Rabu, 28 Desember 2011

Cerita Pengawetan Mumi Balita

Garam seng jadi kunci utama dalam pengawetan mayat dan membuat tubuh si balita jadi kaku.


Mutia Nugraheni
Mumi Rosalia Lombardo  

 Gadis kecil berusia dua tahun ini bernama Rosalia Lombardo. Ia meninggal karenapneumonia pada tahun 1920 dan sampai saat ini mayatnya masih utuh tersimpan di sebuah kotak kaca, di Capuchin Catacombs of Palermo, Italia.

Untuk mengetahui mengapa tubuhnya masih utuh dan sempurna, Dario Piombino-Mascali, seorang antropolog biologis dari Institute for Mummies and Iceman di Bolzano, Italia mencoba mencari tahu. Pada 2009, seperti dilansir darinationalgeographic.com, ia lalu melakukan penyusuran pada hubungan darah Rosalia.

Piombino-Mascali menemukan kerabat Rosalia, Alfredo Salafia, yang ternyata berprofesi sebagai taksidermis atau ahli pengawet binatang. Ia berdarah Sisilia yang meninggal dunia pada 1933. Ditemukan sebuah kertas yang mengungkap kalau Salafia menyuntikkan bahan kimia ke dalam tubuh Rosalia.

Bahan kimia tersebut merupakan campuran formalin, garam seng, alkohol, asam salisilat, dan gliserin. Formalin yang selama ini memang sering digunakan untuk mengawetkan mayat dicampur dengan formaldehid dan air untuk membunuh semua bakteri penyebab daging membusuk.

Penggunaan alkohol di daerah yang kering akan berfungsi mempertahankan tubuh Rosalia agar tetap utuh dan tahan terhadap perubahan suhu serta kelembaban. Sementara gliserin, mencegah kulit menjadi kering dan asam salisilat berfungsi mencegah pertumbuhan jamur. Salafia diketahui orang pertama yang menggunakan campuran bahan kimia ini, untuk pembalseman mayat.

Lalu, menurut Melissa Johnson Williams, Direktur Eksekutif American Society of Embalmers,garam seng jadi kunci utama dalam pengawetan mayat Rosalia. Zat ini membuat tubuh Rosalia jadi sangat kaku.

"(Zinc) Membuat tubuhnya kaku. Anda dapat mengeluarkannya dari peti dan ia (Rosalia) akan bisa berdiri," kata Williams.

Piombino-Mascali justru memuji kemampuan mengawetkan yang diperoleh Salafia secara otodidak, sebagai seniman. "Ia membawa pembalseman ke tingkat tertinggi," ujarnya. (hp).
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar