Sabtu, 21 April 2012

HARKAT SEJATI

Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya  (Matius 5:28)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 6, 8-10, 14, 16, 19, 21

 Apa yang kita ingat dari hari Kartini? Kebaya dan sanggul klasik?
 Atau perjuangannya mengangkat harkat perempuan, yang pada zamannya
 dianggap lebih rendah daripada laki-laki? Ya, Kartini gemas karena
 perempuan di zamannya dianggap sebagai makhluk lemah, kodratnya
 hanya untuk melayani laki-laki dan mengerjakan urusan remeh-temeh di
 rumah. Sebab itu, perempuan tak perlu berpendidikan tinggi. Cukup
 laki-laki saja.


 Alkitab mengajar kita bahwa laki-laki dan perempuan memiliki harkat
 yang sama, karena keduanya diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian
 1:27). Kita tentu berharap Israel, umat pilihan Allah, menjunjung
 tinggi nilai ini. Namun, peringatan keras Yesus kepada mereka yang
 memandang perempuan serta menginginkannya (maksudnya, memandang
 dengan nafsu berahi) memberi indikasi bahwa ada kecenderungan
 tersebut dalam masyarakat pada zaman-Nya.


 Kini perempuan tak lagi direndahkan dalam pendidikan dan karier.
 Namun, benarkah harkat perempuan masa kini lebih dihargai dibanding
 zaman Kartini? Apakah sosok perempuan yang diangkat berbagai
 industri media dan hiburan di sekitar kita menunjukkan harkat
 perempuan sebagai gambar Allah yang terhormat; atau justru mendorong
 lebih banyak orang memandang perempuan dengan cara yang tak pantas?
 Bagaimana kita menyikapinya? Pikirkan prinsip seorang pemimpin
 kristiani berikut ini: "Para laki-laki yang mengikut Yesus menjaga
 mata mereka demi kebaikan para perempuan dan kemuliaan Tuhan yang
 menciptakannya. Para perempuan yang mengikut Yesus memperlakukan
 tubuhnya menurut nilai-nilai Yesus, bukan nilai-nilai dunia." --ELS

     MENJUNJUNG KESAMAAN HARKAT ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
      BERARTI SALING MENGHORMATI SEBAGAI SESAMA GAMBAR ALLAH.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar