Rabu, 20 Juni 2012

Tips Mendidik Anak Berbelanja dengan Tanggung Jawab

imgUmumnya anak remaja senang berbelanja, baik itu untuk mendapatkan model busana terbaru atau membeli pernak-pernik lucu. Mereka terkadang juga menganggap bahwa belanja bisa menjadi alternatif untuk hiburan tersendiri.
 
Namun, hobi berbelanja tersebut juga didukung dengan uang yang diberikan oleh Anda sebagai orang tua. Jadi merupakan hal yang penting bagi Anda untuk mengajarkan anak agar dapat berbelanja secara bertanggung jawab. Berikut tipsnya, seperti dikutip dari She Knows.

1. Jelaskan Perbedaan Antara Keinginan dan Kebutuhan
Di usia anak yang masih terbilang muda, perlu bimbingan yang lebih dari orang tuanya. Terlebih lagi jika si anak memiliki hobi berbelanja. Anda harus mengajar anak-anak untuk dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Jadi ketika mereka ingin berbelanja, mereka akan berpikir terlebih dahulu apakah barang tersebut hanya berdasarkan hasrat atau keinginannya saja atau memang produk itu penting dan sesuai dengan kebutuhannya.

2. Mendorong Anak untuk Belanja Produk Second
Berbelanja barang bekas atau second tidak selalu negatif. Anda dapat mendorong anak-anak untuk berbelanja produk second seperti pakaian, pernak-pernik lucu atau perabotan. Selain mengajarkannya akan ramah lingkungan, tentunya cara ini dapat lebih menghemat uang yang dikeluarkan.

3. Bantu Anak Membuat Anggaran
Jika anak Anda memiliki uang tabungan sendiri, baik itu dari hasil jerih payah mereka untuk melakukan kerja freelance atau uang sisa dari hasil pemberian Anda, bantulah mereka untuk dapat membuat anggaran bulanan. Terutama jika mereka ingin membelanjakan uang tersebut.

4. Jadilah Panutan yang Baik
Anak Anda tidak akan berbelanja secara bertanggung jawab jika mereka melihat Anda sebagai orang tuanya selalu kalap saat belanja. Umumnya mereka menganggap orang tualah sebagai panutannya, terlebih lagi dalam menangani masalah keuangan. Jadi sebaiknya mulai saat ini Anda perlu berhati-hati dan bijaksana dalam mengeluarkan uang.

5. Menghindari Pengeluaran Impulsif
Untuk dapat mencegahnya katakanlah pada anak Anda bahwa mereka harus menetapkan beberapa tujuan keuangannya dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka juga harus bisa menolak menghabiskan uang untuk barang-barang yang benar-benar tidak penting. Tak hanya itu saja, anak Anda juga wajib mematuhi rencana keuangan yang telah disusun.

6. Berikanlah Batasan yang Diperlukan
Jika anak secara konsisten selalu berlebihan saat berbelanja atau membeli barang yang terlalu mahal, tak ada salahnya jika Anda sebagai orang tua memberikan batasan kepadanya untuk berbelanja. Meskipun ingin memberikan sedikit kelonggaran atau kebebasan pada anak dalam mengambil keputusan, Anda juga harus menentukan batas-batas atau membimbing mereka untuk dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar