingkan wanita. Kaum Hawa memang lebih mudah terbagi pikirannya saat bercinta, sementara pria biasanya fokus pada apa yang dilakukannya saat itu.
 
Tapi bukan berarti pria sama sekali tidak mengkhawatirkan kehidupan seksnya. Ada beberapa hal tentang seks yang kerap membuat pria bingung dan resah. Apa saja? Seperti dilansir Cosmopolitan UK, pakar seks Rachel Morris menjabarkan empat faktornya dan bagaimana Anda bisa membantu mereka.

1. Anda yang Jadi 'Bos'
Pria memang cenderung lebih dominan saat bercinta, tapi bukan berarti dia ingin selalu mendominasi. Terkadang pria juga ingin wanita yang sesekali pegang kendali, jadi untuk sementara waktu dia tidak perlu khawatir untuk selalu memuaskan pasangannya di tempat tidur. Saling berbagi 'peran' saat bercinta, akan menciptakan keseimbangan hubungan pernikahan. Tidak ada yang merasa lebih terbebani karena harus selalu jadi yang lebih dominan. Pria kadang ingin hanya berbaring, sementara wanita yang lebih aktif.

2. Misteri 'O'
Banyak cara bisa dilakukan untuk meraih orgasme saat bercinta. Namun pria butuh 'instruksi manual' untuk membuat pasangannya mencapai klimaks. Berbeda dengan pria, wanita lebih sulit untuk mendapatkan orgasme dan biasanya tidak selalu hanya lewat penetrasi seks saja. Stimulasi klitoris, ciuman, sentuhan atau rangsangan lewat A-spot dan G-spot pun bisa membuat wanita mencapai kepuasan bercinta. Sayangnya, tidak semua pria tahu letak titik rangsang wanita. Dalam hal ini wanitalah yang harus berperan. Katakan titik paling sensitif dari tubuh Anda atau arahkan tangannya ke daerah yang dimaksud.

3. Mewujudkan Fantasi Seks
Pria kerap punya imajinasi seks yang 'liar'. Namun umumnya mereka enggan membicarakan apa yang dia mau kepada pasangan. Khawatir dianggap aneh, perilaku seks yang menyimpang, dan sebagainya. Oleh sebab itu, penting menyediakan waktu khusus untuk membicarakan tentang seks. Minta si dia mengutarakan keinginannya dalam obrolan yang manis, misalnya saat bermesraan di tempat tidur atau menonton TV berdua. Jika fantasi seksnya masih mungkin dilakukan, kenapa tidak coba mewujudkannya? Seks pun jadi lebih bervariasi dan menyenangkan.

4. Performa Tak Sesuai Harapan
Pria kerap takut tidak bisa memberi kepuasan seperti yang diharapkan pasangannya. Ketakutan semacam ini kadang bisa memengaruhi performa seksnya. Saat panik atau cemas, Mr. Happy biasanya ikut bereaksi; tidak menegang, terjadinya ejakulasi dini bahkan 'tidak perform' sampai akhir. Akibatnya, pria jadi merasa malu karena Mr. Happy tidak bisa melakukan 'tugasnya' dan kekhawatiran meningkat. Untuk membantunya, Anda harus tetap bersikap tenang. Jangan ikut frustasi jika performa seksnya tak sesuai harapan. Sekali lagi, komunikasi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar