Rabu, 28 Maret 2012

Strategi Berbicara Pada Pasangan Saat Bertengkar

imgSetiap pasangan kekasih pasti ingin hubungan asmaranya bisa awet dan langgeng hingga ke jenjang pernikahan. Pertengkaran memang tidak mungkin terelakkan, bahkan kadang diperlukan untuk memberi dinamika agar hubungan tidak membosankan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menjaga pertengkaran tetap pada jalurnya dan tidak berakhir pada putusnya hubungan.
 
Kuncinya, adalah cara kita berkomunikasi dengan pasangan. Komunikasi yang baik, bisa menciptakan pasangan yang bahagia. Sebaliknya, komunikasi yang buruk bisa berakibat putusnya hubungan asmara. Seperti dikutip dari Huffington Post, berikut ini cara yang tepat saat berkomunikasi dengan pasangan.

1. Bertengkar Secara Sehat
Sebelum marah dan menegur pasangan karena dia telah melakukan kesalahan atau berbuat sesuatu yang Anda larang, tanyakan dulu pada diri sendiri kalimat ini: "Apakah kesalahannya mempengaruhi hidup saya atau hanya membuat kesal?" Jika tidak berpengaruh apa-apa terhadap hubungan atau diri Anda, diam dulu dan hindari pertengkaran.

2. Jadi Detektif
Jadi detektif, bukan berarti Anda harus mengintai apa saja yang dilakukan pasangan secara diam-diam. Tapi ketika kekasih melakukan kesalahan yang berdampak buruk pada Anda dan hubungan asmara, jangan terburu-buru pasang bendera perseteruan, tapi cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi. Tanyakan padanya kalimat seperti, "Bisa beritahu aku apa yang telah terjadi?" atau "Aku tidak mengerti. Apa ada sesuatu yang aku lewatkan dalam masalah ini?" Dengan begitu, si dia jadi lebih mudah memberikan penjelasan tanpa merasa terkonfrontasi.

3. Jangan Sembarang Komplain
Saat komplain kepada pasangan, katakan apa yang Anda mau, bukan yang Anda tidak inginkan. Komplain sebaiknya memberi dampak yang positif setelahnya, bukan malah memperburuk masalah. Sebagai contoh, daripada mengatakan, "Kamu selalu tidak punya waktu untukku. Waktumu hanya untuk pekerjaan dan teman-teman!" lebih baik berkata, "Aku merindukanmu belakangan ini. Bisakah malam minggu nanti kita bertemu?"

4. Hindari Menggunakan Kata 'Terserah'
Jangan bersikap pasif dalam setiap perdebatan dengan berkata, 'terserah apa maumu'. Sikap tersebut mungkin bisa meredakan pertengkaran tapi sifatnya hanya sementara dan justru bisa membuat masalah jadi menggunung. Selalu berkata 'terserah' juga akan membuat pasangan jadi lebih dominan, karena selalu dia yang membuat keputusan dalam setiap masalah. Biasakan mengemukakan pendapat apapun risikonya.

5. Minta Maaf dengan Alasan
Memohon maaf hanya dengan mengatakan "Aku minta maaf" adalah cara yang buruk karena terdengar kurang tulus dan bahkan bisa memicu pertengkaran yang lainnya. Katakan maaf beserta alasannya, contohnya, "Maafkan aku karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak," atau "Aku minta maaf karena kemarin pergi tanpa memberitahumu." Tunjukkan bahwa Anda merasa bersalah karena telah menyakiti pasangan dan katakan bahwa Anda akan melakukan segala cara untuk mencegah kesalahan itu terjadi lagi. Penelitian menunjukkan, dengan menambahkan kata 'karena' atau alasan, permintaan maaf lebih persuasif dan membut kekasih lebih mudah memaafkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar