Minggu, 29 April 2012

Siswi SMA diancam dengan pisau oleh Jefry Marbun untuk diperkosa

Jefry Marbun sehari-hari dikenal bersikap baik. Tapi ia menarik siswi SMA ke semak-semak untuk diperkosa. Korban diancam dengan pisau. Siswi itu melawan dan berhasil merebut pisau dari tangan Jefry.
Jefri Marbun foto
Jefri Marbun di Polres Samosir. Foto Hayun Gultom
Jefry Marbun (35) ditahan di Polres Samosir karena tindak pidana percobaan pemerkosaan terhadap pelajar kelas II SMA berusia 17 tahun pada 27 April kemarin sekitar pukul 18.00 di semak-semak dekat perkantoran Pemerintah Kabupaten Samosir di Parbaba, Desa Parbaba Dolok, Pangururan.
Polisi mengatakan kepada wartawan, Jefry Marbun adalah warga Jln. Flamboyan, Helvetia, Medan. Ia berkerja di salah satu rumah makan di Parbaba, Kabupaten Samosir.
Menurut polisi, saat Jefry sedang duduk bersama temannya, ia melihat seorang pelajar SMA sedang berjalan sendiri. Setelah beberapa menit, Jefry memperkirakan si korban sudah berada di lokasi yang sepi, lewat perkantoran Parbaba, Jefry pun mengikuti korban menggunakan sepeda motor.
Jefry Marbun menarik korban ke semak-semak sambil mengancam dengan pisau. Korban meronta dan menjerit, hingga beberapa bagian tubuhnya mengalami luka-luka tersayat pisau pelaku.
Siswi SMA itu berhasil merebut pisau dari tangan Jefry Marbun dan menikam pelaku pada bagian kepala.
Menurut warga di sekitar lokasi kejadian, korban terlebih dahulu memukul pelaku dengan batu.
Jeritan korban ternyata didengar salah seorang warga yang melintas dari jalan itu. Warga tersebut kemudian memberitahukannya kepada warga lainnya serta keluarga si korban. Mereka pun bergegas ke tempat kejadian dan masih sempat melihat pelaku memacu sepeda motornya untuk melarikan diri. Warga mengejar Jefry Marbun. Polisi yang menerima informasi juga ikut mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.
Orangtua korban dan warga membawa siswi SMA itu ke puskesmas di Desa Buhit, Pangururan, untuk mengobati luka sobekan pisau di kakinya.
Menurut orangtua korban, sore itu anaknya baru pulang dari acara Pramuka. Setiap hari anaknya berjalan kaki dari rumah ke sekolah yang berjarak sekitar 6 km.

Jefry Marbun rajin bekerja dan bersikap baik

Menurut pemilik rumah makan di mana “pemerkosa” ini bekerja, Jefry Marbun termasuk berperilaku baik dan rajin bekerja. Awal kedatangan Jefry dari Medan ke Samosir adalah pada saat pembangunan perkantoran di Parbaba. Jefry bekerja sebagai tukang pada proyek Balai Latihan Kerja, bahkan ia sempat menjadi kepercayaan pemborong.
Melihat kebaikan sikap Jefry Marbun, pemilik rumah makan menawarkannya pekerjaan. Sudah satu bulan ini ia bekerja di rumah makan itu, dan ia rajin bekerja.
Namun setelah sekarang Jefry Marbun ditahan Polres Samosir dalam kasus upaya pemerkosaan terhadap siswi SMA, pemilik rumah makan menjadi sangat kesal, emosi, dan malu. Ia sampai menangis menceritakan tentang Jefry di kantor polisi.
sumber:koran tapanuli online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar