Jumat, 23 Desember 2011

Natal, Suami Beri Hadiah Lebih Mahal untuk Selingkuhan

imgPria yang berselingkuh, dilaporkan bisa menghabiskan uang lebih banyak untuk memberi hadiah Natal kepada selingkuhannya dibandingkan istrinya sendiri. Hal tersebut terungkap dalam sebuah survei.
 
Dalam salah satu adegan film 'Love Actually', seorang karakter wanita yang diperankan Emma Thompson mengikuti suaminya --diperankan Alan Rickman-- saat akan membeli kado Natal. Ia mendapati sang suami membeli kalung mahal, namun bukan untuk dirinya melainkan untuk wanita selingkuhan suaminya. Sementara Emma hanya mendapatkan sebuah CD lagu.

Adanya kasus tersebut terbukti dalam sebuah survei yang dilakukan di Inggris. Survei itu mengungkapkan bahwa pria menghabiskan rata-rata 12 persen uang lebih banyak untuk wanita selingkuhan mereka, ketimbang untuk para istrinya.

Dilansir Daily Mail, hasil statistik yang melibatkan 2.000 pria itu didapat dari situs Encounters. Situs itu menemukan bahwa rata-rata pria rela mengeluarkan 124 Poundsterling atau sekitar Rp 1,7 jutaan untuk 'wanita simpanan' mereka. Sedangkan untuk istri, mereka menghabiskan sekitar 109 poundsterling atau Rp 1,5 jutaan.

Pria-pria yang berselingkuh itu diminta untuk menyebutkan jenis hadiah yang diberikan kepada istri dan selingkuhannya. Setengah dari pria yang mengikuti survei itu mengakui bahwa mereka membeli sesuatu yang 'praktis atau kebutuhan rumah tangga', namun hanya tiga persen yang membelikan hal tersebut kepada selingkuhannya.

Menurut pakar perselingkuhan dan juru bicara situs 'Illicit Encounters'," Perbedaan dalam memilih jenis hadiah untuk wanita selingkuhan dan istrinya, merupakan cerminan dari pandangan pria melihat hubungan yang dijalinnya. Pria sering melihat wanita simpanannya berperan sebagai faktor dekoratif dalam hidupnya, memberikan seks dan kasih sayang tanpa melibatkan emosional. Hal ini menjelaskan mengapa wanita simpanan menerima hadiah yang 'tidak praktis' dan lebih cantik."

"Di sisi sebaliknya, hubungan pria dengan istrinya, semakin lama, semakin tidak seindah waktu awal dan semakin praktikal, romantisme pun menjadi tidak penting. Semakin sedikit suami yang menganggap istrinya sebagai makhluk seksual," tambah pakar perselingkuhan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar