Senin, 02 April 2012

6 Masalah Pernikahan yang Bisa Menyebabkan Perselingkuhan

imgTak ada asap, jika tak ada api, pepatah tersebut biasanya menjadi alasan mereka yang berselingkuh. Mereka yang mendua selalu mengkambinghitamkan berbagai permasalahan dalam pernikahan.
 
Padahal dalam kehidupan pernikahan, masalah tentunya akan selalu ada. Tinggal bagaimana pasangan tersebut mengatasinya sehingga permasalahan tersebut tidak membuat hubungan semakin diujung tanduk.

Ketika suatu permasalahan tidak bisa diselesaikan dengan baik, pastinya kekecewaan, kemarahan atau bahkan kesedihan bisa muncul. Masalah itu juga bisa berdampak pada kehidupan seks yang kemudian berujung pada perselingkuhan.

Apa saja masalah yang bisa menyebabkan pasangan berselingkuh? Psikolog Dr. Fran Cohen Praver yang baru saja menulis buku 'The New Science of Love: How Understanding Your Brain's Wiring Can Help Rekindle Your Relationship' memaparkannya pada Huffington Post:

1. Komunikasi yang Buruk
Komunikasi merupakan kunci untuk saling memahami pasangan. Komunikasi juga membuat hubungan pernikahan itu dilandasi keterbukaan. Saat komunikasi tidak sejalan, cinta dan gairah pun memburuk. Komunikasi yang tidak sejalan ini biasanya pasangan menangkap pesan berbeda dari pembicaraan pasangannya. Contoh, ketika Anda mengucapkan kalimat 'kamu itu nggak pernah bantuin cuci piring'. Kalimat tersebut tentunya bisa menyinggung ego pasangan. Jadi agar tidak membuatnya marah, coba katakan 'sayang, aku butuh bantuanmu untuk mencuci piring'.

2. Lebih Banyak Bicara Ketimbang Mendengarkan
Menurut Dr. Fran, meski manusia dikaruniai dua telinga, dua mata dan satu mulut, kita lebih cenderung tidak terlalu banyak mendengarkan atau melihat hal-hal non verbal dari pasangan. Anda justru lebih banyak bicara pada pasangan, bukan mendengarkan (dengan benar dan tanpa merasa emosional). Sehingga ketika bicara pun perkataan yang keluar jadi menyakitkan pasangan.

3. Gagal Berempati
Ketika berempati, Anda tidak hanya mendengarkan perkataannya, tapi juga berusaha menempatkan diri di posisinya. Dalam menempatkan diri ini juga usahakan buang pemikiran negatif. Sehingga ketika bicara pada pasangan, kalimat yang keluar tak membuatnya marah atau sedih. Mereka yang berselingkuh biasanya karena pasangannya gagal menempatkan diri atau berempati ketika pasangannya bicara atau mengungkapkan suatu masalah.

4. Kekuasaan yang Tidak Seimbang
Saat salah satu pihak terlalu memberikan kontrol dalam pernikahan, hal ini bisa menyebabkan pihak yang dikontrol merasa terkukung. Biasanya hal ini dialami oleh wanita yang suaminya sangat mendominasi. Hubungan pernikahan seharusnya didasari kepercayaan dan mau mendengarkan pendapat pihak lain. Namun ketika salah satu pihak terlalu berkuasa atau mendominasi, biasanya pihak yang lemah ini tidak akan pernah didengar suaranya. Di sinilah perselingkuhan bisa terjadi.

5. Mengubah Pasangan
Anda mengaku mencintai pasangan apa adanya, tapi kenyataannya Anda terkadang juga berusaha mengubah beberapa hal darinya. Menurut Dr. Fran, keinginan untuk mengubah pasangan menjadi orang lain (biasanya menjadi mirip Anda) ini muncul karena ketakutan atau kekhawatiran. Dengan memiliki seseorang yang sama, Anda akan merasa tidak sendirian, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Ketika pasangan hidup adalah orang yang sama persis dengan Anda, semangat untuk berbagi ide, pikiran, perasaan dan tujuan hidup bisa hilang.

Justru sebenarnya perbedaan itu baik. Penelitian menunjukkan pasangan yang menikah lama berbagi dan berhasil mengatasi perbedaan mereka. Justru dengan perbedaan tersebut pasangan tumbuh dan saling belajar bersama.

6. Pikiran Negatif
Sudah bukan rahasia lagi kalau pemikiran negatif ini bisa datang kapan saja. Mulai dari ketika pasangan pulang terlambat hingga dia tiba-tiba mendadak jadi romantis. Tak sedikit dari Anda yang berpikir, 'pasti ada apa-apanya'. Dijelaskan Dr. Fran, justru pemikiran negatif Anda itu bisa membuat pasangan melakukan apa yang Anda pikirkan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar