Jumat, 04 Mei 2012

Hulubalang, pasukan Pecalang ala Kabupaten Samosir


 Hulubalang atau Ulubalang adalah pasukan keamanan berbasis budaya Batak, mirip dengan Pecalang di Bali. Hulubalang sebagai kearifan lokal orang Batak dicetuskan oleh Kapolres Samosir AKBP Donny Damanik saat berbincang dengan warga di kedai kopi.
Hulubalang Samosir
Hulubalang, pasukan-keamanan adat Kabupaten Samosir. Foto Polres
Pasukan Hulubalang sudah terbentuk di tiga desa/kelurahan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, namun belum berperan sebagaimana mestinya. Kapolres berharap agar Pemerintah Kabupaten Samosir berperan membentuk Hulubalang di semua desa, lalu dibina dan difungsikan sebagai pranata sosial.
Tapi Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan, mekanisme pasukan Hulubalang masih harus dibicarakan lagi dengan tokoh-tokoh adat di Samosir.
Saat baru dilantik sebagai Kapolres Samosir, Oktober 2011, AKBP Donny Damanik telah menyampaikan idenya tentang pembentukan Hulubalang. Dia mengatakan, Kota Denpasar di Provinsi Bali berhasil menghidupkan pranata sosial berupa kearifan lokal yang terkenal dengan sebutan Pecalang. Dalam berbagai kegiatan dan acara besar di Bali, Pecalang turut serta dalam pengamanan, dan terbukti efektif.
Seperti Pecalang di Bali, Kabupaten Samosir juga memiliki sejarah budaya yang sudah lama terkubur, yaitu semacam petugas keamanan di tengah masyarakat. Namanya disebut Hulubalang.
Kapolres Samosir AKBP Donny Damanik tahun lalu pernah menyampaikan idenya ini kepada sejumlah warga saat berbincang di sebuah kedai kopi di Desa Ambarita. Ia menerima respon dan masukan cukup positif dari warga. Kemudian ia menyampaikan konsep Hulubalang itu kepada wartawan, November 2011, dan berikutnya kepada para pengusaha hotel di Samosir.
Dalam praktiknya di lapangan, terutama di tingkat desa, pasukan Hulubalang tidak dapat terlepas dari Pemerintah Kabupaten Samosir, khususnya dalam hal pembinaan. Karena itu, pada 6 Februari 2012, dalam forum resmi pejabat-pejabat Muspida di kantor Bupati Samosir, Kapolres pun menjelaskan konsep pasukan Hulubalang. Saat itu para pejabat daerah yang hadir merespon dengan baik, termasuk Bupati Mangindar Simbolon.


Tanggal 10 Februari 2012 Kapolres Donny Damanik bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di kantor Polres. Mereka membahas kerja sama polisi dan Hulubalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Seorang pendeta yang hadir mengatakan,
Konsep Hulubalang tidak bertentangan dengan agama.”
Walaupun dukungan pejabat Muspida baru sebatas lisan, pasukan Hulubalang sudah terbentuk di tiga desa, yakni di Desa Parsaoran, Desa Tomok, dan Kelurahan Tuktuk, dengan anggota 11 orang.

Bupati Samosir: pasukan Hulubalang masih harus dibicarakan

Pada saat penanaman pohon di Desa Salaon Toba, Kecamatan Ronggurnihuta, situs Koran Tapanuli Online meminta pendapat Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, M.M. tentang pasukan Hulubalang. Bupati mengatakan, konsep Kapolres itu sangat bagus. Tapi, karena aplikasinya di tengah masyarakat tidak mudah, maka mekanismenya masih harus dibicarakan lagi.
“Saya pikir bagus konsep Pak Kapolres itu, mencoba menelusuri budaya dan sejarah Batak. Tentu aplikasinya tidak mudah. Bicara dulu dengan para tokoh masyarakat,” kata Bupati.
Tentang peran Pemkab Samosir dalam pembentukan pasukan keamanan berbasis adat Hulubalang, Bupati Mangindar Simbolon mengatakan, “Bentuknya kerja sama, bisa sejenis MoU Polri dengan Menteri Dalam Negeri, lalu ke Pemda.”
sumber:koran tapanuli online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar