Selasa, 24 April 2012

Benarkah Hasrat Bercinta Wanita Tak Lebih Besar dari Pria?

img Ada berbagai mitos seks yang beredar dan dipercaya oleh Anda dan pasangan. Padahal mitos tersebut belum tentu benar adanya, seperti mitos kalau nafsu seks wanita tidak lebih besar dari pria. Mitos atau memang benarkah hal itu?
 
Dr. Barry Buffman seorang seksolog yang kerap menangani kasus disfungsi seksual menjawab seputar mitos seks yang berkembang di masyarakat. Buffman punya pengalaman 20 tahun sebagai dokter urologist dan menjabat sebagai direktur di Los Angeles Boston Medical Group. Berikut ini penjelasan Buffman seperti dikutip Ask Men:

Mitos 1: Nafsu seks pria lebih besar ketimbang wanita
Sejak dulu dipercaya, pria merupakan mesin seks yang tak kenal lelah. Mereka dianggap sebagai kaum yang identik dengan perilaku seksual. Namun Buffman menjelaskan bahwa hal itu tak sepenuhnya benar. Wanita pun memiliki hasrat seksual yang sama dengan pria. Sebaliknya, pria juga bisa kehilangan hasrat seksualnya dengan alasan yang sama dengan wanita. Hal yang menyebabkan hal itu terjadi di antaranya stres, keletihan, kurang percaya diri, dan sebagainya.

Mitos 2: Seks hebat didapat secara natural
Seringkali rasa cinta dan perasaan yang kuat di antara pasangan dipercaya sebagai kunci dari seks yang hebat. Namun dengan tegas Buffman menjelaskan, bahwa cinta saja tak cukup untuk mendapatkan kepuasan seksual. Komunikasi adalah hal yang utama. Ia menyarankan para pasangan untuk saling jujur satu sama lain, mengenai apa yang diinginkan dari kehidupan seksualnya. Dengan begitu, kehidupan seksual mereka akan semakin berkembang ke arah yang lebih baik.

Mitos 3: Ukuran pengaruhi kenikmatan 
Ukuran alat genital seringkali disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kenikmatan bercinta. Semakin besar Mr. Happy seorang pria, kemampuannya untuk memuaskan pasangan pun semakin besar. Begitu pula sebaliknya, semakin kencang otot vagina, maka kenikmatan pun semakin bertambah. Namun menurut Buffman, mitos itu tak selamanya benar. Bagi Buffman, yang penting adalah bagaimana pasangan mengenali tubuhnya dengan baik, sehingga dapat memilih gaya bercinta apa yang paling tepat bagi mereka.

Mitos 4: Seks tak lagi penting di masa tua
Buffman mengutarakan bahwa mitos di atas jelas salah. Seks di usia senja memiliki efek yang positif. Seks juga merupakan kegiatan yang penting di usia tua. Namun tentu saja kualitas serta kuantitas seks di usia senja tak sama saat Anda berada di usia produktif. Segala sesuatunya butuh penyesuaian. Buffman juga menyarankan para pasangan di usia senja untuk berkonsultasi dulu pada ahlinya sebelum melakukan hubungan seksual.

Mitos 5: Ejakulasi dini hanya dialami para pemula
Mungkin Anda berpikir bahwa ejakulasi dini hanya terjadi pada pria yang baru menikah. Namun Buffman menyebutkan, ejakulasi dini juga bisa terjadi pada pria yang telah menikah bertahun-tahun. Ejakulasi dini bisa dipengaruhi oleh keadaan fisik juga psikis pria, bukan hanya jam terbang bercintanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar