Selasa, 27 Maret 2012

Manfaat Mengeluarkan Suara Saat Bercinta untuk Wanita

img Apakah Anda suka bersuara atau kurang ekpresif saat bercinta? Penelitian yang dilakukan Gayle Brewer dari University of Central Lancashire dan Colin Hendrie dari University of Leeds menunjukkan suara wanita saat bercinta bisa membantu pria meraih orgasmenya.
 
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior itu, peneliti merekrut 71 wanita heteroseksual yang aktif secara seksual. Rata-rata wanita tersebut berusia 22 tahun.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Brewer, G. & Hendrie, C.A itu, para responden ditanya apakah suara yang keluar saat bercinta dilakukan karena refleks, sengaja atau konsekuensi dari mereka mendapatkan orgasme. Dari penelitian itu terungkap, wanita bersuara saat bercinta bukan karena mereka bisa mencapai klimaks.

Wanita justru mengeluarkan suaranya saat pasangannya orgasme. Para wanita itu juga bersuara sebelum atau berbarengan saat pria ejakulasi.

Para peneliti menduga suara yang keluar saat bercinta itu sebenarnya bagian dari anggapan wanita bahwa itulah seks yang ideal. Mereka percaya suara yang dikeluarkan tersebut memang diinginkan pasangannya.

Lantas apakah bagi wanita suara mereka saat bercinta itu tidak membawa dampak apapun? "Orgasme wanita biasanya terjadi saat foreplay. Sedangkan suara dikeluarkan wanita biasanya sebelum dan berbarengan dengan ejakulasi pria," ujar peneliti.

Mengenai jawaban dari pertanyaan di atas, Kristen Mark, seorang peneliti seksualitas dari Indiana University mengatakan, belum banyak penelitian pada area tersebut. "Tapi kita dibombardir oleh media yang mengatakan bahwa bersuara atau lenguhan itu berhubungan dengan orgasme dan kenikmatan seksual. Jadi itu bisa jadi strategi memalsukan (orgasme) karena pria kerap menghubungkan lenguhan itu dengan orgasme," jelas Mark pada Good In Bed.

Tentu saja, memalsukan orgasme bukanlah suatu tindakan yang pintar untuk dilakukan. Apalagi jika Anda melakoninya terus-menerus.

"Kalau Anda memalsukan orgasme, Anda memberi petunjuk pada pasangan kalau dia memang sudah melakukannya dengan benar, padahal kenyataannya dia belum bisa (membuat Anda orgasme)," ujar pakar pendidikan seks dan penulis Patty Brisben. "Gunakan suara atau lenguhan sebagai petunjuk bahwa Anda memang menyukai (aksinya) dan merasa senang, bukan untuk menyembunyikan yang sebaliknya," tambah Patty.

Sementara pakar seks Ian Kerner menambahkan, mengeluarkan suara saat bercinta sebenarnya justru bisa membantu wanita mendapatkan apa yang mereka inginkan saat bercinta. Hanya saja perlu strategi khusus agar suara saat bercinta itu bisa membuat Anda memperoleh hal yang diinginkan.

"Gunakan suara saat bercinta untuk mengajari pasangan apa yang memang Anda sukai. Itu bisa jadi cara Anda untuk mengatakan, 'stop, go, yes, more please', tanpa harus berkata-kata seperti polisi lalu-lintas," tutur Patty.

Kristen Mark menambahkan, bersuara saat bercinta juga bisa membuat beberapa wanita bergairah dan membantu mereka merasakan kenikmatan. "Aku juga berpendapat banyak wanita yang merasa perlu mengeluarkan suara untuk membuat mereka meraih orgasme. Saat wanita sudah akan mencapainya, mereka bisa benar-benar bersuara dengan keras dan kemudian perlahan menjadi pelan ketika sudah mencapai puncaknya," jelas Patty yang sepakat dengan Kristen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar