Rabu, 04 Januari 2012

Beredar, Video Dua Perempuan Dipukuli



Ilustrasi
PEKANBARU, KOMPAS.com — Dunia maya Indonesia kembali dihebohkan beredarnya video perlakuan keji sekelompok pemuda menganiaya dua perempuan muda.
Video berdurasi 8 menit 15 detik itu terdapat pada alamat bit.ly/tf85lz menampakkan rekaman empat orang laki-laki memukuli perempuan berbaju hijau dan berbaju hitam tanpa perasaan.
Seorang laki-laki berbadan tegap dengan tas selempang bertindak seperti pemimpin kelompok itu. Sementara tiga lelaki lainnya, terutama berbaju putih, tidak kalah beringas memukuli dua perempuan itu secara bergantian.
Ketika perempuan berbaju hijau itu mencoba menghubungi seseorang lewat telepon selulernya, lelaki tegap itu menampar pipinya dengan kuat dan menghajar mukanya dengan pukulan telak sampai tersungkur.
Ketika dia mencoba bangkit, dua lelaki lainnya ikut menghunjamkan bogem sampai terhuyung dan jatuh terlentang. Sadisnya, dalam posisi terjatuh itu, laki-laki berbaju putih dengan lengan digulung masih saja memukulinya.
Tidak jelas bahasa dalam komunikasi kelompok itu. Namun, pada rekaman menit 1.00, terdengar kalimat umpatan seperti (maaf): ”Babi kau”.
Secara keseluruhan, bahasanya tidak mencerminkan bahasa Indonesia atau kaidah dasar bahasa Melayu. Lokasi kejadian merupakan sebuah ruangan memanjang sekitar 4 meter x 5 meter bercat putih.
Semula terdapat dua kursi plastik tanpa sandaran dengan sebuah meja setrika pakaian. Meja itu sempat roboh ketika perempuan berbaju hijam dihajar laki-laki berbadan tegap. Meja dan kursi-kursi itu kemudian disingkirkan.
Jumlah perempuan yang ada di ruangan itu enam orang, tetapi  yang menjadi bulan-bulanan hanya si baju hijau dan hitam. Empat perempuan lain hanya dapat memandang memelas di dinding sebelah kiri.
Lelaki di ruangan itu berjumlah tujuh orang, termasuk yang mengambil gambar.
Gambar perlakuan sadis itu sudah beredar luas di jejaring dunia maya. Seseorang bernama Ingrid Margareth di dinding akun facebook-nya menulis: ”Tadi ini saya dpt BM. Org laki banyak mukulin perempuan. Apa ini terjadi di indonesia ato bukan? Tolong bantuane untuk melacak ini video buatan mana. Kasian bgt.. Kebacut tenan.."
Benika N, seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di Medan, Sumatera Utara, merasa ngeri melihat rekaman yang menurut dia terbilang sadis. Kalau kejadiannya di Indonesia, dia meminta polisi segera melacak dan menangkap pelaku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar