Rabu, 07 Maret 2012

Jengkol Bisa Jadi Pemicu Gangguan Ginjal

Jika terlalu banyak mengonsumsi jengkol, sebaiknya perbanyak minum air putih.


Jengkol (Pithecellobium jiringa) (id.wikipedia.org)

 Aroma jengkol memang kurang sedap, tetapi bisa jadi makanan nikmat jika diolah dengan tepat. Tapi hati-hati, jangan terlalu banyak mengoonsumsi buah dengan nama latin pithecellobium jiringa ini. Pasalnya, konsumsi jengkol berlebihan bisa memicu gangguan ginjal.

Buah yang sering dijadikan lalap, semur, atau rendang ini, menurut Dr. Parlidungan Siregar, SpPD-KGH, dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Itu karena kandungan asam tertentu pada jengkol.

"Ada asam yang terkandung di dalam jengkol namanya asam jengkolat (djenkolic acid) . Dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan kristal, yang akhirnya membuat urin tak bisa keluar karena mampet," ujar dr. Parlidungan Siregar, SpPD-KGH dari Bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam acara bincang-bincang Hari Ginjal Sedunia, di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Maret 2012.

Saluran kencing yang tertutup membuat atau racun tubuh tidak terbuang. Akibatnya, bisa timbul infeksi saluran kemih. Bila tidak ditangani, infeksi akan merambat ke organ ginjal. Gejala awal gangguan ginjal yang harus Anda ketahui adalah nyeri di perut bagian belakang, pendarahan pada urin, mual atau muntah, kehilangan nafsu makan hingga pembengkakan diperut.

Dokter Parlidungan menyarankan, jika terlalu banyak mengonsumsi jengkol, sebaiknya perbanyak minum air putih. "Minumlah air putih yang banyak, cara ini dapat membuat kristal yang terbentuk akan larut," katanya.

Ia juga menjelaskan betapa pentingnya memenuhi kebutuhan tubuh akan air putih. Air ini, berfungsi mencairkan garam dan mineral dalam urin yang membentuk kristal padat yang dikenal sebagai batu ginjal.
• VIVAnews 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar