Kamis, 15 Desember 2011

5 Keluhan Istri yang Tak Dimengerti Suami

img Berbicara kepada suami bukan hal mudah, terutama ketika Anda mencoba menyampaikan keluhan padanya. Nyatanya, apa yang Anda katakan belum tentu sama dengan apa yang ia dengar. Seperti yang dikutip dari Womansday, berikut lima keluhan istri yang sering kali tak dimengerti oleh para suami.

Istri mengatakan : "Keluargamu membenci aku."
Suami mendengar : "Keluargamu itu gila, semua salahmu jika mereka tak suka aku."

"Wanita senang membicarakan segala hal mengenai hubungan, sedangkan pria berpikir untuk segera memperbaiki masalah," ujar Terri Orbuch, penulis buku '5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Great'. Ketika Anda menyatakan keluhan yang mengandung kata "kamu" atau "milik kamu", suami jadi merasa disalahkan. Orbuch menyarankan untuk 'mengeluh' dengan cara yang lebih baik, misalnya," Aku ingin lebih dekat dengan keluarga kamu. Apa yang harus dilakukan ya?".

Istri mengatakan : "Aku pikir kamu perlu cari pekerjaan baru."
Suami mendengar : "Kamu pecundang. Aku berharap menikahi pria yang menghasilkan banyak uang."

"Menilai pilihan suami mengenai pekerjaannya sama seperti meragukan kejantanannya," jelas Doug Hirschhorn, penulis '8 Ways to Great: Peak Performance on the Job and in Your Life'. Pria menyukai kerjasama, jika ia tidak mendapatkan penghasilan seperti yang Anda harapkan, tunjukkan padanya bahwa Anda berdua akan berusaha mengubah situasi ini sehingga tak terlihat seperti 'kesalahan suami'. Katakan padanya," Aku pikir kamu tidak dibayar sesuai dengan pekerjaanmu yang seharusnya. Bagaimana jika kita mencari pekerjaan lain yang mau membayar usaha kamu lebih mahal?".

Istri mengatakan : "Aku harap kamu bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak."
Suami mendengar : "Kamu ayah yang buruk."

"Suami mungkin merasa tidak nyaman ketika bersama anak-anak karena Anda selalu mengkritik cara mendidiknya," kata Orbuch. Ketimbang mengkritik, lebih baik tanyakan opininya, karena bisa bantu membangun kepercayaan dirinya. Beritahu suami," Anak-anak rindu sama ayahnya. Yuk, kita buat kegiatan seru bareng mereka." Setelah Anda dan suami menganut paham yang sama tentang kedisiplinan, usahakan untuk tidak menilai caranya berinteraksi dengan anak-anak.

Istri mengatakan : "Aku harus mengerjakan banyak tugas rumah tangga."
Suami mendengar : "Kamu pemalas."

"Pria tidak pandai berempati. Mereka juga tidak akan mengatakan 'kamu benar, kamu terlalu banyak bekerja'," jelas Orbuch. Anda pun akan sulit untuk menyadari bahwa sang suami telah melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga, seperti mengganti oli mobil Anda atau membuang sampah. Menyadari kontribusi suami akan memotivasinya untuk membantu Anda. Coba katakan," Aku sangat menghargai kamu telah membersihkan garasi minggu lalu, Bagaimana jika kita membagi pekerjaan rumah tangga agar lebih adil?"

Istri mengatakan : "Kamu tidak menghargai saya."
Suami mendengar : "Kamu tidak mencintai saya."

"Wanita menginginkan penegasan melalui kata-kata, namun pria menunjukka apresiasi mereka melalui tindakan," kata Orbuch. Mungkin Anda berdua telah lupa caranya bersyukur dan memberi pujian. Daripada mengeluh, lebih baik katakan," Kadang-kadang aku butuh pengakuan dari apa yang telah aku lakukan kepada keluarga kita. Aku juga lupa untuk mengakui apa saja yang telah kamu lakukan. Bagaimana jika kita saling memberikan penghargaan kembali?".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar