Sabtu, 31 Maret 2012

Kencani Murid, Guru Dibui 18 Bulan

Ia dihukum atas tuduhan berhubungan seksual dengan gadis di bawah umur.


Dibui 18 bulan karena kencani murid (Reuters)

 Seorang mantan guru dipenjara selama 18 bulan, gara-gara berkencan dan berhubungan seksual dengan murid yang masih berusia 16 tahun. Tak hanya hukuman badan, guru ini harus membayar mahal perbuatannya dengan kehilangan pekerjaan dan pernikahannya bubar.

Guru SMU Ogilvie, Matthew Rosevear ditangkap Desember lalu setelah polisi yang menggerebek rumahnya menemukan seorang gadis memakai piyama yang bersembunyi di lemari pakaian.

Pria 45 tahun tersebut divonis bersalah di Mahkamah Agung di Hobart kemarin, atas tuduhan berhubungan seksual dengan gadis di bawah umur. Persidangan mengungkap,awalnya  Rosevear berhubungan dengan gadis kelas 10 itu melalui situs jejaring sosial Facebook. Hubungan sebagai sesama facebooker itu kemudian meningkat jadi saling kirim pesan pendek atau SMS.

Intensitas saling kirim SMS makin meningkat, begitu juga isi pesannya. Pasangan yang beda usia jauh tersebut kemudian berhubungan. Menurut Rosevear pada polisi, hubungan mereka seperti "pacaran biasa".

Namun, perbedaan usia yang sangat jauh, dan status Rosevear sebagai guru di sekolah gadis tersebut, membuat mereka bersepakat, merahasiakan hubungan tersebut.

Serapat-rapatnya menyimpan bangkai, baunya tercium juga. Suatu hari, pasangan ini ini terpergok berciuman di dalam mobil. Saksi mata langsing melapor. Polisi kemudian dilibatkan, saat pemeriksaan pasangan ini membantah memiliki hubungan khusus.

Rosevear kala itu tak kena sanksi hukum, hanya dilarang mengontak para muridnya melalui Facebook selama penyelidikan. Namun alih-alih taat, ia justru membuat akun Facebook dengan nama samaran, Hugh Rose.

Skandal itu membuat pelaku dan istrinya berpisah, ia justru makin menjadi. Ia berhubungan badan dengan muridnya empat kali sebelum penangkapanya pada 5 Desember 2011. Ia mulai ditahan 10 hari setelahnya.

Pengacaranya mengatakan, akibat kasus ini hidup kliennya hancur berantakan. "Ia menyesal karena membuat malu bekas sekolah dan koleganya," kata Craig Raibird seperti dimuat situs berita Australia, News.com.au, Sabtu 31 Maret 2012. "Ia juga menyesali rasa sakit, sedih, dan bingung yang diakibatkan perbuatannya pada tiga putrinya."

Sementara, hakim Peter Evans memerintahkan terdakwa dibui 18 bulan, terhitung sejak 20 Desember 2011. Ia baru bisa bebas bersyarat setelah memenuhi setengah dari masa tahanannya.
•sumber: VIVAnews 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar