Minggu, 20 Mei 2012

Wow, Warung Kopi Sediakan Kamar Mesum dan PSK

Berbagai macam cara dilakukan oleh para wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari untuk mengelabuhi petugas.
Headline 
Salah satunya, para mucikari membuka praktek prostitusi tersebut dengan modus membuat warung kopi. Selain warung, mereka juga menyediakan kamar dan PSK untuk para pria hidung belang.

Walau tergolong rapi, modus tersebut saat ini telah diendus oleh petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban. Akhirnya petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 orang mucikari berserta dengan satu PSK yang melakukan praktek prostitusi terselubung di kawasan Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Seorang mucikari yang berhasil dibekuk saat dilakukan pengrebekan oleh petugas lantaran menyediakan kamar untuk tempat berbuat mesum dengan modus membuat warung kopi tersebut adalah Lastur (72), warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Petugas juga mengamankan Piana, PSK yang mangkal di warung milik Lastur tersebut.

Penangkapan terhadap Lastur berawal saat petugas kepolisian dari Polsek Soko, Kabupaten Tuban mendapatkan informasi dari warga sekitar Desa Rahayu. Menurut warga, ada kejanggalan yang terjadi di warung kopi milik Lastur. Selain menjual kopi warung, ada disediakan pula wanita untuk laki-laki hidung belang.

"Setelah ada laporan dari warga masyarakat, langsung petugas melakukan penyelidikan, saat terbukti, petugas langsung melakukan pengrebekan dan menangkap pelaku mucikari berserta anak buahnya," terang AKP Nursento, Kasubbah Humas Polres Tuban, Minggu (20/05/2012).

Mucikari lantas diamankan ke Mapolsek setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mendapatkan uang Rp 10.000 dari setiap satu kamar yang digunakan untuk berbuat mesum.

Sementara itu di tempat lain, yakni di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban petugas kepolisian dari Polsek Merakurak juga berhasil menangkap seseorang yang bernama Kundari (47), warga desa setempat yang juga telah menjadi mucikari.

Ia tertangkap oleh petugas saat melakukan razia lantaran menyediakan kamar dan juga wanita untuk para laki-laki hidung belang.

"Kegiatan pencegahan terhadap tindakan prostitusi di wilayah Tuban akan terus kita lakukan untuk menekan jumlahnya, sehingga sedikit demi sedikit tempat-tempat yang digunakan untuk prostitusi hilang," pungkasnya.[beritajatim.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar