Selasa, 15 Mei 2012

Kondisi Terakhir Sukhoi Versi Blogger Rusia


Pesawat SSJ 100 dalam kondisi baik dan di tangan pilot paling berpengalaman.


Sukhoi Superjet 100 menggelar tur promosi di Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Indonesia, Laos, dan Vietnam.
Menurut blogger Rusia, Sergey Dolya yang meliput perjalanan pesawat nahas ini, seharusnya ada tiga agenda utama SSJ-100 di Indonesia.

1. Hari pertama: penerbangan ke negara baru.
2. Hari kedua: presentasi dan demonstrasi penerbangan untuk pelanggan potensial pesawat.
3. Hari ketiga: melanjutkan penerbangan ke negara lain.

Hanya di Indonesia, Dolya memutuskan untuk tidak terbang. Kini dia berbagai pengalamannya sebelum pesawat menutup kisah perjalanan joy flight dengan tragedi.

Menurut Dolya, pesawat tiba di Indonesia sesuai jadwal. Di sini, Sukhoi mengontak Sky Aviation. Penerbangan pertama berlangsung dengan normal dan berdurasi 30 menit.

Setelah pengujian pertama, semua peralatan penerbangan diperiksa. Dolya mengatakan semua sensor berwarna hijau, mengindikasikan
kondisi pesawat memiliki kesiapan penuh dan siap terbang.

Pilot Yablontsev Alexander Kochetkov dan Alexander pun sedang berada dalam suasana hati yang baik. Mereka pun sempat berfoto dengan pramugari Indonesia.

Insinyur Penerbangan Dennis Rakhimov dan Alexei Kirkin juga sedang bahagia saat itu. Dolya sempat menunjukkan foto mereka pada layar LCD kecil kamera. Kedua teknisi itu mengatakan, ketika mereka kembali, mereka akan menggantung foto itu di kantor.

Para kru itu pun lalu bersiap naik pesawat terbang. Membawa pramugari Indonesia yang menyempatkan diri berfoto-foto sebelum penerbangan. Dolya melihat sosok terakhir kru dari balik kaca bandara. Dia menyaksikan mereka naik ke dalam pesawat.

Dolya tiba-tiba terdorong untuk mengabadikan kru dari dalam kabin sebelum pesawat lepas landas. Tapi, terlambat. Pintu pesawat sudah
menutup. Meninggalkan delegasi asing sejumlah 23 orang.

Selagi tim darat Sukhoi berbincang bisnis, beberapa waktu kemudian wakil dari bandara membawa kabar buruk. Mereka menyatakan telah kehilangan kontak dengan pesawat. Sukhoi SSJ 100 hilang dari radar.

Tim Sukhoi pun keluar ke lapangan dan mulai menatap langit. Bahan bakar pesawat saat itu sekitar 3,8 ton, diperkirakan cukup untuk penerbangan 2 jam. Tidak ada anggota tim yang percaya pesawat yang berfungsi penuh dengan pilot Rusia yang paling berpengalaman bisa menghilang tanpa jejak.

Setelah setengah jam, bandara mengumumkan status pra-siaga. Belum diputuskan untuk mengirim helikopter mengingat pesawat masih
memiliki bahan bakar.

Dua jam berlalu tanpa kabar. Helikopter pun mengarah ke sisi Gunung Salak tempat terdekat saat mulai kehilangan kontak. Sayang, cuaca buruk tidak mengizinkan helikopter mendekat hingga akhirnya mengarah kembali.

Tim Rusia pun berusaha mencari tahu kabar tentang SSJ 100. Operasi pencarian yang melibatkan militer, polisi dan pihak bandara pun dimulai. Mereka duduk di kantor pusat untuk menunggu berita sore dan malam. Mereka bermalam di bandara. Tidur hanya beberapa jam sebelum fajar.   

Selanjutnya, kisah pencarian seperti yang telah dilaporkan media-media di Indonesia. Dolya senantiasa memantau dan memberi kabar dari akun Twitter-nya. Kisah ini dimuat pada blog Sergeydolya.livejournal.com, 14 Mei 2012. (umi)
•sumber: VIVAnews 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar