Kamis, 22 Maret 2012

Terapi Tertawa Bantu Wanita Lebih Mudah Dapat Kepuasan Bercinta

img Para seksolog kini dianjurkan untuk mengantongi sertifikat sebagai Laughter Yoga Leader, atau praktisi yoga dengan terapi tertawa untuk membantu pasien yang dilanda problem seputar seks. Hal itu diungkapkan Dr Martha Lee, pendiri sekaligus seksolog klinis di Eros Coaching, Singapura. Lalu, apa hubungan antara tertawa dengan tingkat kepuasan seks?
 
Laughter Yoga
Inti dari Laughter Yoga adalah mengombinasikan aktivitas tertawa tanpa sebab dengan teknik pernapasan yoga, yang disebut Pranayama. Terapi Laughter Yoga adalah tertawa tanpa sebab; tidak ada hubungannya dengan humor, lelucon atau komedi. Untuk tertawa, peserta yoga menggunakan kontak mata serta keceriaan anak kecil yang akan membuat seseorang tertawa dengan spontan dan terbahak-bahak dalam waktu lama.

Konsep Laughter Yoga adalah berdasarkan fakta ilmiah bahwa tubuh tidak bisa membedakan mana tertawa palsu dan asli. Dari reaksi tersebut, seseorang akan mendapatkan keuntungan baik secara fisik maupun psikis. Dr Martha pun telah mencoba Laughter Yoga tersebut. Berdasarkan pengalamannya, setelah tertawa hampir enam jam, ia bisa merasakan energi yang didapatnya dari tertawa masuk ke dalam tubuh.

"Aku jadi cekikikan sendiri hanya karena sesuatu yang sepele selama dua hari setelah mengikuti yoga. Aku pun menghubungkannya dengan efek pasca Laughter Yoga. Instruktur yoga pun membenarkan bahwa efek dariLaughter Yoga bisa bertahan selama beberapa hari," jelas Dr Martha, dikutip dari Your Tango.

Lalu, kembali lagi ke pertanyaan awal; apa hubungan antara seks dan tertawa? Kenapa para seksolog dianjurkan untuk menangani pasiennya dengan terapi tawa?

Terlalu banyak orang memandang seks sebagai sesuatu yang serius. Khawatir tidak bisa memuaskan pasangan, takut tak mendapatkan orgasme atau minder dengan bentuk tubuh. Dengan tertawa, tidak hanya mengurangi stres dan kecemasan, tapi juga mengubah mood di kamar tidur.

Di dalam Laughter Yoga, orang memalsukan tawa sampai akhirnya benar-benar tertawa dengan spontan. Hal yang sama juga bisa terjadi saat berhubungan seks. Memalsukan tanda-tanda orgasme bisa memicu timbulnya orgasme yang sesungguhnya. Semakin seseorang berusaha tertawa, akan semakin mudah dia tertawa hanya karena hal-hal kecil. Ini juga berarti, dengan bertindak seolah-olah orgasme akan lebih mudah juga untuk mencapai orgasme yang sebenarnya.

Di samping itu, tertawa membantu menciptakan lebih banyak neuropath di dalam tubuh yang mempermudah Anda merasakan sensasi dan kenikmatan. Sama juga dengan orgasme. Anda tidak harus menunggu sampaimood bercinta datang untuk melakukan hubungan seksual bersama suami.

Ini dia beberapa hal yang mengaitkan tertawa dengan seks, seperti dilansir Ezine Articles:

- Dalam tahap pertama saat seseorang tertawa, leher, tangan dan dada memerah dan temperatur tubuh meningkat. Itu juga yang terjadi saat seseorang terangsang secara seksual dan melakukan foreplay.

- Sama seperti saat wanita mengalami orgasme, dalam tahapan tertawa selanjutnya, otot-otot wajah mengencang dengan sendirinya dan kulit jadi lebih sensitif. Kita pun bernapas lebih cepat dan tidak teratur. Pada tahap ini, mata menjadi berair dan tertutup. Reaksi tawa ini mirip dengan reaksi wanita yang orgasme.

- Akhirnya ketika wanita berhenti tertawa, otot-otot tubuh mengendur, temperatur tubuh dan napas mulai kembali normal dan rona kemerahan di wajah serta tubuh memudar. Efek tersebut sama seperti yang dialami wanita saat aktivitas seksual berakhir. Hal tersebut menjelaskan kenapa beberapa wanita merasakan kenikmatan orgasme saat mereka tertawa terbahak-bahak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar