Senin, 28 November 2011

Cara Gampang Jadi Langsing: Makan Lebih Lambat


img
Ilustrasi (foto: Thinkstock)
 Sudah berusaha mencoba berbagai program diet tapi masih susah menurunkan berat badan? Maka tak ada salahnya mencoba metode baru ini. Caranya sangat gampang, yaitu makan lebih lambat.

Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan makan lebih cepat daripada orang yang ramping, dan laki-laki lebih cepat mengunyah daripada wanita. Peneliti dari juga melihat bahwa biji-bijian olahan lebih cepat dimakan daripada biji-bijian yang menyehatkan.

Dalam pertemuan tahunan Obesity Society di Orlando, Florida, peneliti mempresentasikan temuannya bahwa orang yang makan cepat mengkonsumsi sekitar 3,1 ons makanan per menit, orang yang makan dengan menengah makan 2,5 ons per menit, dan pemakan lambat mengkonsumsi 2 ons makanan per menit.

Pria makan sekitar 80 kalori per menit, sementara wanita sekitar 52 kalori per menit. Menariknya, pria yang menyebut diri mereka pemakan lambat makan di tingkat yang sama seperti para wanita yang mengaku sebagai pemakan cepat.

"Perbedaan gender tentu saja berpengaruh. Mungkin pria memiliki mulut yang lebih besar, tetapi juga mungkin terkait dengan kebutuhan energi yang lebih tinggi. Kemungkinan lain dapat berhubungan dengan norma-norma sosial, perempuan mungkin merasa harus makan lebih lambat," kata penulis penelitian, Kathleen Melanson, direktur Laboratorium Energy Balance di Universitas Rhode Island.

Penelitian kedua menemukan hubungan yang erat antara kecepatan makan dan indeks massa tubuh (BMI). Orang-orang dengan BMI yang tinggi biasanya makan jauh lebih cepat dibandingkan dengan yang BMI-nya lebih rendah. BMI adalah perhitungan yang didasarkan pada tinggi dan berat badan. Para peneliti juga mengamati bahwa peserta yang memakan makanan dari biji-bijian seperti sereal gandum dan roti gandum makan lebih lambat daripada yang makan makanan sama yang terbuat dari biji-bijian olahan.

"Gandum murni memerlukan waktu lebih banyak untuk dikunyah dan pencernaan dimulai di mulut. Jadi jika memakan sesuatu yang telah diproses, tidak diperlukan banyak waktu untuk mencerna. Sedangkan biji-bijian lebih banyak membutuhkan waktu untuk dipecah," kata Lona Sandon, asisten profesor nutrisi kesehatan di University of Texas Southwestern di Dallas.

Tapi dapatkah pemakan cepat melatih dirinya untuk memperlambat makannya?

"Saya pikir mengubah kecepatan makan tidak akan mudah karena hal itu adalah karakteristik bawaan, tapi patut dicoba. Berikan waktu tambahan makanan yang ada di dalam mulut. Biarkan makanan sampai ke perut sebelum mengambil gigitan berikutnya," pungkas Melanson seperti dilansir HealthDay.com, Jumat (25/11/2011).
(ir/ir
sumber:detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar