Selasa, 24 April 2012

Betty Silalahi hamil, dibunuh suaminya karena cemburu

SuamiCemburuAmronSitanggangParbaba, Pangururan — Betty Silalahi tewas dibunuh oleh Amron Sitanggang, suaminya sendiri, karena rasa cemburu, sore hari tadi, 23 April 2012.
Bercak darah masih tampak jelas di kaus putih dan celana jeans yang dipakai Amron Sitanggang (38) ketika ia sedang diperiksa anggota Polres Samosir di Pangururan. Amron membacok istrinya Betty Silalahi (36) yang sedang hamil tujuh bulan.
Istrinya saat itu sedang berada di ladang sekitar pukul 16.00. Ia sedang duduk beristirahat saat Amron membacoknya dengan memakai sebilah golok.
Saat diperiksa di ruang Serse Polres Samosir, Amron Sitanggang memperagakan empat kali dia membacok Betty Silalahi.
Amron, warga Desa Huta Bolon di kawasan Pasir Putih Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, kepada polisi mengaku bahwa dirinya membacok istrinya itu karena perasaan cemburu. Namun dia tidak menceritakan cemburu terhadap siapa.
Usai membacok, Amron meninggalkan istrinya begitu saja di ladang. Warga sekitar melihat Betty Silalahi yang telah berlumurah darah, lalu membawanya ke rumah sakit DR. Hadrianus Sinaga di Pangururan. Dokter berupaya untuk menyelamatkan nyawanya, tapi tidak tertolong lagi. Bahkan bayi dalam kandungannya yang berusia tujuh bulan juga meninggal.
Ada warga yang sempat melihat Amron Sitanggang berkata-kata sambil berjalan usai membacok istrinya, 
Boasa dohononmu tallikonhu inantakku.”
Artinya, “Kenapa kamu menyuruhku membacok istriku.” Menurut warga, kalimat itu diucapkan Amron beberapa kali. Tidak jelas kepada siapa dia mengatakannya, tampak seperti berbicara kepada dirinya sendiri.
Menurut keterangan warga desa, sehari-hari Amron Sitanggang cukup sayang kepada istrinya. Amron dan Betty telah memiliki dua orang anak.
Warga mengatakan, Amron pernah meminum racun pada akhir tahun 2011 lalu. Warga juga mengatakan, sering ada “bisikan” kepada Amron.
Saat diperiksa oleh anggota Reserse Polres Samosir Briptu B.T.M. Sihombing, Amron kadang terlihat agak bingung. Polisi beberapa kali mengulang pertanyaan karena Amron sulit menjawab.
sumber:koran tapanuli oline

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar