Jumat, 16 Maret 2012

Polusi Udara Bisa Bikin Anda Jadi Gendut

CO2 dalam tubuh mempengaruhi sel otak di hipotelamus yang mempengaruhi nafsu makan.

J
Polusi udara (karbondioksida) (Getty Images)

- Salah satu penyebab obesitas adalah konsumsi lemak yang berlebih, tetapi fakta lain menunjukan obesitas juga dapat terjadi
karena polusi udara, karbondioksida (CO2).

Ilmuwan asal Denmark telah menemukan hubungan antara peningkatan obesitas dan kabondioksida di udara. Penelitian ini telah dilakukan di Glostrup University Hospital, dengan mempelajari berat badan orang gemuk dan langsing selama 22 tahun.

" Teori normal adalah bahwa orang gemuk dapat menjadi gemuk karena jarang bergerak" jelas Lars-Georg Hersoug dalam jurnal Science Nordic.

"Tetapi penelitian juga menunjukan bahwa orang kurus juga dapat bertambah gemuk, dan ini terjadi selama periode 22 tahun" sambungnya, seperti yang ditulis Huffingtonpost.

Studi ini juga melibatkan University of Copenhagen, untuk melihat dampak CO2 terhadap peningkatan nafsu makan. Sebanyak 6 orang muda digunakan sebagai responden, setengah dari pria diposisikan di kawasan CO2 dan sisanya di iklim normal.

Proses ini berlangsung selama 7 jam, kemudian para responden dipersilakan makan sebanyak yang mereka suka. Para peneliti menemukan bahwa pria dengan kadar CO2 lebih besar memiliki peningkatan 6% nafsu makan, dibandingkan mereka yang menghirup iklim normal.

" Kami juga melihat bahwa CO2 yang tinggi berakibat pada peningkatan
detak jantung, dan ini memberikan indikasi bahwa CO2 mempengaruhi
sel-sel otak, orxins di hipotelamus yang berfungsi mengontrol nafsu
makan" jelasnya.


•sumber: VIVAnews 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar