Minggu, 27 November 2011

Pertolongan Saat Penyakit Anak Memburuk di Malam Hari


img
(Foto: thinkstock)
 Penyakit tidak pernah datang pada waktu yang tepat. Seringkali anak-anak terbangun di tengah malam akibat gejala penyakit tertentu, padahal kantor dokter sudah tutup dan ibu tidak tahu apakah harus membangunkan dokter atau mencoba mengatasinya sendiri. 

Beberapa gejala bisa jadi pertanda bahaya serius, seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, ruam yang aneh atau kejang-kejang. Hampir semua gejala pada bayi di bawah 4 bulan memerlukan penanganan langsung oleh dokter, tidak peduli kapanpun waktunya.

Seperti dikutip dari Parenting.com, Minggu (27/11/2011), banyak gejala penyakit pada anak-anak yang memburuk pada malam hari. Meskipun tidak mengancam keselamatan, gejala tersebut dapat membuat anak sengsara. 

Dengan sedikit perencanaan dan bantuan dari praktisi kesehatan, beberapa tindakan dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala penyakit pada anak.

Asma dan alergi

"Gejala asma dan alergi seringkali memburuk pada malam hari. Ada banyak faktor yang bermain, tingkat kortisol yang menurun di malam hari dan kortisol memiliki efek pencegahan asma," kata Santiago Martinez, MD, ahli alergi anak dan asisten profesor klinis kedokteran di Sekolah Florida State University Medis di Tallahassee.

Kenaikan histamin juga memicu gejala alergi dan asma. Beberapa alergen seperti debu dan bulu hewan peliharaan lebih banyak ditemui di kamar anak sehingga meningkatkan paparannya ketika anak tidur.

Jika anak mendapat serangan alergi pada malam hari, antihistamin bisa meredam gejalanya. Jika gangguan itu sering terjadi sepanjang tahun, sebaiknya berikan imunoterapi dengan cara memasukkan sejumlah kecil zat pemiocu alergi ke dalam tubuh sehingga tubuh secara perlahan-lahan membangun kekebalan.

Langkah-langkah preventif untuk mengurangi paparan zat pemicu alergi adalah mengurangi paparannya. Arinya, pastikan jendela kamar anak tetap tertutup, tidak menempatkan boneka atau binatang berbulu di dalam kamarnya. Bisa juga memasang penyaring yang dirancang untuk menjebak partikel yang sangat kecil yang dapat memperburuk gejala alergi.

Batuk

Batuk dapat diakibatkan oleh infeksi virus yang menetap di saluran napas atas dan kotak suara, dan biasanya menyerang saat anak sedang pilek. Karena menyebabkan pembengkakan pita suara, batuk juga bisa disertai oleh napas yang cepat atau bising. 

Batuk hampir selalu memburuk pada malam hari karena aliran darah ke saluran pernapasan mengalami perubahan ketika anak berbaring. Udara yang kering juga dapat memperburuknya.

"Mulailah dengan memberikan obat ibuprofen untuk mengurangi parahnya pembengkakan di saluran udara dan meredakan rasa tidak nyaman," kata Andrea Leeds, MD, seorang dokter anak di Bellmore, New York, dan anggota American Academy of Pediatrics.

Jika anak berusia 12 bulan ke bawah, jangan gunakan ibuprofen kecuali dokter mengijinkan. Kemudian lepas popok atau celananya, nyalakan shower, dan dudukkan di kamar mandi yang beruap selama lima belas menit. 

Setelah itu, kenakan pakaian dan bungkuslah dengan selimut. bawalah dia ke luar rumah agar terpapar udara malam yang dingin. Jika ketika itu musim panas, paparkan dengan freezer atau pendingin udara selama setidaknya lima menit. 

Uap akan melemaskan saluran udara dan pita suara, sedangkan udara dingin dapat mengurangi bengkak. Kombinasi ini seringkali mampu mengontrol gejala batuk sampai keesokan harinya.

Sakit telinga

Infeksi di telinga tengah atau di liang telinga dapat semakin terasa gejalanya ketika berbaring sebab meningkatkan pengumpulan cairan dan memberikan tekanan ekstra pada jaringan yang meradang.

Ibuprofen dapat diberikan untuk anak-anak berusia 12 bulan ke atas. Asetaminofen dapat membantu meringankan sakit.

"Panaskan minyak zaitun sesendok makan dalam microwave sampai hangat tapi tidak sampai panas. Berikan 2-3 tetes minyak hangat di telinga yang terkena untuk menenangkan membran telinga," kata Dr Leeds. 

Menempelkan kain hangat basah di telinga anak juga dapat membantu. Terkadang perlu antibiotik untuk membersihkan infeksi jika tidak sembuh dengan sendirinya. Jika anak rentan terhadap antibiotik, tanyakan kepada dokter tentang resep obat tetes telinga untuk mematikan rasa sakit.

Demam

Demam memburuk pada malam hari karena suhu tubuh naik secara alami di malam hari sehingga demam yang ringan di siang hari dapat naik dengan mudah ketika tidur.

Pertama, periksa suhu anak. Lakukan lewat dubur rektal jika anak berusia di bawah 6 bulan. Demam di atas 38° C pada bayi dibawah 3 bulan memerlukan penanganan langsung oleh dokter. 

Hal yang sama berlaku jika suhu tinggi pada anak disertai dengan kelesuan, muntah, diare, leher kaku, atau ruam yang tidak biasa.

"Asetaminofen juga dapat diberikan. Tunggulah dulu selama setengah jam, dan periksa suhunya lagi. Jika belum mulai turun dan usianya lebih tua dari setahun, berikan anak beberapa ibuprofen juga. Obat-obat ini dapat digunakan bersama dipisahkan jarak setengah jam. Asetaminofen dapat diberikan setiap empat jam, dan ibuprofen diberikan setiap enam sampai delapan jam," kata Dr Leeds.

Anak dapat dimandikan pada suhu ruangan (25° - 27° C) untuk membantu mendinginkan suhu tubuhnya. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air, susu formula atau ASI jika masih bayi sebelum anak kembali tidur.

Kulit gatal

Kulit gatal memburuk di malam hari karena ketika anak diam dan berbaring, rasa gatal lebih mudah dirasakan. Gatal-gatal dapat diakibatkan tanaman rambat, gigitan serangga, eksim, atau sengatan matahari. Dan jika kulit gatal disebabkan oleh alergi, kenaikan kadar histamin dapat membuatnya lebih buruk.

Untuk gatal karena eksim, gunakan pelembab untuk membersihkan tubuhnya sebelum tidur. Pijatan juga dapat menenangkan. Penting juga untuk menjaga kelembaban udara di dalam kamar. 

Apabila gatal disebabkan ruam alergi, Antihistamin dapat membantu meringankan gejalanya. Krim cortisone oles juga dapat membantu. Jangan menggunakan jenis produk tertentu sebelum berkonsultasi dengan dokter anak.

Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat memburuk pada malam hari sebab saluran hidung makin mengecil ketika tidur. Gunakan obat tetes atau semprot hidung untuk melembabkan membran dan mengencerkan lendir sehingga memudahkan anak melesitkan lendir atau diseka dengan kain.

Dekongestan bisa membantu meringankan gejala hidung tersumbat. Tapi penggunaannya tidak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 2 tahun.

Muntah

Pastikan anak tidak memuntahkan darah. Hubungi dokter jika hal itu terjadi, sebab dapat menunjukkan kondisi yang serius. Hal yang sama berlaku jika muntah disertai rasa nyeri di sisi kanan bawah perut. 

Jika muntah disebabkan perjalanan, usaplah anak dengan kain dingin dan basah di dahi dan wajahnya, kemudian biarkan dia kembali tidur. Tempatkan mangkuk plastik atau wadah lain di dekat tempat tidurnya jika ia merasa mual lagi.

"Jika anak masih terjaga tetapi tidak muntah lagi, berikan anak cola atau minuman jahe. Satu sendok makan sirup pear atau peach setiap lima belas menit juga dapat membantu," kata Philip Itkin, MD, profesor klinis pediatri di University of Nebraska Medical College di Omaha.

sumber:detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar