Senin, 12 Desember 2011

Ciri-ciri Karyawan Mulai Stres Adalah Sering Memimpikan Atasan


img
(Foto: thinkstock)
 Seseorang yang tiba-tiba memimpikan kekasih bisa diartikan sedang rindu atau kasmaran. Lain halnya kalau yang tiba-tiba muncul dalam mimpi itu adalah atasan di kantor, itu artinya orang tersebut sedang stres akibat beban kerjanya terlalu berat.

Urusan pekerjaan merupakan salah satu dari banyak hal yang sering muncul dalam mimpi. Bahkan dibandingkan mimpi tentang selebritas atau tokoh idola, mimpi tentang tugas-tugas maupun rekan kerja di kantor masih bisa dibilang lebih sering muncul di alam bawah sadar ketika sedang terlelap.


Meski banyak yang bermimpi tentang pekerjaan, tidak semua orang pernah bermimpi secara khusus tentang atasannya sendiri. Menurut penelitian, hanya sekitar 20 persen karyawan yang pernah memimpikan atasannya terutama jika dalam beberapa hari sebelumnya pernah terlibat konflik.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei One Poll ini mengungkap, 1 dari 3 karyawan cenderung memimpikan atasannya ketika beban kerjanya mulai berlebihan atau overload. Beban kerja sepertinya lebih berpengaruh, sebab ketika sekedar terlibat konflik saja ternyata hanya 1 dari 4 karyawan yang kemudian memimpikan atasannya.

Dari 2.000 orang yang disurvei, sebagian besar sering bermimpi tentang apa saja dan hanya 12 persen yang mengaku tidak pernah bermimpi sama sekali. Di antara para responden yang sering bermimpi, hampir semuanya mengakui jika stres di tempat kerja bisa membuatnya lebih sering bermimpi.

Namun seperti halnya mimpi yang lain, mimpi tentang pekerjaan tidak selalu realistis atau wajar seperti dalam kehidupan nyata. Sebanyak 52 persen responden mengatakan saat bermimpi tentang atasan maupun pekerjaan, ceritanya selalu tidak masuk akal dan 60 persen di antaranya berharap bisa memecahkan maknanya.

"Penelitian ini membuktikan bahwa dalam kondisi terjaga maupun saat tidur, stres yang berhubungan dengan pekerjaan benar-benar mempengaruhi hidup kita," kata seoran ahli tafsir mimpi sekaligus penulis buku-buku kesehatan dari Inggris, Davina MacKail saat mengomentari penelitian itu seperti dikutip dari Dailymail, Senin (12/12/2011).

(up/ir
sumber:detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar