Selasa, 27 Maret 2012

Dokter Keluarkan Gunting dari Kepala Balita

Vera Farah Bararah

img
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Shanghai, Anak-anak terutama balita memang sebaiknya tidak bermain-main dengan benda tajam seperti gunting. Seperti halnya yang terjadi di China, dokter harus mengeluarkan gunting dari kepala anak yang masih berusia 3 tahun.

Bocah berusia 3 tahun ini menjalani operasi darurat selama 4 jam setelah ia dilarikan ke rumah sakit di Shanghai dari rumahnya yang berada di daerah Jiaxing, Provinsi Zhejiang pada minggu malam 25 Maret 2012.

"Sejauh ini ia dalam kondisi stabil dan tidak ada konsekuensi patologis dari cedera kepala yang dialaminya," ujar Yang Xiaodong, pejabat rumah sakit, seperti dikutip dari ShanghaiDaily, Selasa (27/3/2012).

Diketahui anak ini bermain-main sendiri dengan menggunakan gunting saat anggota keluarga lain tengah sibuk berada di ruangan yang berbeda. Namun semua anggota keluarga langsung bergegas menuju ruangan ketika mendengar suara tangisan si anak yang jatuh dari kursi dan guntingnya menusuk sisi kanan wajahnya.

Keluarganya pun langsung membawa si bocah ke rumah sakit terdekat di Jiashan, tapi kemudian dirujuk ke Jiaxing No 2 Hospital yang mana hasil CT scan menunjukkan gunting tersebut masuk ke otak anak ini. Dokter pun menyarankan anak ini dikirim ke Shanghai karena rumah sakit disana mampu melakukan operasi yang kompleks.

"Kami terkejut ketika melihat anak ini, sekitar 20 cm dari bagian gunting masuk tepat di samping mata bagian kanan. Untungnya ia masih sadar dan hanya mengeluhkan sakit kepala," ujar Yang.

Dr Chen Ruoping, direktur dari departemen saraf di Shanghai Children's Hospital mengatakan gunting tersebut tidak melukai pembuluh darah besar atau melukai jaringan otak yang terlalu banyak, sehingga anak ini tidak memiliki komplikasi yang serius.

"Ada banyak kecelakaan seperti ini yang terjadi pada anak-anak, karena itu orang dewasa harus menjaga benda-benda tajam seperti pisau dan gunting di rumah dari jangkauan anak-anak untuk mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan anak-anak," ujar Dr Rouping.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar