Senin, 05 Desember 2011

PUTRI MAJIKAN

Asalku dari kampung di Jawa.
Setelah lulus SMU aku mengadu
nasib ke Jakarta. Dasar sial aku
gak bisa dapet kerjaan yang cocok.
Mau balik malu. Akhirnya setelah
beberapa kali ganti kerja akhirnya aku bekerja jadi kacung
rumah tangga. Majikanku seorang
keturunan. Ia tinggal dengan
istrinya dan anak perempuannya
yang bungsu. Majikanku anaknya tiga orang,
yang dua sekolah di luar negeri.
Yang bungsu baru masuk kuliah
tingkat satu. Namanya Vera, tapi
aku biasa memanggilnya Nonik.
Sebenarnya aku nggak berani berpikir macam-macam karena ia
adalah majikanku. Tapi akhirnya
aku jadi ‘tergoda’ juga karena selain orangnya cantik kayak
artis mandarin dia suka pakai
pakaian yang ketat dan seksi.
kadang ia memakai dasternya yang
cukup tipis dan tembus pandang,
keliatan kulit tubuhnya yang putih mulus sampai BH dan celana
dalamnya pula. Ditambah bau
tubuhnya yang harum. Apalagi aku
sejak dari kampung selalu
mengagumi kecantikan artis-artis
mandarin dari televisi. Diam-diam aku jadi ngaceng juga kalo
ngelihat dia. Kadang waktu duduk kedua
kakinya agak terbuka.
Pertamanya kelihatan pangkal
pahanya saja yang putih mulus
dan menggairahkan. Terus aku
nyari posisi yang pas sambil ngepel di kolong meja aku leluasa
melihat pahanya sampai ke celana
dalamnya. Ketauan celana
dalamnya warna coklat. Langsung
aku jadi ngaceng. Rasanya pengin
ngeraba-raba pahanya dan melihat yang di balik celana
dalamnya itu. Sempat beberapa
saat aku liatin terus. Kadang ia
pakai baju yang lehernya agak
rendah jadi keliatan belahan
dadanya bagian atas. Atau pakai baju putih tapi BH-nya warna
hitam. Semua itu bikin aku jadi
adem panas. Suatu malam aku lagi nonton TV di
ruang tamu. Waktu itu tuan dan
nyonya sudah tidur. Vera baru
pulang dan setelah itu mandi.
Setelah selesai mandi, ia memakai
kimono yang agak basah. Kulihat sekilas dadanya bergerak-gerak
dengan bebas. Wah, apa dia nggak
pake BH, pikirku. Seketika anu-ku
menjadi menegang. Memang dadanya
cukup besar dan padat berisi.
Pernah kulihat ukuran BHnya 34C. Setelah itu ia memanggilku minta
makanannya untuk dipanasi.
Karena bajunya yang agak basah,
kelihatan kedua putingnya yang
menonjol di balik dasternya dan
bergerak-gerak. Seketika aku menjadi tambah ngaceng menyadari
aku melihat payudaranya Nonik.
Dengan rambutnya yang agak
basah membuatnya makin
menggairahkan. Kalau nggak ingat
ia putri majikanku dan majikanku ada di kamar mungkin ia sudah
kuciumi dan .. Tapi aku nggak
melakukan apa-apa cuma
seringkali melirik ke arah
dadanya. Herannya ia cuek saja,
seolah-olah tidak ada apa-apa. Malamnya aku benar-benar nggak
bisa tidur. Aku ingin onani tapi
keinginanku bisa kutahan sampai
akhirnya aku tertidur. Tapi malam
itu aku jadi mimpi basah dan sadar
sepenuhnya. Kurasakan air maniku keluar banyak sekali sampai
celanaku benar-benar menjadi
basah. Dalam mimpiku aku masuk ke
kamarnya, kutelanjangi dia
kemudian ia kusetubuhi sampai dia
nggak perawan lagi. Benar-benar itu adalah mimpi basahku yang
terhebat yang pernah kualami.
Sejak saat itu aku jadi tak
tertahankan lagi untuk onani
hampir tiap malam membayangkan
Nonik. Sejak saat itu semakin sering saja
kejadian-kejadian yang
‘kebetulan ’. MIsalnya saat tuan dan nyonya sedang mengurus
tanamannya di taman, aku lagi
nyapu ruang tamu, nonik keluar
dari kamarnya tanpa memakai BH.
Kadang ia memakai BH tapi
mungkin terbuat dari bahan yang tipis sehingga membuat kedua
putingnya tampak menonjol.
Secara pukul rata, hampir tiap
hari aku bisa ngeliat susunya
Nonik kadang malah sehari lebih
dari sekali. Dan semuanya itu dilakukan seolah-olah hal yang
biasa dan anehnya Nonik Vera cuek
aja seperti nggak ada masalah
apa-apa. Akibatnya aku jadi
terbiasa tiap hari onani. Hal paling hebat yang pernah
kualami, kebetulan kamar Nonik
ada jendela yang menghadap
taman di dalamnya ada kamar
mandi sendiri. Beberapa kali di
waktu malam aku coba ke taman, siapa tahu tirai plastiknya
terbuka jadi aku bisa ngeliat ke
dalam. Beberapa kali hasilnya
kosong sampai suatu saat.. Malam itu tirai plastiknya nggak
tertutup rapat jadi aku bisa
melihat ke dalam apalagi di luar
gelap sementara di dalam kamar
terang karena lampu. Kulihat
kamarnya kosong, kayaknya ia di kamar mandi. Tak lama kemudian ia
muncul. Pake daster yang sama
waktu pertama kali aku ngeliat
dadanya itu. Kali ini juga ia
tidak memakai BH. Lalu dengan
posisi membelakangiku ia menanggalkan bajunya! terlihat
olehku dari belakang postur
tubuhnya dan lekuk-lekuknya
yang menggiurkan. Ia cuma
mengenakan celana dalam saja
warna merah muda. Rambutnya yang sebahu menutupi
punggungnya bagian atas. Selain
itu kelihatan jelas kulit
tubuhnya yang putih halus dan
mulus, pinggangnya yang ramping
serta pinggulnya yang seksi. Kemudian ia mengambil daster di
lemari. Tiba-tiba terdengar bunyi
dering telepon sehingga ia tidak
jadi mengambil dasternya. Malah
ia mendadak berbalik! Wah, buset!
Baru kali ini aku melihat payudaranya secara jelas banget.
Ternyata payudaranya benar-
benar indah. Padat berisi dan
ukurannya proporsional dengan
tubuhnya yang tinggi serta masih
kencang. Putingnya menonjol keluar serta warnanya merah
segar. Cocok sekali dengan celana
dalamnya. Ia berbincang-bincang
di telepon sambil duduk di meja
menghadap kaca yang arahnya 90
derajat dari posisiku. Semuanya itu dilakukan saat ia
telanjang dada! Berkali-kali
payudaranya bergerak-gerak
mengikuti gerakan tangannya. Aku
bisa melihat payudaranya dari
dua arah, dari samping agak belakang serta dari pantulan
kaca. Langsung aku memegang-
megang Ujangku. Selesai telpon ia
mencuci mukanya di wastafel
hanya dengan memakai celana
dalam saja. Kembali aku melihat dadanya dari sudut yang lain.
Akhirnya pada posisi menghadap
frontal ke arahku ia melakukan
gerakan melepas celana dalamnya!
Ouch. Akhirnya pada malam itu aku
berhasil melihat tubuh Nonik Vera yang telanjang bulat tanpa
selembar benang pun. Rambut
kemaluannya ok juga sih. Nggak
terlalu lebat dan nggak terlalu
jarang. Tapi yang kulihat berikutnya
makin membuatku tegang. Karena
tak lama kemudian Nonik Vera
berbaring telentang di ranjang
yang persis di depanku. Kepalanya
menghadap kearahku. Mula-mula ia meram beberapa saat kemudian
kedua tangannya meraba-raba
perut dan pahanya termasuk
pangkal pahanya. Kemudian ia
menggeliat-geliat dan mulai
meremas-remas payudaranya. Wah! Lalu jari-jarinya menggerak-
gerakkan putingnya dan ia makin
merintih dan menggeliat-geliat.
Ternyata ia sedang beronani!
Kemudian ia mengangkangkan
kedua kakinya sampai aku bisa melihat dengan jelas vaginanya.
Lalu ia menggesek-gesekkan
jarinya ke vaginanya. Melihat itu aku jadi nggak tahan
akhirnya aku menanggalkan
pakaianku juga sampai telanjang
bulat trus aku mengocok Ujangku
sambil menonton pertunjukannya
Nonik Vera. Sampai beberapa saat kemudian kita saling memainkan
alat vital masing-masing. Sampai
kemudian kulihat Nonik Vera
kepalanya menghadap lurus ke
atas matanya tertutup. Tangan
kirinya meraba-raba putingnya sementara tangan kanannya makin
kencang menggesek-gesek
vaginanya akhirnya kudengar
desahannya sambil tubuhnya
menggelinjang. Kayaknya ia sudah
orgasme. Tak lama kemudian sambil menatap payudaranya dan
kemudian liang vaginanya dalam
posisi dia yang kakinya
terpentang lebar, aku mengalami
ejakulasi, air maniku
kutumpahkan di tanah sambil menatap liang vaginanya. Itu
adalah masturbasiku yang
terindah dan paling nikmat! Tak
lama kemudian aku segera balik ke
kamarku dan tidur dengan
nyenyak. Sejak saat itu aku jadi makin
sering melihat Nonik Vera
telanjang atau setengah
telanjang. Uniknya Nonik Vera
sepertinya cuek aja atau mungkin
pura-pura tidak tahu? Ia tidak pernah menyinggung atau berbuat
sesuatu yang menunjukkan kalau
ia tahu. Jadi kesimpulanku Nonik
Vera seorang yang eksibisionis.
Sungguh beruntung aku bekerja
disini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar