Rabu, 16 Mei 2012

Di Pesawat Ini Penumpang Bebas Menelepon


Anda bebas menelepon, SMS, dan akses GPRS.


Ponsel telah menjadi bagian penting penyapu kebosanan saat perjalanan. Tapi, ketika menaiki pesawat tentu harus dimatikan demi keselamatan. Maskapai Inggris, Virgin Atlantic mengambil langkah berbeda.
Virgin Atlanctic menjadi maskapai pertama yang memperbolehkan menelepon saat di udara. Banyak penumpang mengeluhkan prospek gangguan ketika seseorang berbincang dengan keras menggunakan ponsel dalam pesawat. 

Pengusaha menyambut baik keputusan yang dapat membuat mereka selalu terhubung ini. Sementara kampanye anti-gangguan suara melawannya.

Penumpang yang terbang antara London, Inggris dan New York, Amerika Serikat dapat menelepon, menerima SMS, e-mail, dan mengakses internet via GPRS.

Layanan ini masih memiliki batasan. Penumpang tidak boleh melakukan aktivitas komunikasi via ponsel saat lepas landas dan mendarat. Menurut hukum AS, ponsel harus dimatikan 250 mil dari wilayah udara AS.

Komunikasi ponsel di udara ini seharga 1 poundsterling (sekitar Rp15 ribu) per menit untuk menelepon saat terbang. Untuk SMS, hanya
20 poundsterling. Virgin Atlantic menyatakan sistem ini bertujuan agar pelancong bisnis dapat melakukan panggilan penting ke kantor. Orang yang ingin memberi kabar ke rumah juga bisa memanfaatkan layanan ini.

COO Virgin Atlantic, Steve Griffiths mengatakan seperti dilansir dari Dailymail.co.uk, "Banyak orang mengalami momen sulit berkomunikasi ketika lepas landas untuk penerbangan 10 jam. Mereka tidak bisa mengirim pesan penting ke kantor. Atau tidak bisa mengingatkan anggota keluarga untuk memberi makan kucing peliharaan Anda."

Airbus A330-300 ini didesain dengan kabin Kelas Satu yang memberikan teknologi port untuk koneksi ke smartphone, USB, dan perangkat tablet.

Sistem ini bekerja menggunakan stasiun berbasis telekomunikasi kecil bernama piccell. Alat ini berbiaya rendah dan hanya seukuran satu rim kertas A4. Ketika pesawat mencapai ketinggian 10 ribu kaki, Anda bebas melakukan panggilan telepon. Sinyal ponsel didapat dari stasiun ini.
Pada akhir 2012, sekitar 20 pesawat akan menyediakan layanan ini. (umi)
•sumber: VIVAnews  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar