Selasa, 10 April 2012

Usai Bunuh Anak Kandung, Ibu Bunuh Diri

Isi wasiat: "sudah tidak sanggup hidup dengan suami yang kasar dan temperamental".


ilustrasi bunuh diri  

 Kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami, membuat seorang ibu berbuat nekat. Ia diduga membunuh anak kandungnya dengan cara menenggelamkannya di selokan depan rumahnya, kemudian menghabisi nyawanya sendiri.

Kejadian yang menggemparkan warga Kampung Cigebar, RT 6 RW 1 Desa Bojong Sari, Kecamatan Bojong Soang, Kabupaten Bandung, kini masih dalam penyelidikan Polres Bandung.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian terungkap saat  warga menemukan sosok tubuh Herawati (41) ibu dari Andika (4) yang tergeletak di pinggir selokan depan rumahnya pada Jumat pagi kemarin.

Menurut penuturan suami korban Ade Rusli (50), Kamis dini hari lalu ia melihat sang istri keluar rumah dengan membawa Andika, sekitar pukul 03.30 WIB. "Saya hanya tanya saja mau kemana, nggak ada pikiran apa-apa," ujar Ade saat ditemui di Mapolres Bandung Sabtu 3 Maret 2012.

Keesokan harinya, Ade kaget saat mendengar bahwa ada mayat di sekitar kampung tersebut. Saat mengecek ke lokasi penemuan mayat, Ade histeris melihat anak dan istrinya telah tewas.

Kapores Bandung AKBP Sandi Nugroho saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan masih dalam penyelidikan anggota di lapangan. "Diduga motifnya ekonomi, karena suami korban mengaku sering bertengkar masalah ekonomi. Bahkan suaminya mengaku jika sering memukul sang istri," ungkap Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho saat dihubungi, Sabtu siang.

Polisi juga berhasil menemukan satu buah surat wasiat, yang berisikan curahan hati Herawati: "sudah tidak sanggup hidup dengan suami yang kasar dan temperamental".

"Kami dalami pengakuan Herawati yang menyatakan suaminya kasar dan temeeramental, sehingga kami lakukan pemeriksaan kepadanya. Meski kasus ini murni bunuh diri," papar Kapolres.

Pihak kepolisian sendiri tidak melakukan otopsi terhadap jenazah anak dan ibunya tersebut, karena keluarga menolak untuk diotopsi.
•sumber: VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar