Rabu, 25 April 2012

“Maafkan aku, Leli,” kata Agustina setelah ditikam Leli

Tuktuk Siadong, Samosir — Pembunuhan Agustina Tarigan. Korban kerap memaki Leli. Setiap Leli “masuk kamar” dengan lelaki hidung belang, Agustina memotong penghasilan Leli Rp80 ribu.
Agustina Leli Pembunuhan
Leli tikam Agustina Tarigan (diperankan)
Itu terungkap dari rekonstruksi yang dilakukan Polres Samosir pada 24 April 2012 atas kasus pembunuhan Agustina oleh Leli di dalam diskotek Tumba (bukan di teras diskotek seperti diberitakan sebelumnya), Kelurahan Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, 7 Maret 2012.
Nama lengkap korban adalah Agustina Kiswanti Tarigan (38), bukan Agustina kristiani Tarigan seperti disebutkan polisi dalam berita media pers, termasuk Koran Tapanuli Online, beberapa waktu lalu. Si pembunuh bernama Zahara (26), tapi lebih dikenal sebagai Leli.
Leli baru bekerja di diskotek Tumba, sedangkan Agustina sudah lebih dulu. Leli mengaku sering “dipakai” oleh pengunjung, dan biasanya dipesankan melalui Agustina.
Leli mulai tidak senang setelah Agustina sering berbicara kasar sambil meminta uang darinya. Tidak tahan, Leli pindah kerja ke Cafe Brando yang jaraknya cuma satu kilometer.
Tapi Agustina Kiswanti Tarigan masih sering menelepon Leli, terutama untuk urusan melayani lelaki hidung belang, dan tetap berbicara dengan kasar.
Dendam Leli memuncak saat Agustina Kiswanti Tarigan memaki-makinya dengan kata-kata:
Babi kau! Anjing kau! Lonte! Kubunuh kau nanti!”
Suatu hari di bulan Maret, Leli dan tujuh temannya datang ke diskotek Tumba sekitar pukul 01.00 tengah malam. Saat teman-temannya memesan minuman, Leli keluar dan bertemu dengan Agustina di teras diskotek itu.
“Kenapa kaumaki-maki aku?” kata Leli.
“Aku lagi mabuk,” jawab Agustina.
Seorang karyawati Tumba mendekati Leli dan mengajaknya kembali ke dalam diskotek. Leli dan teman-temannya pun minum. Agustina sendiri menyusul masuk.
Kepada teman-temannya, Leli berkata,
Mau kubunuh si Agustina, dan siapa yang melihat akan kubunuh juga!”
Rupanya kekesalan hati Leli belum reda. Ia kembali mendatangi Agustina Kiswanti Tarigan di meja bartender. “Agustina, kenapa kaumaki-maki aku?” kata Leli, sambil memegang bahu Agustina.
“Nggak tahu. Aku lagi mabuk,” jawab Agustina.
Agustina kemudian naik ke lantai II menuju kamarnya. Leli mengikutinya dari belakang. Saat Agustina membuka pintu kamar, Leli menarik tangannya dan berkata, “Ke sini dulu, aku mau ngomong.”
Sambil merangkul tubuh Agustina, Leli mengambil pisau dari tasnya. Agustina beberapa kali menepiskan tangan Leli. Keduanya bergumul, dan akhirnya mereka terjatuh dari tangga. Leli dan Agustina terkapar di lantai.
Pisau Leli telah tertusuk di perut Agustina. Leli sempat ketakutan melihat darah yang keluar dari perut Agustina. Ia mencoba untuk lari, tapi Agustina memegangnya dan menjerit minta tolong. Agustina masih mampu berdiri.
Kemudian Leli menusukkan pisaunya ke bagian lambung kanan Agustina. Leli semakin beringas. Ia menusuk punggung Agustina tiga kali, selanjutnya kepala dan wajahnya.
Korban, Agustina, terduduk dengan tubuhnya yang penuh darah. Ia tidak melepaskan pisau Leli. Kedua tangannya, meski terluka, terus memegangi pisau itu.
Dua lelaki teman Leli mendekat. “Jangan sentuh aku!” kata Leli. Kedua lelaki itu pun segera pergi.
Ketika Leli hendak menarik pisaunya dari tangan korban, Agustina masih terus berusaha untuk tidak melepaskannya, dan mengucapkan kata maaf kepada orang yang telah menikam dirinya itu:
Maafkan aku, Leli.”
Usai mengucapkan kata maaf, tangan Agustina pun terlepas dari pisau Leli.
Leli pergi ke pantai. Ia mencuci pisaunya dan membuangnya ke semak-semak, lalu kembali ke tempat kerjanya Cafe Brando.
Ditanya Koran Tapanuli Online setelah rekonstruksi, Leli mengatakan, pukul 02.00 hari itu ia mendengar kabar dari temannya bahwa Agustina Kiswanti Tarigan sudah meninggal. Kemudian Leli meninggalkan Brando. Ia mengaku bersembunyi di semak-semak sampai subuh. Pukul 06.00 ia pergi ke Pangururan, selanjutnya menuju Medan. Terakhir Leli bersembunyi di Pematangsiantar hingga ditangkap polisi 22 Maret.
sumber:koran tapanuli online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar