Minggu, 11 Desember 2011

Penyakit-penyakit yang Membunuh Kehidupan Seksual


img
Ilustrasi (foto: Thinkstock)
 Bagi orang sakit, hubungan seks bukanlah kebutuhan utama karena yang paling penting adalah bagaimana caranya sembuh dari sakit. Namun bagi yang sakitnya kronis, menunggu sembuh bisa berarti tidak pernah berhubungan seks sama sekali. 

Penyakit yang bersifat kronis atau menahun seringkali mengharuskan seseorang untuk puasa seks selama berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun. Bisa karena gairah seksnya berkurang, atau masih bergairah tetapi secara fisik memang tidak memungkinkan. 

Jenis-jenis penyakit yang sangat mengganggu kehidupan seks antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Medicinenet, Jumat (9/12/2011). 

1. Arthritis 
Nyeri akibat radang sendi atau arthritis sangat membatasi gerakan, sehingga kenyamanan berhubungan seks berkurang. Kondisi ini bisa diredakan dengan olahraga teratur, kompres air hangat, memilih posisi berhubungan seks yang paling mudah atau jika sudah parah bisa juga dengan operasi ganti sendi. 

2. Nyeri kronis 
Selain radang sendi, rasa nyeri juga bisa muncul karena faktor lain misalnya infeksi gigi dan mulut, maupun gangguan saraf dan otot. Gangguan saraf dan otot memberikan nyeri yang bersifat kronis atau menahun, yang susah sembuh hanya dengan obat sehingga sangat mengganggu kehidupan seksual. 

3. Diabetes 
Salah satu komplikasi diabetes pada laki-laki adalah disfungsi ereksi alias lemah syahwat. Ketika alat kelamin laki-laki mulai susah ereksi dan tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi, maka kehidupan seks yang bersangkutan maupun pasangannya akan sangat terganggu. 

4. Sakit jantung 
Gangguan pada jantung bisa mengganggu kehidupan seks dengan 2 cara. Yang pertama, penderita gangguan jantung umumnya mengalami penyempitan pembuluh darah yang bisa membuat alat kelamin laki-laki susah ereksi. Cara kedua, denyut jantung yang meningkat saat orgasme bisa memicu gagal jantung dan bisa berakhir dengan kematian. 

5. Beser atau inkontinens 
Berkurangnya kemampuan katub urine untuk menahan kencing akan membuat seseorang susah menahan keinginan buang air kecil. Akan sangat tidak nyaman ketika sedang asyik-asyiknya berhubungan seks, tiba-tiba harus berhenti hanya untuk pergi ke toilet lalu buang air kecil. 

6. Stroke 
Hilangnya kemampuan ereksi umumnya sangat jarang disebabkan oleh serangan stroke, namun penyempitan pembuluh darah yang menuju penis sering ditemukan pada penderita stroke dan secara tidak langsung menyebabkan disfungsi ereksi. Namun secara umum, beberapa pasien stroke yang mengalami kelumpuhan di beberapa bagian tubuh masih bisa berhubungan seks dengan posisi tertentu yang telah disesuaikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar