Selasa, 22 Mei 2012

Pastor Togar Nainggolan: ulubalang Batak tidak menyalahi Alkitab


Hulubalang, atau ulubalang dalam istilah Batak, direkomendasikan sebagai penjaga kampung di Kabupaten Samosir. Pastor Togar Nainggolan mengatakan, ulubalang Batak tidak bertentangan dengan ajaran iman umat nasrani.
Ulubalang Batak Hulubalang Samosir
Kapolres serahkan rekomendasi "ulubalang Batak" kepada staf ahli Bupati. Foto Hayun
Kapolres Samosir AKBP Donny Damanik mencetuskan pentingnya ditumbuhkan kembali “ulubalang Batak” sebagai pranata sosial. Ide Kapolres ini diseminarkan pekan lalu di Samosir, dan menghasilkan rekomendasi agar ulubalang dibentuk di tiap desa di Kabupaten Samosir, yang ditandatangani elemen masyarakat.
Batakolog Prof. DR. Robert Sibarani dalam seminar “Pranata Sosial Ulubalang dalam Perspektif Masa Kini” di Pangururan, Samosir, 18 Mei 2012, mengatakan, dalam budaya Batak Toba, ulubalang tidak sama dengan pangulubalang.
Pangulubalang terkait mistik, sedangkan ulubalang tidak. Ulubalang adalah orang, sedangkan pangulubalang adalah patung yang terbuat dari batu atau kayu.
Tapi memang, kata Prof. Robert Sibarani, fungsi ulubalang dan pangulubalang adalah sama-sama sebagai penjaga atau pengaman kampung-kampung Batak tempo dulu.
Ulubalang dibahas dalam seminar ini sebagai kearifan lokal orang Batak yang bertugas menjaga keamanan di desa, mirip dengan pecalang yang ada di Denpasar, Bali. Di Kabupaten Samosir, ulubalang dimaksudkan akan bertugas layaknya polisi masyarakat (polmas) dengan pendekatan budaya lokal.

Ulubalang Batak tidak melanggar Alkitab

Pastor Togar Nainggolan sebagai narasumber seminar mengatakan, ulubalang Batak tidak bertentangan dengan agama Kristen. Kata ulubalang ada dalam Alkitab, katanya.
Seminar ulubalang Batak dibuka oleh Kapolda Sumatera Utara yang diwakili oleh AKBP J. Lingga. Kapolda dalam sambutannya yang dibacakan J. Lingga mengatakan,
Jika polisi masyarakat ala ulubalang sudah terbentuk dan berhasil, Samosir akan jadi percontohan dan wajib ditiru oleh polres-polres di kabupaten lain.”
Sambutan ditumbuhkannya kembali ulubalang juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Samosir Drs. Lundak Sagala dan Bupati Samosir yang diwakili oleh staf ahlinya Melani Butarbutar.
Seminar ulubalang Batak berlangsung selama enam jam. Salah satu isi rekomendasi, agar Pemerintah Kabupaten Samosir dan DPRD Samosir menindaklanjuti hasil seminar tersebut, yaitu dengan membentuk dan membina pranata sosial ulubalang.
sumber:korantapanuli online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar