Sabtu, 30 Juni 2012

Kapan Pasangan Menikah Mulai Merasa Bosan Pada Seks?

imgPasangan yang baru menikah tentu akan beranggapan tidak akan mungkin mereka bosan untuk bercinta. Tapi kenyataannya di kemudian hari, kebosanan itu bisa terjadi. Kapan sebenarnya pasangan akan merasa bosan pada seks?
 
Kristen Mark dari situs Good In Bed memapaparkan data dari penelitian yang pernah dibuatnya bersama timnya yang lain di website tersebut. Penelitian dengan pertanyaan bagaimana kebosanan mempengaruhi hubungan pasangan baik secara seksual maupun seksual itu, diikuti oleh 1.418 pria dan 1.923 wanita.

Dari penelitian tersebut terungkap, 25% responden merasa bosan pada hubungan yang mereka miliki. Sementara 25% responden lainnya hampir berada di ambang kebosanan pada pasangan.

Penelitian yang dilakukan Good In Bed itu juga mengungkapkan kapan pasangan mulai merasa kebosanan itu muncul dalam hubungan. Jawaban paling umum dari responden adalah antara tahun pertama dan tahun ketiga.

Kristen mengatakan lagi, yang perlu dicermati dalam membahas masalah kebosanan ini adalah bagaimana perasaan pasangan berubah dari cinta yang menggebu-gebu (passionate love) menjadi sayang (companionate love). Apa perbedaan passionate dan companionate love?

Passionate Love: biasanya memiliki kedekatan emosional yang intens, di mana salah satu pihak ingin terus bersama pasangannya. Biasanya perasaan ini diikuti dengan gairah seksual yang tinggi di antara pasangan.

Companionate Love: biasanya memiliki keterikatan yang kuat, rasa percaya, saling menghargai di antara pasangan. Gairah seksual yang tinggi tergantikan dengan semakin tingginya keintiman.

Apakah perasaan cinta yang berubah ini bisa membahayakan? Kristen mengatakan Anda tak perlu khawatir. Cukup dengan tetap intens berkomunikasi dengan pasangan dan bersama-sama lawan kebosanaan dalam hubungan tersebut.

Penelitian yang dibuat Kristen dan teman-temannya juga mengungkapkan, kebosanan dalam hubungan seks itu tidak menjadi ancaman yang terlalu besar pada pernikahan itu sendiri. Hal-hal yang justru lebih membahayakan hubungan pernikahan adalah stres karena masalah keuangan, ketidakadilan dalam pembagian pekerjaan rumah tangga dan pertengkaran tentang mertua, seks dan anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar