Jumat, 27 April 2012

Kontraktor Happy Silalahi ditahan Polres Samosir

Pangururan, Samosir — Happy Silalahi, S.E., kontraktor proyek pengadaan mobil dinas Pemerintah Kabupaten Samosir, ditahan polisi. Ia memakai dana proyek untuk bermain judi di luar negeri. Sore ini mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Samosir Maringan Simbolon juga diperiksa.
Koran Tapanuli Online melihat Happy Silalahi ditahan dalam satu sel bersama tiga tahanan lainnya, antara lain Amron Sitanggang—suami yang tiga hari lalu membunuh istrinya sendiri, Betty silalahi, karena masalah cemburu.
Happy Silalahi adalah pemborong yang tinggal di Pangururan. Ia pernah jadi peserta pemilu sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Samosir.
Happy Silalahi diperiksa 25 April hingga pukul 00.00 dan langsung ditahan di Polres Samosir terkait dugaan korupsi dalam pengadaan empat unit mobil truk Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir berbiaya Rp1,2 miliar. Dana proyek ini bersumber dari APBN tahun 2010.
Menurut Polres Samosir, kontraktor Happy Silalahi telah dijadikan sebagai tersangka. Empat unit truk juga telah disita polisi sebagai barang bukti, dan dititipkan di kompleks kantor Bupati Samosir.

Kontraktor beli mobil secara kredit, Pemkab bayar lunas

Pemborong Happy Silalahi dalam pemeriksaan polisi mengakui, dirinya telah menerima dana melalui Pemkab Samosir untuk pengadaan keempat truk tersebut. Tapi uang itu dipakainya untuk bermain judi di luar negeri. Ia menyesali perbuatannya.
Ia hanya membeli empat truk secara kredit dengan mengatasnamakan adiknya. Padahal seharusnya mobil truk itu dibeli dengan lunas.
Pihak perusahaan pemberi kredit mobil kemudian menagih cicilan empat truk tersebut dari Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, karena sudah menunggak lima bulan. Akhirnya ketahuan bahwa mobil itu dibeli secara kredit, dan Dinas Perhubungan pun melaporkan Happy Silalahi kepada Polres Samosir.
Iptu Lalu Musti Ali dari Polres Samosir kepada KoranTapanuli.com tadi sore, 26 April, di ruang kerjanya mengatakan, mantan Kepala Dinas Perhubungan Samosir Maringan Simbolon juga sedang diperiksa terkait dengan kasus empat truk ini. Maringan diperiksa di lantai II Polres sampai selesai pukul 17.25.
Keempat mobil truk itu telah sempat diberikan oleh Bupati Samosir kepada masyarakat untuk digunakan. Rupanya truk tersebut belum menjadi milik sah Pemkab Samosir, karena hanya dibeli secara kredit dan belum dilunasi oleh kontraktornya, Happy Silalahi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar