Senin, 14 Mei 2012

PT Gorga Dumasari serang warga, Hotman Munthe hilang


Karyawan PT Gorga Dumasari milik anggota DPRD Samosir Jonni Sihotang menyerang warga dengan batu, karena sebelumnya warga menghadang truk perusahaan itu. Seorang warga, Hotman Munthe, hilang. Mobil yang dipakainya telah ditemukan, ada bercak darah di joknya, tapi Hotman belum ditemukan. Warga telah melapor ke Polres Samosir, 13 Mei 2012.
Sudah dua bulan ini warga Laem Bulan, Desa Pardomuan, Kecamatan Siteluhtali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Barat, berkemah di areal PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Tele, Kabupaten Samosir, untuk menjaga lahan yang mereka sebut sebagai tanah ulayat.
Alboin Munthe, salah satu dari belasan warga yang mengadu ke Polres Samosir tadi sore, mengatakan kepada Koran tapanuli bahwa lahan yang dikelola PT TPL di Tele itu adalah tanah ulayat mereka. Sampai sekarang mereka masih mengambil getah kemenyan dari sana. Mereka sudah pernah protes kepada pemerintah sejak lokasi itu dikuasai oleh TPL.
Diceritakan Alboin Munthe, PT Toba Pulp Lestari memberikan lahan itu kepada mitra kerjanya, PT Gorga Dumasari milik Jonni Sihotang yang juga anggota DPRD Kabupaten Samosir, untuk menebang dan mengangkut kayu dari sana.
Kemarin sekitar pukul 18.00 sampai malam hari, Alboin dan temannya menghadang truk-truk PT Gorga Dumasari. Kemudian sekitar 100 karyawan PT Gorga Dumasari datang ke lokasi siang tadi. Pertikaian pun terjadi antara karyawan dengan warga.
Menurut Alboin, dia dan teman-temannya lari kucar-kacir ke dalam hutan. Mereka terluka akibat dilempari batu oleh pihak PT Gorga Dumasari. Setelah karyawan Gorga Dumasari pergi, warga berkumpul kembali. Mereka melihat kemah mereka telah habis terbakar.
Tapi satu orang teman mereka bernama Hotman Munthe (45) belum juga muncul hingga sore hari tadi. Anggota Polres Samosir dipimpin Kompol Erdy S.H. sudah melakukan pencarian, tapi belum menemukan Hotman.
Alboin menerima kabar, mobil yang dipakai Hotman untuk kabur saat dikejar karyawan Gorga Dumasari sudah ditemukan, tapi Hotman tidak ada di dalam mobil. Katanya, ada bekas darah di jok depan.

Jonni Sihotang: PT Gorga Dumasari dan warga sudah pernah berdamai

Pemilik PT Gorga Dumasari Jonni Sihotang, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Samosir, langsung turun ke lokasi begitu mendengar masalah itu. Kepada Koran Tapanuli sore tadi lewat telepon, Jonni mengatakan, warga sering menghadang karyawannya ketika akan bekerja di lokasi.
Jonni Sihotang mengatakan, warga pernah meminta Rp2 juta untuk biaya per satu hektare lahan, tapi PT Gorga Dumasari tidak menyanggupinya.
Tiga pekan lalu PT Gorga Dumasari dan warga sudah pernah berurusan dengan polisi. Kedua belah pihak sama-sama melapor. PT Gorga Dumasari melapor karena warga menyandera alat berat perusahaan. Sedangkan warga melaporkan PT Gorga Dumasari karena menggarap lahan ulayat mereka.
Masalah itu berakhir dengan jalur damai. PT Gorga Dumasari memberikan uang Rp10 juta kepada perwakilan warga.
Tetapi menurut Jaman Munthe, salah seorang warga, dia tidak tahu bahwa PT Gorga Dumasari pernah menyerahkan uang tersebut.
sumber:korantapanuli online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar