Kamis, 22 Maret 2012

Tak Ada Salahnya, Menikah & Tidur Beda Ranjang

img Suami istri yang tidur di ranjang terpisah diidentikkan dengan keretakan rumah tangga. Padahal tidur beda ranjang malah bisa membuat pasangan kembali mesra. 
 
Untuk pasangan yang memang tidak ada masalah rumah tangga, keputusan pisah ranjang biasanya dipicu oleh adanya gangguan tidur. Misalnya mendengkur, insomnia dan mimpi buruk.

Pasangan yang baru menikah umumnya sangat excited untuk menyambut kehidupan rumah tangga. Tak sabar rasanya untuk memulai kehidupan baru, menjalani hari-hari bersama pasangan tercinta. Salah satunya adalah tidur berdua. 

Namun apa yang awalnya diharapkan sebagai hal romantis bisa berubah menjadi bencana. Sang suami misalnya, ternyata mendengkur sangat kencang. Istri yang pada masa lajang biasa tidur dengan suasana kamar yang sunyi senyap tentu saja merasa terusik. 

Kurang tidur yang dialami sang istri akhirnya merembet ke hal lain. Mood saat siang hari memburuk, konsentrasi menurun, pekerjaan tidak terselesaikan dengan baik dan ujung-ujungnya bisa membuat hubungan suami istri menjadi terganggu.

Jika hal itu terjadi, pasangan suami istri harus bisa duduk tenang dan membicarakan alternatif solusi. Psikoterapis Tina B. Tessina, seperti dikutip dari ehow, memberi beberapa opsi. Misalnya menggunakan penutup telinga untuk mengurangi berisik. Atau bahkan operasi untuk mengatasi dengkuran. Jika memang mau mengambil pilihan tidur terpisah, keputusan harus sama-sama diambil oleh kedua belah pihak dengan senang hati. Tidak boleh ada salah satu yang merasa dirugikan. Karena jika demikian, problem yang muncul bukan sekadar gangguan tidur, tapi bisa menggoncang hubungan rumah tangga. 
 
Tambah Mesra & Sensasi Hubungan Intim
Namun menghindari gangguan tidur yang ditimbulkan pasangan sebenarnya bukan satu-satunya hal kenapa suami istri sepakat untuk pisah ranjang atau pisah kamar. Keinginan untuk menikmati 'me time', waktu untuk memanjakan diri sendiri juga bisa menjadi pemicu. 

Usai beraktifitas di siang hari, terkadang suami atau istri ingin menghabiskan waktu sendiri dengan menonton TV, membaca, atau mengutak-atik barang koleksi. 

Asyik dengan diri sendiri tidak membuat suami / istri lupa dengan pasangan. Menurut Dr. John Duffy, Psikolog yang juga pengarang buku 'The Available Parent', tidur terpisah bisa meningkatkan gairah satu sama lain dan membuat keintiman lebih membara. Banyak suami / istri yang rindu lalu mengendap-endap ke tempat tidur pasangan dan akhirnya mendapatkan sensasi bercinta yang luar biasa. 

"Tidur malam yang lebih baik juga bisa menyebabkan suasana hati yang lebih baik - dan hal ini berujung pada hubungan yang lebih baik," ujar Duffy. 

Namun lanjutnya, jangan membatasi diri untuk tidak tidur bersama-sama lagi dalam satu tempat tidur. Ketika ada momen pasangan membutuhkan suami atau istri untuk memeluk dan membuatnya nyaman saat tidur, lakukan dengan senang hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar