Senin, 09 Januari 2012

Benarkah Palsukan Orgasme Bisa Cegah Suami Selingkuh?


img
dok. Thinkstock
 Survei terbaru mengungkapkan wanita memalsukan orgasmenya agar pasangannya tidak selingkuh. Survei tersebut dilakukan oleh Columbia University, Amerika Serikat dengan melibatkan 453 wanita.

Dalam penelitian itu ditemukan 54 persen wanita mengaku memalsukan orgasme. Studi yang lebih mendalam lagi menunjukkan bahwa wanita yang berpikir pasangannya kemungkinan berpotensi untuk berpaling, dilaporkan cenderung lebih sering memalsukan orgasme.

Benarkah memalsukan orgasme bisa mencegah suami berpaling dari istrinya? Pakar seks Ian Kerner berpendapat, sampai saat ini ia belum menemukan penelitian yang mengatakan pria akan setia pada sebuah hubungan di mana pasangan mereka visa orgasme saat bercinta.

Penulis buku 'She Comes First' menduga, wanita yang memalsukan orgasmenya bukan benar-benar karena ingin mencegah pasangannya selingkuh. Si wanita melakukan hal itu karena ketakutan suaminya berselingkuhlah menyebabkan mereka sulit orgasme.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh pakar pendidikan seks, Dr. Emily Nagoski. "Mungkin wanita lebih sering memalsukan orgasmenya saat mereka takut suaminya selingkuh, bukan karena orgasme itu lah yang membuat pasangannya setia. Tapi karena stres tidak bisa mempercayai suaminya sehingga mereka sulit bergairah, dan orgasme lebih sulit," ujar Nagoski, seperti dikutip dari Good In Bed.

Nagoski menambahkan, kalau memang orgasme adalah apa yang diharapkan suami, namun si istri sulit mencapainya, memalsukan klimaks jadi jalan keluar. "Memalsukannya bisa memenuhi harapan dan itu seolah-olah membuat hubungan dalam kondisi baik-baik saja," tuturnya lagi.

Jika memang wanita melakukan hal yang dikatakan Nagoski di atas, tentu saja memalsukan orgasme bukanlah jalan keluar yang baik. Apalagi jika si wanita khawatir pasangannya berselingkuh.

"Memalsukan orgasme bukan strategi yang efektif," ujar penulis buku 'How to Get Your Wife to Have Sex With You', Dr. Logan Levkoff. "Sebuah hubungan tidak akan langgeng hanya karena seseorang pura-pura memalsukan orgasmenya. Malah kenyataannya, kurangnya kepuasan psikis sulit membuah hubungan itu sukses," jelas Levkoff lagi.

Pengalaman Ian sebgai konselor seks pun membuktikan ucapan Levkoff tersebut. Sesuai pengalamannya ia melihat, wanita yang sering memalsukan orgasmenya bisa membuat diri mereka tersesat dalam mencari kepuasan seksual.

Ian yang juga menulis buku 'He Comes Next: the Thinking Woman's Guide to Pleasuring a Man' itu berpendapat, kalau wanita terus memalsukan orgasmenya dan suaminya berpikir pasangannya menikmati hubungan seks mereka, ketidakpuasan istri tidak akan pernah diketahui. Memang membicarakan soal seks bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi tetap saja sebaiknya hal itu dibicarakan. Apalagi kalau bicara soal memalsukan yang sama saja dengan kebohongan, rahasia tersebut bisa terungkap kapan saja.

Terapis seks Dr. Madeleine Castellanos menyarankan, bicaralah pada pasangan Anda. "Bicara dengan suami tentang apa yang Anda sukai dan apa yang bisa membuat Anda bergairah. Hal itu lebih dihargainya," tandasnya.

(eny/kik)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar